Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 18, 2012

Bayangkan Sebuah Dunia Tanpa Pengetahuan Bebas

Sebagai catatan. Hari ini, 18 Januari 2012 seluruh penentang SOPA dan PIPA melakukan unjuk rasa menggelapkan Internet selama 24 jam dengan sebutan Internet Blackout Day. Lihat Wikipedia edisi bahasa Inggris hari ini.

Kurang lebih terjemahan bebas pesannya seperti ini:

Bayangkan Sebuah Dunia Tanpa Pengetahuan Bebas

Selama lebih dari satu dekade, kami telah menghabiskan jutaan jam untuk membangun ensiklopedia terbesar dalam sejarah manusia. Kini, Kongres AS mempertimbangkan sebuah perundangan yang bisa berakibat fatal pada internet yang merdeka dan terbuka. Selama 24 jam, demi meningkatkan kesadaran akan isu ini, kami menggelapkan Wikipedia.

Berikut Wordpress.com


Bagaimana dengan Indonesia?
Pak Onno W Purbo, pegiat Internet dan Open Source ketika diminta pendapatnya mengatakan:


Referensi:
- SOPA dan Pengaruhnya Bagi Indonesia
- Wikipedia Bahasa Inggris Mulai Dimatikan

Kamis, Juni 03, 2010

Berganti Template Blog Lagi

Bila melihat posting terakhir blog ini, berarti lebih kurang 3 bulan tidak update. Ya, semenjak perubahan template blog ala online news itu. Dan mulai hari ini, saya ganti template lagi kembali ke semula, tetapi dengan warna biru dari sebelumnya warna hijau. Saya sendiri merasa kurang sreg dengan template online news yang tampaknya saya paksakan itu. Apalagi page-rank malah turun menjadi 2 dari sebelumnya 3. Asumsi saya, turunnya page-rank gara-gara (1) perubahan template yang akhirnya orang jadi malas mengunjungi, atau (2) selama 3 bulan nggak pernah di-update, atau (3) bisa jadi template yang kurang ramah terhadap search engine. Kurang ramahnya template ini bisa dilihat dari artikel yang dipotong menggunakan Javascript.

Hmm… tampaknya perlu dicari solusinya dengan aksi nyata, mudah-mudahan dalam 1 bulan ke depan 3 masalah di atas bisa teratasi dengan naiknya page-rank menjadi 3, semoga.

Kamis, Maret 04, 2010

Ngeblog di Blogger bisa Langsung lewat Ponsel!

Melalui Twitter, @blogger telah mengumumkan fasilitas FTP yang sayangnya, ketika saya klik tautnya malah diarahkan ke dashboard akun blogger ini. Kaget campur senang, karena selama ini kalau posting blog via ponsel, maka teknik yang saya gunakan adalah posting via email, tapi kini lebih mudah bisa langsung menuju dashboard yang tampilannya ramah dan user-friendly, bahkan bisa nge-Buzz pula, weleh... weleh...

* Diposkan melalui perangkat bukan BlackBerry, tapi N70 dan Opera Mini.

Rabu, Februari 03, 2010

Jakarta Memang Berisik!

Di ranah social-media, saya lebih aktif mengakses dan berbagi informasi di Twitter daripada Facebook, bukan tanpa alasan, setengah tahun terakhir saya melihat Twitter sangat populer dan mudah dalam berbagi informasi. Perkembangan Twitter terus meningkat, sysomos, lembaga analisis social-media merilis jumlah pengguna Twitter dari Indonesia menduduki peringkat ke 6 dunia, fantastis!

Ok, baiklah, di sini tercatat Twitter sangat populer di Indonesia, itu berarti ada ceruk, tapi Indonesia bagian mana? Sysomos melaporkan bahwa Jakarta adalah kota teramai aktivitas tweet-nya di Indonesia, ini berarti Jakarta membuktikan memang sejak dari dulu biangnya keramaian. Lalu siapa biangnya keramaian Jakarta di Twitter? Tengoklah artis, berapa jumlah follower-nya? Padahal tweet-nya biasa saja seputar perbincangan dengan sesama artis dan Jakarta, malahan sering tak bisa bedakan antara nge-tweet dengan chatting, bahkan kontennya tak jelas, intensive, tapi orang suka, follower-nya puluhan ribu, aneh. Belum lagi media seperti Detik, Kompas, Vivanews, Republika, Antaranews, dan sebagainya semua berbau Jakarta!

Tampaknya untuk melawan keberisikan Jakarta saat ini tidak mudah, berisik tak perlu dilawan dengan berisik, cukup kalem tapi informatif saja. Ini bisa dimulai oleh media lokal seperti @Tribunkaltim yang sudah aktif nge-tweet berita lokal, sedangkan Kaltimpost -- saat ditulis blog ini -- malah belum memiliki akun Twitter resmi. Sebenarnya berita lokal tak perlu diragukan, tweeps yang nge-tweet dengan berita-berita positif, valid, dan akurat akan sangat membantu orang lain. Saat mendengar kabar berita dari istri saya tentang kebakaran kilang Pertamina lalu saya cukup panik dan membutuhkan informasi yang jelas, mengingat anak-anak tinggal dekat kilang tersebut dan mengungsi di rumah pakdenya, sedangkan saya sedang di luar kota. Tapi syukurlah saya mendapatkan foto cepat dari tweeps lain dan ini membantu saya dan saya pasang di Facebook. Kemudian Detik dan Liputan 6 memperjelasnya dengan berita. Lagi-lagi, informasi saya dapatkan dari Jakarta.

Jakarta memang berisik.

@suburanugerah

Rabu, Januari 27, 2010

You're not a detached observer

Jauh sebelum Internet hadir, para profesional dan ilmuwan membutuhkan informasi dari sumber pengetahuan yang berfisik besar, seperi buku tebal maupun catatan yang dikumpulkan dari ribuan macam percobaan, hingga tersusun dan disimpan dalam perpustakaan. Kemudian perpustakaan menjadi salah satu sumber utama dan rujukan berbagai sumber ilmu pengetahuan untuk dikembangkan lebih lanjut. Akumulasinya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin meningkat dan semakin lebih baik. Dengan demikian, semakin banyak membaca dan bereksperimen pada bidang yang ditekuninya, semakin memperkuat pengetahuan dan pengalaman seseorang untuk menjadi ahli dibidangnya tersebut.

Waktu kini berubah, Internet hadir menjadi bagian dari pekerjaan, gaya hidup, atau sekedar hiburan, selain menjadi perpustakaan digital yang dapat memperkaya sumber ilmu pengetahuan. Seiring dengan itu, banyak orang memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik dan fokus dalam menerima informasi penting yang dibutuhkan dari Internet, dan Internet secara simultan tanpa henti memberikan informasi tak terbatas. Tetapi pastinya, kemampuan memory manusia sangat terbatas bila dijadikan repository yang digunakan untuk menyimpan miliaran informasi dari Internet, bahkan informasi selingan (distraction) --seperti update status, gosip selebritis, tebak-tebakan, atau selingan lainnya -- pun bisa membuyarkan fokus pikiran dalam mengerjakan atau mengingat sesuatu yang penting. Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana mengenali kemampuan diri untuk fokus dalam pekerjaan yang ada saat ini daripada sekedar memiliki banyak informasi pengetahuan tetapi tanpa tindakan berarti.

Kini, Internet menjadi external knowledge yang dapat digunakan sebagai sumber pengetahuan yang tak terbatas, tanpa perlu banyak mengingat dan menyimpannya dalam memori otak yang terbatas, sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan internal saja. Kebutuhan internal itu sendiri adalah fokus untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan bidang yang dihadapi saat ini.

Meski demikian, Internet memiliki kesamaan dengan perpustakaan konvensional, yaitu informasinya akan menjadi “sampah” bila tidak diperbarui, diperbaiki, dikembangkan, dan ditingkatkan lebih baik oleh pengguna Internet itu sendiri. JD Lasica, founder dan editorial director socialmedia.biz memberikan tips: “Be human. You're not a detached observer, but a participant who need to share and give back instead of just taking.”

Have a nice day!

Senin, Juli 13, 2009

Bermain dengan RIA, Rich Internet Application


Tampaknya RIA akan menjadi mainan bagus di masa depan, beberapa waktu lalu saya sempat mencoba Facebook for AIR, tapi ternyata menggunakan resource CPU yang cukup tinggi. Sempat saya penasaran dengan Time Desktop, yaitu aplikasi desktop untuk pembaca Time.com, dan kecewa berat pada e-paper Kompas dan beberapa media Internet yang... ah, no-comment lah, namun kini terhibur kembali dengan adanya New York Times, dan wasting time bersama Seesmic Desktop yang cool banget.

Dari sisi Technological Mix, dukungan terhadap RIAs muncul beragam dari beberapa single technology macam Adobe dengan Adobe AIR, Microsoft dengan Silverlight, Sun Microsystems dengan JavaFX, atau Open Laszlo berbasis Open Source yang kompatibel dengan Flash dan diklaim tidak menyebabkan vendor-lock-in, tetapi yang perlu dari semua itu adalah pemanfaatan RIAs haruslah sama secara bebas digunakan untuk lintas platform, prinsipnya one runtime environment for all.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, Juli 04, 2009

Format e-Paper Kompas.Com Memaksa Banget

Saya tidak habis pikir rasanya, benar-benar tidak menduga epaper.kompas.com begitu cepat berubah. Sebagai salah satu pengguna Linux, saya menggunakan epaper.kompas.com untuk koleksi kliping artikel dengan cara take-screenshot, baik artikel berita maupun iklan inspiratif yang menarik saya. Saya tertarik situs tersebut dan pernah saya posting di blog saya, dan saya biasa suka mengoleksi kliping digital, seperti yang pernah saya tempel juga di blog saya ini. Saya akui, cukup berat untuk mengakses epaper Kompas dengan bandwidth minimalis IM2 milik Indosat yang saya langgan ini. Saya tidak tahu mengapa IM2 sangat minimalis, apakah karena harganya murah hanya 100 ribu perbulan unlimited, ataukah karena memang kualitasnya hanya sampai disitu saja? Saya tetap tidak tahu alasan pastinya, dan saya harap ini bukan pencemaran nama tidak baik IM2. Meski demikian, bila suatu saat bandwidth mencukupi dan ada kesempatan membaca, saya dapat mengakses epaper untuk sekedar membaca koran digital itu. Ini mempermudah saya dengan segala keterbatasan untuk mendokumentasikan berita pilihan saya. Namun bila bandwidth mengecil, saya hanya puas mengakses situs berita yang saya langgan di Google Reader melalui perangkat genggam sederhana saya.

Dengan adanya perubahan platform epaper -- yang sebelumnya cukup ramah digunakan oleh beberapa platform -- menjadi hanya untuk satu platform sistem operasi tertentu, maka dampaknya banyak pengguna Linux yang tak berkutik dan tidak dapat mengakses format epaper.kompas.com terbaru itu, meskipun ada tambahan instalasi mono sekalipun. Kini, situs itu walaupun kelihatan tambah canggih, tapi serasa menjadi tidak menarik lagi karena membatasi ruang gerak pembacanya, dan pembaca serasa dipaksa untuk berpindah menggunakan platform yang jelas-jelas bukan menjadi pilihan dan kebutuhannya. Bagi saya ini soal kultur saja, ibaratnya wong ndeso yang biasa nongkrong di warung angkringan nasi kucing yang ekonomis, halal, bikin kenyang dan bergizi, maka tujuan mengisi perut sudah tercapai, daripada wong ndeso sok kaya tapi suka "membajak" alias makan nggak bayar di McDonald, taunya malah bikin sakit perut dan muntah karena nggak cocok. ;-)

Tapi sudahlah, itu sudah menjadi keputusan manajemen Kompas.com selaku enterprise. Bagi saya, semua itu menjadi pelajaran penting bagi organisasi bisnis apa saja, untuk mempertimbangkan kembali langkah penerapan TI tidak hanya berdasarkan teknologi semata, tapi juga atas dorongan bisnis. TI bukan lagi dipandang sebagai pendukung proses bisnis saja, melainkan kebutuhannya lebih didasarkan atas dorongan data fungsi bisnis sesuai kondisi saat ini dan rencana masa depan. Sama seperti situs Internet Banking saat ini, situs media memiliki salah satu fungsi bisnis menjangkau dan melayani customer yang platform-nya heterogen dan dipandang sama, tanpa mendiskriminasi sedikitpun customer yang lain. Nah, disitulah tantangan situs perusahaan berbasis layanan menjalankan TI selaras fungsi bisnis untuk meraih visi yang lebih besar.

Jumat, Maret 27, 2009

Mengelola Email Komunikasi Bisnis

Suatu hari sembari membaca koran ketika menunggu pesanan ayam goreng, ikan bawal dan ikan nila goreng di warung langganan, tiba-tiba perhatian saya tertuju pada iklan bisnis tentang Email Communication Management. Saya jadi teringat beberapa hal tentang email, pesan singkat hingga status Facebook dari beberapa kolega, yang saklek dengan aturan penulisan. Sebagai misal kesalahan ketik, seperti kurang satu atau lebih huruf pada sebuah kata, penggunaan huruf kecil dan besar, susunan kata dan kalimat, paragraf, tanda petik, koma hingga titik. Ia akan sangat terganggu profesionalismenya apabila tulisannya dibiarkan salah ketik. Dan konon, orang yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan melaui tulisan, belum tentu memiliki kemampuan verbal yang tinggi juga. Meskipun ada, tapi para versaitilis, yaitu orang yang memiliki kemampuan komunikasi verbal dan tulis, sedikit jumlahnya.

Baiklah, kembali pada iklan bisnis Email Communication di atas, saya tertarik pada trik dan rahasia, begitu yang disebut di iklan, dari sisi pengelolaannya. Tentu saja, saya tidak mengutip mentah-mentah trik dan rahasia yang disebutkan di iklan, yang menyebutkan penggunaan perangkat lunak berbasis proprietary dan berharga mahal, apalagi ternyata untuk mendapatkan trik dan rahasia tersebut tidaklah murah. Saat ini pun, bila mau mencarinya telah tersedia banyak resource maupun perangkat lunak bebas yang bisa digunakan secara mudah dan gratis untuk keperluan bisnis, baik untuk bisnis skala kecil menengah, hingga menengah ke atas. Nah, tak usah banyak cincong, beberapa point penting dalam trik dan tips pengelolaan Email Communication tersebut antara lain:
  • Maksimalkan fungsi dan setting email client untuk mendukung komunikasi bisnis, sebaiknya dipertimbangkan pula perlu tidaknya menggunakan email client, atau cukup memilih email berbasis web yang lebih fleksibel.

  • Sinkronkan email pribadi dengan email pekerjaan/kantor, baik menggunakan laptop maupun handled device.

  • Memelajari cara menulis dan berbahasa dalam beremail sesuai dengan etika bisnis.

  • Memelajari cara membuat database email mitra kerja, relasi bisnis, hingga orang terdekat.

  • Memelajari cara membuat email merge, yaitu mengambil beberapa data dari database email untuk pengiriman dalam jumlah banyak dalam satu kali klik.

  • Memelajari cara membuat dan mengelola grup internal maupun eksternal untuk mendukung komunikasi searah maupun diskusi dua arah dalam proses bisnis.

Point-point di atas tidak dibahas secara detail di sini, tapi jangan kawatir, Internet menyimpan informasi yang tak kalah luasnya, so sorry banget, tips ini bukan untuk email marketing buat nyepam. :-)

Semoga bermanfaat..

Minggu, Desember 14, 2008

Internet: Jangan Percaya Siapapun


Jangan percayai siapapun di Internet, begitu bilangnya detikinet.com, nah loh!

Penyangkalan: Gambar di atas ini diambil dari screenshot layar Detikinet.Com, dan tulisan merujuk ke sumbernya langsung. Penulis tidak bertanggung jawab atas penggunaan artikel ini dan itu apabila ada pihak yang merasa dirugikan, tersinggung atau tersungging dengan membaca atau merujuk artikel ini dan itu.

Jumat, September 05, 2008

Keamanan Data: Hati-hati dengan Situs Pertemanan

Entah sudah berapa kali saya mendapat undangan untuk bergabung dalam jaringan situs pertemanan, mulai tagged, friendster, hi5, fupei, multiply, dan sebagainya -- kecuali facebook belum pernah. Tetapi dengan amat sangat, kiranya saya mohon maaf mungkin belum bisa memenuhi ajakan undangan untuk bergabung fren-frenan seperti ini. Tentu, bukannya saya tidak menghargai undangan rekan semua, justru saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan, kolega, maupun kenalan yang telah mengundang saya, tetapi karena banyaknya hal-hal yang menyebabkan saya kurang memperhatikan situs-situs pertemanan inilah yang akhirnya jadi terbengkalai. Sayang kan, sudah keluar waktu, biaya dan susah-susah membuatnya akhirnya jadi teronggok begitu saja. Tak heran, friendster saya jarang sekali saya tengok atau update. Tetapi karena sudah membuat akun friendster, akhirnya sesekali bila ada pesan atau ingin mengajak bertemanan mau tak mau saya meresponnya, tentu dengan senang hati. ;-)

Yang perlu diperhatikan bagi yang gemar mengupdate situs pertemanan adalah soal keamanan data penting. Ambil contoh salah satu situs pertemanan di atas, pada saat mendaftarkan diri untuk bergabung, ada langkah yang harus dilalui yaitu mengisikan alamat email dan password email, sebenarnya bisa diabaikan, tetapi link atau icon untuk mengabaikan ini letaknya -- disengaja -- tidak menyolok. Apabila ceroboh, user awam biasanya tanpa curiga memasukkan email beserta passwordnya karena dianggap sebagai syarat yang musti dilalui. Jangan mudah percaya, ini sangat berbahaya! Biasanya situs ini akan menjaring data pada akun email tanpa diketahui pemiliknya, seperti address book misalnya. Siapa yang bisa menjamin bahwa situs pertemanan ini tempat yang aman dan tidak mengeksploitasi data-data penting email Anda? Perhatikan juga, situs pertemanan biasanya tidak dilengkapi security yang baik -- semisal SSL -- untuk melindungi data mentah yang Anda gunakan ketika men-submit data. Untuk menangkap data Anda di jaringan Internet publik misalnya, itu mudah sekali, hanya berbekal software dari Internet yang tersedia bebas dan gratis data Anda akan mudah dieksploitasi orang yang tidak bertanggung jawab, atau orang yang mengaku bertanggung jawab sekalipun!

Untuk itu, mari lebih bijak dan berhati-hati. Mudah-mudahan bermanfaat.

Kamis, Juli 31, 2008

Membuat Situs ala DetikCom dengan Wordpress


Ternyata menggunakan Wordpress itu menyenangkan, setidaknya itu yang saya rasakan. Adanya perbaikan yang terus berkelanjutan, framework yang mudah dipelajari, desain themes yang sangat bervariasi dan mudah dikembangkan, plugin serta dukungan yang luas dari penjuru dunia memungkinkan Wordpress semakin berkembang pesat. Berbagai macam bentuk dan desain situs, baik yang sederhana hingga yang rumit, dengan Wordpress, itu semua bisa dikondisikan dalam keadaan serupa tapi tak sama. Sifat Wordpress yang terbuka, menjadikannya sebagai salah satu Content Management System (CMS) yang unggul dan memiliki komunitas yang luas dan kuat.

Seperti yang saya rasakan baru-baru ini, mengoprek dan mengaturnya pun tak begitu repot. Ketika melihat situs Detik.Com yang baru, kadang ada rasa semacam tantangan: bagaimana membuat dan mendesainnya? Bisakah cukup dibuat dengan Wordpress? Hmm... itu tak mudah. Beruntung, situs obyek contoh sudah ada, kali ini adalah situs detiksurabaya.com, sedang obyek client adalah stikom-bpp.ac.id. Repotnya, tak cukup tersedia waktu, tenaga dan tak punya senjata layaknya pegangan para desainer web pro. Mau tak mau, harus menyesuaikan kondisi apa adanya, lagi pula tak mau ambil resiko atau mengambil jalan pintas, so simple saja.

Maka, dimulailah proyek tantangan itu, berbekal senjata Ubuntu GNU/Linux, Apache, MySQL, Cssed, Bluefish, Gimp, dan beberapa koleksi browser seperti Firefox, Epiphany, Galeon dan Opera untuk sarana testing dan implementasi. Plus VirtualBox untuk menjalankan browser IE7 dan browser yang running di Windows, kemudian mengakses situs yang diuji coba di server local, akhirnya syukurlah tampilan tak berantakan lagi. Lega... Capek dolo ah... kering lagi. :P

Rabu, Mei 28, 2008

Pengalaman Transaksi Online Ticketing


Membaca pengalaman Pak Adriyanto membeli tiket pesawat Mandala Air di mandalaair.com, saya jadi teringat pengalaman yang sama yang sudah saya lakukan hingga kini. Tak beda jauh dengan pengalaman beliau, pembelian tiket secara online saya lakukan sudah berjalan beberapa waktu yang lalu, juga termasuk rekan-rekan lainnya yang 'senasib' dengan saya.

Saya sendiri menjadi member untuk beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan pembelian tiket secara online. Untuk menjadi member pun cukup mudah dan gratis. Dari beberapa maskapai tersebut, yang sering saya gunakan adalah Mandala Air dan Lion Air, sedang Batavia Air agak sulit, karena setahu saya hanya menyediakan pembayaran via kartu kredit Visa atau Mastercard. Pernah ketika mencoba memasukkan data Visa ATM Mandiri ternyata tidak bisa diproses oleh sistem, ya sudah akhirnya batal dan cari yang lebih mudah. Bagaimana dengan Garuda? Belum pernah dicoba, sejak penghapusan rute penerbangan Balikpapan-Jogjakarta, saya tidak tahu lagi kabarnya.

Sekedar menambahkan informasi yang sudah ada, dengan adanya pembelian tiket online ini kadang membuat saya menjadi agak selenge'an. Betapa tidak, tiket pesawat yang saya gunakan cukup berupa print-out ATM saja, kertas faksimili kecil, lusuh, dilipat dan disimpan di dompet, kelihatan remeh temeh dan tidak berguna. Bisa juga berupa print-out pembayaran dari Internet Banking atau cetak kode pemesanan pada ½ halaman folio atau lebih kecil lagi untuk diselipkan ke dompet bercampur dengan karcis-karcis lainnya. Kok begitu? Bagaimana bila melewati petugas penjaga bandara ketika hendak masuk pemeriksaan bagasi atau ketika check-in? Syukurlah, selama ini saya lancar-lancar saja. Tetapi ini bukan saran yang baik bila sewaktu-waktu ada masalah nantinya, jadi jangan hanya bergantung penuh pada print-out pembayaran dari bank saja. Sangat disarankan juga mencetak tiket yang dikeluarkan oleh sistem pembelian tiket maskapai penerbangan tersebut. Sehingga bila ada masalah ketika melewati pemeriksaan diharapkan akan lebih mudah dan membantu.

Selain itu, kemudahan yang saya dapatkan adalah pengiriman berita melalui email, kemudian bisa membandingkan harga tiket antar maskapai penerbangan dan memilih harga tiket yang paling murah, juga memilih waktu keberangkatan (seperti tiket lebaran tahun ini oleh Air Asia) yang jauh hari sudah disediakan dan mulai diserbu masyarakat, dan beberapa kemudahan lainnya.

Sayang sekali, hampir semua sistem pembelian tiket online yang saya gunakan saat ini tidak menyediakan aplikasi pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan untuk umum, hanya disediakan untuk kantor cabang atau agen resmi saja. Sehingga bila melakukan pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan harus melalui kantor cabang terdekat, plus biaya administrasi dan pembatalan yang disesuaikan dengan perubahan harga. Saya tidak tahu bila seandainya ada perubahan jadwal, taruhlah mundur beberapa hari dari jadwal sebelumnya, apakah dengan demikian harga bisa jadi lebih murah? Sepertinya tidak ada penurunan harga, coba lihat kembali fare-rules.

Saya berpendapat bahwa untuk membuat aplikasi pembatalan atau perubahan jadwal tersebut sebenarnya mudah saja dibuat, tetapi ini mungkin berkaitan dengan faktor lainnya yang harus dipertimbangkan, seperti faktor sosial dan keamanan. Bila awareness masyarakat tentang fungsi Internet dan e-commerce terus tumbuh dan membaik, tak pelak agen-agen penjualan tiket suatu saat akan banyak yang tutup. Seperti halnya banyak wartel (warung telekomunikasi) yang saya temui akhir-akhir ini sudah banyak yang tidak beroperasi, mengingat biaya telekomunikasi saat ini juga sudah semakin murah dan mudah.

Lalu, bagaimana dengan harga melalui pembelian tiket online ini? Setahu saya lebih murah bila dibandingkan dengan harga dari agen, selisih beberapa puluh ribu saja, jadi kalau Anda berminat membuka jasa penjualan tiket penerbangan saat ini masih terbuka kesempatan lebar... ;-)

Rabu, Mei 07, 2008

Keamanan Akses Internet pada Jaringan Komputer Publik

Sudah beberapa kali setiap saya mampir di warnet, kadang secara tidak sengaja menemukan celah suatu situs atau data pribadi yang oleh pemiliknya dinyatakan sangat penting, entah disengaja atau tidak data tersebut beredar sangat bebas. Bahkan data XML yang berisi username dan password pun dengan teledor dibiarkan terpaku pada software ftp. Pada jaringan wired maupun wireless publik, biasanya kelihatan sudah diatur cukup baik oleh admin jaringan tersebut, bahkan diset sangat terbuka agar client dengan mudah menggunakannya, kendati demikian justru hal seperti ini perlu diwaspadai, sebab dari sisi client atau pengguna jaringanlah yang mungkin banyak dengan mudah dieksploitasi.

Dua hari kemarin, karena jatah quota bandwidth 1,2 Gb saya bulan Mei ini telah habis dalam 3 hari saja gara-gara sedot Ubuntu Hardy, mau tak mau kalau ada kesempatan saya mampir ke warnet wifi. Saat itu juga masih saja menemukan beberapa komputer pengguna yang terbuka lebar yang berisi data-data penting pribadinya. Satu yang perlu diperhatikan bagi pengguna adalah soal keamanan dan pengamanan diri sendiri, dengan menutup celah aliran paket data yang mungkin bisa dieksploitasi. Gunakan sistem operasi yang memiliki update security yang baik, jangan ambil resiko menggunakan sistem yang jadul untuk keperluan vital. Siapkan network analyzer yang memadai seperti kismet, wireshark, ethereal dan semacamnya untuk memantau paket data yang mencurigakan. Walaupun begitu, tidak ada system yang 100% secara teknis aman. Kesalahan justru lebih banyak karena kecerobohan dan human error. Apabila terpaksa mengakses email penting dari webmail lewat jaringan wifi publik, ubah kembali password dengan segera secara aman. Paranoid? Nggak juga, hati-hati adalah lebih baik daripada sembarangan. Ingat, kejahatan bukan hanya timbul atas adanya niat saja, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

Senin, November 05, 2007

Dial-up Internet pada Ubuntu, N70 dan Telkomsel Flash atau 3G

Berikut adalah catatan saya yang sudah cukup lama, barangkali ada manfaatnya bagi pembaca. Koneksi Internet menggunakan Ubuntu Gutsy Gibbon, Nokia N70 sebagai modem, dan kabel data serta Telkomsel Flash. Ada dua cara dial-up yang saya gunakan yaitu dengan wvdial atau dengan KPPP, tetapi yang lebih sering adalah dengan menggunakan KPPP, it's simple.
Berikut tips menggunakan KPPP, dengan catatan Ubuntu telah terinstall KPPP:

  • Hubungkan usb kabel data N70 dengan komputer, periksa apakah device sudah dikenali atau belum, ketik Terminal:
    $ dmesg | tail
    ...
    [ 2395.704000] cdc_acm 1-1:1.8: ttyACM0: USB ACM device
    ...
  • Buka konfigurasi KPPP, pilih tab Modem, pilih New, dan set Device dengan nilai Modem device seperti point 1 di atas:

  • Kemudian masuk ke tab Account, pilih New, Create New Account, pilih tombol Manual Setup, dan pilih tab Dial, masukkan nilai seperti berikut:

  • Lakukan uji coba koneksi, buka aplikasi KPPP, pilih Connect to flash, Login ID: wap, Password: wap123, lalu kilik Connect, voila!


Sedangkan bila menggunakan wvdial, langkahnya sebagai berikut:

  • Hubungkan usb kabel data N70 dengan komputer, periksa seperti apakah device sudah dikenali atau belum, ketik pada Terminal:
    $ dmesg | tail
    ...
    [ 2395.704000] cdc_acm 1-1:1.8: ttyACM0: USB ACM device
    ...
  • Edit konfigurasi wvdial.conf menggunakan text editor, ketik:
    $ sudo nano /etc/wvdial.conf
  • Masukkan paramater sebagai berikut:
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","flash"
    Modem Type = USB Modem
    Baud = 460800
    New PPPD = yes
    Modem = /dev/ttyACM0
    ISDN = 0
    Phone = *99#
    Password = ''
    Username = ''
    Stupid Mode = 1
  • Simpan, dan lakukan uji coba koneksi Internet dengan mengetikkan:
    $ wvdial

Kemudian enter, tunggu proses koneksi. Voila!

Selamat mencoba!

Sabtu, Oktober 20, 2007

Download Gutsy Gibbon dengan TelkomselFlash


Tepat rilis Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon, 18/10/2007, saya mengunduh .iso yang tersedia menggunakan TelkomselFlash, kartuHalo dan N70-1 sebagai modem plus kabel data. Mencoba FOSS-ID maupun si kambing sangat tanggung, karena waktu itu mungkin banyak yang berebut jalur pipa, setelah coba-coba akhirnya pilih server mirror dari Jepun. Untuk ukuran .iso 700Mb butuh waktu 8 – 10 jam, dengan rerata perpindahan berkas antara 14 kBps – 45 kBps, kurang dari itu harus berhenti agar hemat waktu dan biaya dan dilanjutkan lain waktu (Resume).
Selama proses unduh bisa juga merambah yang lain atau mengunduh program kecil. Karena saya berlangganan 40 jam sebulan dengan biaya Rp 100.000, maka biaya perjamnya adalah Rp 2.500,-. Dengan demikian, untuk 10 jam proses unduh terkena biaya Rp 25.000,- saja dengan syarat masih masa promosi ... :P

Sekarang tinggal “gojekan” bareng Gutsy Gibbon, jangan nakal ya ...

Jumat, September 28, 2007

Pengalaman dengan Starone

Bulan lalu, seperti yang telah saya tulis sebelumnya mengenai bermasalahnya deactivate layanan tambahan Paket Internet 150k Starone, yang ternyata memang benar bahwa saya masih ditagih sisa pembayaran yang pihak Indosat sendiri lakukan kesalahan. Akibatnya, nomor Starone pasca bayar saya tidak dapat melakukan panggilan keluar lagi per tanggal 23/09 karena diblokir, duuh ...

Atas dasar itu dan posisi saya yang berada di Yogyakarta, dengan nada geram saya menulis klaim melalui email ke bagian support@mystarone.com. Tak lupa juga saya tambahkan "ancaman" seperti dibawah ini:

    Karena saya berada di Yogyakarta, saya tidak mau datang ke Indosat Balikpapan hanya sekedar mengurus beginian, cukup merugikan. Apabila dalam tempo 1x24 jam tidak ada tanggapan dari pihak Indosat, saya tidak akan membayar apapun kepada Starone Indosat dan tidak akan bertanggung jawab atas penggunaan nomor +62 542 xxxxxxx saat ini juga

Kurang dari 24 jam sudah mendapat balasan, serta verifikasi oleh mbak Fanny dan pembukaan blokir pada hari berikutnya, tanpa perlu repot mendatangi Gedung Kuning Indosat Balikpapan (sambil bawa golok misalnya).

Cukup jadi pengalaman berharga atas ketidaknyamanan suatu layanan.

Rabu, September 19, 2007

Menutup Paket Internet Starone dan Kesalahan Rekam Billing

Akhir bulan Agustus lalu, tepatnya 27 Agustus 2007, saya mengajukan permohonan ke Indosat Balikpapan untuk menutup paket Internet Starone per 1 September 2007, dengan bukti formulir perubahan layanan. Alasan saya menutup paket ini karena kepindahan saya ke Yogyakarta dalam kurun waktu 2 tahun kedepan. Selama saya menggunakan Internet Starone yang sudah berjalan 1 tahun, saya akui cukup memuaskan untuk digunakan sekedar browsing, chatting, upload file maupun download, Dengan hanya berbekal sebuah ponsel Nokia 2865 plus bluetooth, beberapa pekerjaan ... alhamdulillah dapat terbantu dengan baik. Pada awal beberapa bulan saya berlangganan, satu hal yang saya akui cukup membuat saya puas adalah koneksivitas dan kecepatannya, namun nampaknya akhir-akhir ini mulai melambat dan koneksinya kadang-kadang terputus, sekali lagi kadang-kadang ... atau bisa dikatakan jarang.

Hari selasa lalu selagi mumpung berada di Balikpapan, saya berniat melunasi tagihan bulan Agustus langsung ke gedung kuning Indosat Balikpapan, sekaligus memastikan apakah benar permohonan saya menutup paket Internet sudah tercatat dengan benar ataukah jangan-jangan ada tagihan membumbung tinggi, maklumlah saya gelisah setelah membaca postingan Mas Romi ini. Dan ternyata benar, ketika saya hendak membayar di kasir, saya mendapatkan tagihan yang sangat mengagumkan semenjak mulai berlangganan, bayangkan, jumlah tagihan sebanding dengan tagihan selama 2 bulan. Saat itu saya hanya menyediakan uang sejumlah yang biasa ditagihkan setiap bulannya. Saya masih berpikir positif terhadap billing tagihan dan berniat segera melunasinya dengan menggunakan ATM Bank Muamalat. Aneh, biasanya ATM ini bisa digunakan pada mesin ATM BCA, ok dech, sekalian saya ingin periksa rekening korannya. Setelah Customer Service (CS) mencetaknya, terlihatlah kesalahan fatal itu, perubahan layanan berlaku efektif mulai tanggal 28/08, mestinya sesuai formulir tercatat tanggal 01/09. Ini berarti, apabila saya menggunakan layanan Internet mulai tanggal 28/08 akan terkena charge retail Rp 3,-/Kbyte. Dari sini sudah bisa ditebak, karena saya masih berpikir positif dan terus menggunakan layanan akses data Internet hingga sebelum tanggal 01/09, tentu jumlah tagihan jadi membengkak! Aboh tenan!

Jelas, perlahan suara saya mulai menaik ..., tapi syukurlah, saya membawa bukti formulir perubahan layanan itu. Sehingga CS memeriksa kembali rekening koran tersebut dan sejenak menunggu proses, akhirnya ... saya membayar dengan biaya normal. Tetapi jangan dikira saya lega, karena saya masih risau ... apakah kini saya benar-benar terlepas dari jerat layanan paket Internet yang katanya sudah diubah itu, ataukah masih ditagihkan nanti pada bulan berikutnya?

* Sembari melirik TelkomselFlash ... *

Selasa, Januari 16, 2007

Akses Internet Melambat?

Sudah beberapa hari ini akses Internet melambat, kenapa ya? Memang sepertinya tidak semuanya, hanya beberapa saluran tertentu saja. Padahal Google dan Yahoo juga tidak masalah, blogger.com yang biasanya lambat malah kini terasa cepat sekali. Beberapa situs lokal macam detik.com, dikti.org, vlsm.org nggak masalah, tapi beberapa situs yang hosting luar negeri sangat lambat, priyadi.net sampai lelet banget, beberapa weblog dari wordpress.org juga lelet.

Ada apa lagi sech?

Jumat, Desember 15, 2006

Mas Google, Terima Kasih ya ...



Iseng-iseng saya mencari software cracker gratisan di Internet, dan salah satu pembantu setia saya adalah Mas Google. Tentu saja, mencari software cracker adalah langkah ilegal di dunia per-softawre-an, dan jika mencari software beginian merupakan makanan empuk yang sarat dengan spyware, malware, virus, dan para dedengkotnya. Oklah, saya langsung gunakan kata kunci dan mendapatkan alamat yang saya kira pas, tapi begitu di kilik, muncul pesan dari Mas Google, xixixi ... lucu. Beruntungnya, saya searching under Ubuntu Linux di komputer jinjing saya, lumayanlah ... gratisan nggak mesti norak hehehe ...