Pertandingan perempat final antara Spanyol vs Italia dini hari tadi sebenarnya cukup menarik, apalagi komentator tamu, Pak Din Syamsuddin, ternyata menjagokan Spanyol mengikuti prediksi kebanyakan orang. Waah... penasaran, tapi apa daya... rasa kantuk yang amat sangat membuat mata ini sulit diajak kompromi, bangun-bangun sudah subuh, itupun karena dengar adzan subuh. Tapi lumayan, ada berita pagi, ah... Italia, berakhir di tangan Spanyol lewat adu tendangan pinalti, praktis Group C tak ada wakilnya satupun yang lolos ke semifinal. Sudahlah, kalah menang itu sudah biasa... ;-)
Jadi, jago siapa lagi nich?
Ah... enggak ada, si jago sudah kalah, sulit berpaling ke yang lain... ;-)
Lalu, siapa kira-kira yang menang?
Dilihat saja akhirnya, secara strategi-teknik-fisik itu bisa dilihat tim mana yang kira-kira bakal menang, tetapi dari kemampuan tim yang rata-rata bermain sangat baik serta adanya keberuntungan --kalo orang tua menyebut: wis dadi qodare--, hampir semua prediksi kebanyakan orang tak ada yang benar, ya begitulah, bola itu bundar... ;-)
Tampilkan postingan dengan label EURO 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EURO 2008. Tampilkan semua postingan
Senin, Juni 23, 2008
Rabu, Juni 18, 2008
Italia, Menyebalkan tapi Menang
Ya, itulah laporan pandangan mata saya melihat Italia vs Perancis pada Group C Piala Eropa 2008 ini, entahlah kalau memang demikian adanya. Betapa tidak, pola permainan masih tampak sama dengan permainan sebelumnya ketika melawan Rumania dan Belanda, hampir tak ada perkembangan. Sepanjang pertandingan, biasanya saya tegang, berdebar-debar, teriak dus! Tapi ternyata malam tadi lebih banyak sukanya. Banyak pihak mencibir Italia akan tersisih, tidak salah juga anggapan ini karena pola permainannya yang menyebalkan! Ya begitulah Italia, dari kebiasaan sebelumnya, selalu tertatih-tatih diawal kompetisi, tapi anehnya sering melenggang terus hingga semifinal.
Mari ditunggu saja babak selanjutnya. ;-)
Mari ditunggu saja babak selanjutnya. ;-)
Sabtu, Juni 14, 2008
Italy dan Luar Biasanya Belanda
Menariknya nonton pertandingan itu karena ada yang jadi jagonya, dengan begitu ada pelibatan emosi, ada teriakan keras, ada tarikan napas panjang, detak jantung berpacu kencang membawa aliran darah mengalir deras di seluruh urat nadi, ada gairah yang menggolara mirip pasangan pengantin berpacu di atas ranjang asmara. Ketika sang jago melempem, mandul, dan gagal, maka gairah itu seperti menggantung, menunggu mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk melampiaskannya secara tuntas!
Sebaliknya, sangat beda dan hambar rasanya bila tanpa sang jago, gol sini teriak gol, gol sana teriak gol, tak jelas mendukung siapa, tak ada yang menggelorakan, tak ada yang menarik, semua nampak biasa dan berlalu begitu saja. Nggak tahu kalau memang jadi wasit atau pengamat saja, hehehe...
Bermain seri 1:1 melawan Rumania, Italy memang mendebarkan. Zambrotta... banyak pendukungmu yang berbalik mencemooh, meledek, menyesalkan, tapi itu biarlah sudah terjadi. Luca Toni, mengapa terus diberi kepercayaan mengeksekusi sundulan demi sundulan padahal tak berkutik ditempel Tamas? Roberto “Lionel Luthor” Donadoni... ah capek dech komentar, saya malah berharap dia diganti saja. Beruntung pahlawan hari itu Gianluigi Buffon, jadi masih tersisa peluang tipis maju ke perempat final. Melihat penampilan Belanda yang sangat cemerlang mengalahkan Prancis 4:1, berarti di atas kertas bisa juga kalahkan Rumania, karena dengan begitu, Italy memiliki kesempatan bila juga mampu kalahkan Prancis! Bila tidak, maka angkat saja kopernya Donadoni keluar lapangan, biar dia pulang sendirian!
Sebaliknya, sangat beda dan hambar rasanya bila tanpa sang jago, gol sini teriak gol, gol sana teriak gol, tak jelas mendukung siapa, tak ada yang menggelorakan, tak ada yang menarik, semua nampak biasa dan berlalu begitu saja. Nggak tahu kalau memang jadi wasit atau pengamat saja, hehehe...
Bermain seri 1:1 melawan Rumania, Italy memang mendebarkan. Zambrotta... banyak pendukungmu yang berbalik mencemooh, meledek, menyesalkan, tapi itu biarlah sudah terjadi. Luca Toni, mengapa terus diberi kepercayaan mengeksekusi sundulan demi sundulan padahal tak berkutik ditempel Tamas? Roberto “Lionel Luthor” Donadoni... ah capek dech komentar, saya malah berharap dia diganti saja. Beruntung pahlawan hari itu Gianluigi Buffon, jadi masih tersisa peluang tipis maju ke perempat final. Melihat penampilan Belanda yang sangat cemerlang mengalahkan Prancis 4:1, berarti di atas kertas bisa juga kalahkan Rumania, karena dengan begitu, Italy memiliki kesempatan bila juga mampu kalahkan Prancis! Bila tidak, maka angkat saja kopernya Donadoni keluar lapangan, biar dia pulang sendirian!
Selasa, Juni 10, 2008
Tak Tega Nonton Italy Babak Belur Tanpa Balas
Entahlah, malam tadi nggak tega nonton Italy yang kelihatan ringkih banget, permainan nggak berkembang, bobol gol kedua rasanya mata ini nggak tega meneruksan nonton, hiks... sudah begitu nggak ngeh rasanya lihat pelatih Roberto Donadoni, kenapa bukan Mancini? Kalah 3:0 dari Belanda tanpa balas makin bikin rupeg saja. Ah, sudahlah, mau gimana lagi, tapi biarlah Italy berusaha, langkah makin berat, harus bisa kalahin Rumania dan Prancis!
Minggu, Juni 08, 2008
Ngeblog Nyambi Nonton Swiss vs Ceko
Entahlah, hari ini selain nonton bola Euro 2008 sambil baca-baca blog, ternyata ada banyak artikel yang bercerita tentang diri dan keluarganya, terharu dech... Gol! 1 – 0 buat Ceko... kalahin tuan rumah, Swiss! Eh, lah... ini gara-gara nonton bola sambil ngeblog... halah!
Kembali ke cerita, sampai mana tadi, ah... lupa sudah, hmm... iya, ceritanya orang yang cerita di negara sono, yaah... kurang lebih satu lautan dari Yogyakarta, ah... nggak kosentrasi nich... kacau balau, mana yang lebih penting, nonton bola apa ngeblog? Ah... meleset! Tendangan persis depan gawang! Hampir saja Swiss menyamakan kedudukan... huhuhu... sikat! Alaah... meleset jauh, tuh kan pelatih Swiss lompat-lompat terus...
Jadi pilih mana nih, Swiss apa Ceko?
Italy saja dech... :p
Kembali ke cerita, sampai mana tadi, ah... lupa sudah, hmm... iya, ceritanya orang yang cerita di negara sono, yaah... kurang lebih satu lautan dari Yogyakarta, ah... nggak kosentrasi nich... kacau balau, mana yang lebih penting, nonton bola apa ngeblog? Ah... meleset! Tendangan persis depan gawang! Hampir saja Swiss menyamakan kedudukan... huhuhu... sikat! Alaah... meleset jauh, tuh kan pelatih Swiss lompat-lompat terus...
Jadi pilih mana nih, Swiss apa Ceko?
Italy saja dech... :p
Sabtu, Juni 07, 2008
EURO 2008: Forza Azzurri
World Cup 2006 dua tahun lalu dan Euro 2008 ini, sulit sekali untuk tidak mendukung Italy. Seingat saya, saya mengenal Italy sejak World Cup 1982, ketika Paolo Rossi bermain. Dan di liga Italy, jagoku tentu AC Milan.
Berada di group C, ada Belanda, Prancis dan Rumania, weh... cukup berat coy! Tapi gue... eh, saya mantap dech dukung Italy, Forza Azzurri!
Langganan:
Postingan (Atom)