Jumat, September 23, 2011

Mengukur Readability Konten Web

Menulis konten untuk pengguna web memiliki tantangan tersendiri, yaitu mudah dibaca dan dipahami pengunjung (readability). Ketika konten sangat mudah dibaca, audiens dapat dengan cepat mencerna informasi yang dibagi. Beberapa informasi menyebutkan bahwa pengguna web memiliki rentang perhatian yang sangat pendek, tidak membaca artikel secara menyeluruh dan keseluruhan.

Hasil Studi

Sebuah studi yang menyelidiki perubahan dalam perilaku kebiasaan membaca yang dilakukan pengguna web di era digital menyimpulkan bahwa, pengguna web cenderung membaca cepat (skimming) untuk menemukan informasi yang diinginkannya, dengan cara mencari kata kunci dan membaca non-linear (bukan dari atas ke bawah).

Untuk itu, salah satu cara yang bisa diterapkan adalah menggunakan teknik headings. Tujuannya agar konten terorganisir dan pembaca langsung menemukan informasi yang dicarinya.

Mengukur Readability

Setelah sekian lama menulis, saya ingin tahu sampai dimana tingkat kemudahan konten blog ini dibaca dan dipahami. The Readability Test Tool, adalah Perangkat Uji Readability yang cukup fleksibel untuk menilai formula keterbacaan konten web.

Dari hasil uji coba, secara keseluruhan blog ini memiliki grade level sekitar 14. Ini berarti mudah dipahami oleh orang berusia 19 sampai 20 tahun. Hm... masih cukup sulit untuk anak-anak. :-)

Semoga bermanfaat.

Referensi
[1] 7 Best Practices for Improving Your Website’s Usability
[2] Show Numbers as Numerals When Writing for Online Readers

Update:
- Pengukuran untuk keseluruhan konten web dinamis akan berbeda hasilnya. Saat ini, Selasa, 4/10/2011, saya coba ukur kembali mendapat grade level 11 atau mudah dibaca dan dipahami orang usia 16-17 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar