Tampilkan postingan dengan label Fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fun. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 04, 2010

Ngeblog di Blogger bisa Langsung lewat Ponsel!

Melalui Twitter, @blogger telah mengumumkan fasilitas FTP yang sayangnya, ketika saya klik tautnya malah diarahkan ke dashboard akun blogger ini. Kaget campur senang, karena selama ini kalau posting blog via ponsel, maka teknik yang saya gunakan adalah posting via email, tapi kini lebih mudah bisa langsung menuju dashboard yang tampilannya ramah dan user-friendly, bahkan bisa nge-Buzz pula, weleh... weleh...

* Diposkan melalui perangkat bukan BlackBerry, tapi N70 dan Opera Mini.

Sabtu, Oktober 18, 2008

Pasang Widget Plurk di Blog


Awal mula kemunculan plurk Mei lalu sempat kucuek-bebekin, rasanya sudah rambut ini makin memutih saja, loh? Apa hubungannya? Ah... enggak.

Begini, pas libur lebaran tempo hari itu sebenarnya banyak catatan singkat sekelumit apa yang sedang aku kerjain, dan sempat pingin ngepost di blog. Tapi apa daya, walaupun ini blog aku sendiri, tapi kan ada yang nge-RSS, apalagi masuk aggregator publik, ya... jadinya mikir 100x kali ya kalo' sembarangan ngepost cuman sebaris dua baris nggak mutu lagi. :P

Lalu pas keluar kelas, eh... lihat ada orang di kampus yang lagi buka laptop langsung asyik nge-plurk, kurang asem, makin bikin penasaran aja, lagian, tak ada salahnya ngeplurk juga. Inilah mungkin bakal teknologi dan social network itu makin terus inovatif dan berkembang. Sedikit saja lengah, teknologi melesat bak kacang hijau meluncur lewat tulup bambu, weks...

Gimana, mau nge-plurk atau ketinggalan jaman? Apa susahnya... hehehe... sekalian, Plurk aku ya, di sini!

* kompor mode on *

Minggu, September 28, 2008

Mana Ada Mahasiswa S2 Tidak Pintar?

Menjelang libur lebaran ini, banyak keluarga yang mengagendakan berkumpul bersama keluarganya dan menghabiskan waktu untuk rekreasi, atau nonton film bareng di rumah, dan setelah itu menjadi bahan perbincangan di kalangan keluarga, acara kumpul-kumpul jadi gayeng. Nah, ada yang sudah menonton film Ayat-ayat Cinta? Konon film ini mengundang kecemburuan bagi banyak wanita terutama yang sensitif dengan poligami. Salah satu adegan dalam film tersebut, Fahri, sangat kebingungan ketika dokumentasi thesisnya di komputer terserang virus, dan ia meminta bantuan pada tetangganya yang perempuan, Maria. Rupanya, adegan ini mengundang tanggapan yang berbeda bagi banyak kalangan, salah satunya di milis cbe ini, berikut kutipan komentarnya:

Mana ada mahasiswa S2 tidak pintar? File tesisnya terkena virus tapi tak mampu atasi, dalam arti antisipasi sebelumnya, buat back up, dsb. sebab tesis menyangkut kelanjutan hidup sebagai mahasiswa di ujung penyelesaian studi, lha kok dodol. Mahasiswa S1 saja sudah canggih, mahasiswa S2 kok ribet.


Mungkin yang mengetahui fakta sehari-hari dan tidak setuju pernyataan di atas akan menimpali, "Pintar apa dulu? Kan Fahri bisa saja belum mengetahui asal muasal virus itu baru atau bukan, lagian belum sempat membackup karena masih baru, jadi ya wajar dong kalau kejadian itu sudah biasa, jangankan yang S2, yang profesor aja terkena virus nyantai aja kok... ayo, pingin bukti?". Tentu, perdebatan akan semakin panjang dan masing-masing orang akan mempertahankan pendapatnya. Jadi, cerita di atas saya tutup sampai di sini. ;-)

Bicara mengenai virus, saya sudah menulis postingan yang barusan sempat saya publikasi di sini, yang saya tulis dalam liputan khusus mudik Yogyakarta-Surabaya-Balikpapan beberapa hari lalu. Kemudian saya sempurnakan kembali setelah mendapatkan lagi keluhan masalah virus dari seorang rekan pada malam 27 Ramadhan kemarin ketika i'tikaf di masjid.

Sila menuju ke artikel Virus dan Perilaku Pengguna Teknologi Informasi

Jumat, September 05, 2008

Keamanan Data: Hati-hati dengan Situs Pertemanan

Entah sudah berapa kali saya mendapat undangan untuk bergabung dalam jaringan situs pertemanan, mulai tagged, friendster, hi5, fupei, multiply, dan sebagainya -- kecuali facebook belum pernah. Tetapi dengan amat sangat, kiranya saya mohon maaf mungkin belum bisa memenuhi ajakan undangan untuk bergabung fren-frenan seperti ini. Tentu, bukannya saya tidak menghargai undangan rekan semua, justru saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan, kolega, maupun kenalan yang telah mengundang saya, tetapi karena banyaknya hal-hal yang menyebabkan saya kurang memperhatikan situs-situs pertemanan inilah yang akhirnya jadi terbengkalai. Sayang kan, sudah keluar waktu, biaya dan susah-susah membuatnya akhirnya jadi teronggok begitu saja. Tak heran, friendster saya jarang sekali saya tengok atau update. Tetapi karena sudah membuat akun friendster, akhirnya sesekali bila ada pesan atau ingin mengajak bertemanan mau tak mau saya meresponnya, tentu dengan senang hati. ;-)

Yang perlu diperhatikan bagi yang gemar mengupdate situs pertemanan adalah soal keamanan data penting. Ambil contoh salah satu situs pertemanan di atas, pada saat mendaftarkan diri untuk bergabung, ada langkah yang harus dilalui yaitu mengisikan alamat email dan password email, sebenarnya bisa diabaikan, tetapi link atau icon untuk mengabaikan ini letaknya -- disengaja -- tidak menyolok. Apabila ceroboh, user awam biasanya tanpa curiga memasukkan email beserta passwordnya karena dianggap sebagai syarat yang musti dilalui. Jangan mudah percaya, ini sangat berbahaya! Biasanya situs ini akan menjaring data pada akun email tanpa diketahui pemiliknya, seperti address book misalnya. Siapa yang bisa menjamin bahwa situs pertemanan ini tempat yang aman dan tidak mengeksploitasi data-data penting email Anda? Perhatikan juga, situs pertemanan biasanya tidak dilengkapi security yang baik -- semisal SSL -- untuk melindungi data mentah yang Anda gunakan ketika men-submit data. Untuk menangkap data Anda di jaringan Internet publik misalnya, itu mudah sekali, hanya berbekal software dari Internet yang tersedia bebas dan gratis data Anda akan mudah dieksploitasi orang yang tidak bertanggung jawab, atau orang yang mengaku bertanggung jawab sekalipun!

Untuk itu, mari lebih bijak dan berhati-hati. Mudah-mudahan bermanfaat.

Minggu, Agustus 17, 2008

Merdeka itu Cinta


Diadaptasi dari film Ayat-Ayat Cinta, menampilkan Fahri Abdullah (Fedi Nuril) dan Aisha Greimas (Rianti Cartwright).

Kamis, Juli 31, 2008

Membuat Situs ala DetikCom dengan Wordpress


Ternyata menggunakan Wordpress itu menyenangkan, setidaknya itu yang saya rasakan. Adanya perbaikan yang terus berkelanjutan, framework yang mudah dipelajari, desain themes yang sangat bervariasi dan mudah dikembangkan, plugin serta dukungan yang luas dari penjuru dunia memungkinkan Wordpress semakin berkembang pesat. Berbagai macam bentuk dan desain situs, baik yang sederhana hingga yang rumit, dengan Wordpress, itu semua bisa dikondisikan dalam keadaan serupa tapi tak sama. Sifat Wordpress yang terbuka, menjadikannya sebagai salah satu Content Management System (CMS) yang unggul dan memiliki komunitas yang luas dan kuat.

Seperti yang saya rasakan baru-baru ini, mengoprek dan mengaturnya pun tak begitu repot. Ketika melihat situs Detik.Com yang baru, kadang ada rasa semacam tantangan: bagaimana membuat dan mendesainnya? Bisakah cukup dibuat dengan Wordpress? Hmm... itu tak mudah. Beruntung, situs obyek contoh sudah ada, kali ini adalah situs detiksurabaya.com, sedang obyek client adalah stikom-bpp.ac.id. Repotnya, tak cukup tersedia waktu, tenaga dan tak punya senjata layaknya pegangan para desainer web pro. Mau tak mau, harus menyesuaikan kondisi apa adanya, lagi pula tak mau ambil resiko atau mengambil jalan pintas, so simple saja.

Maka, dimulailah proyek tantangan itu, berbekal senjata Ubuntu GNU/Linux, Apache, MySQL, Cssed, Bluefish, Gimp, dan beberapa koleksi browser seperti Firefox, Epiphany, Galeon dan Opera untuk sarana testing dan implementasi. Plus VirtualBox untuk menjalankan browser IE7 dan browser yang running di Windows, kemudian mengakses situs yang diuji coba di server local, akhirnya syukurlah tampilan tak berantakan lagi. Lega... Capek dolo ah... kering lagi. :P

Minggu, Juli 20, 2008

KPK dan Mendadak Dangdutan


Menurut informasi di milis kampus, ada banyak acara di Jogja, salah satunya malam minggu ini ada pameran budaya di benteng Vredeburg, Malioboro. Tanpa pikir panjang, habis sholat isya' saya langsung menuju lokasi. Begitu tiba di sana, beuh... kok sepi? Di halaman ada mobil KPK pasang layar tancap, ow... ternyata KPK ikutan kampanye juga tho, sebentar, lihat dulu nonton filmnya KPK, hmm... dibintangi Dedy Mizwar dan para pemain sinetron “Kiamat Sudah Dekat”. Hey! Bukan film ini yang kucari, tapi mau lihat pameran. “Pak, dimana pameran budayanya?” tanya saya pada tukang parkir. “Itu di sana!” sambil ia menunjuk ke arah Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Loh, kok di sana? Curiga, jangan-jangan informasi di milis itu salah, hmm... orang sekarang asal comot dan forward informasi nggak jelas, dasar! Tapi coba dululah, masuk ke benteng, benar, sepi gelap... akhirnya nggak jadi masuk, dan belok kanan menuju ke monumen.




Eee ladalah... yang ditunjuk tukang parkir tadi mendadak dangdutan, ada lomba joget, malah jadi ikutan nongkrong jadi penonton. Anehnya jadi kerasan, nonton acara apa saja di Jogja rasanya suasana juga ikut mendukung. Pasalnya, yang nonton bukan saja anak muda, tapi campur aduk, ada tua muda, kaya nggak kaya, yang ada hanya goyang joget dangdutan, suasananya pun jadi guyub, pantas saja di tempat ini banyak orang sekedar duduk leyeh-leyeh, dengan pasangan atau sendirian tetap asyik saja. Akhirnya saya duduk di bibir jalan dekat orang tua, sembari ngobrol ngalor ngidul nonton goyangan maut artis penyanyi dangdut dan lomba joget. Gila! Itu penyanyi bukan cuman goyang saja, tapi salto, kayangan, jumpalitan, naik tiang besi panggung, putar-putar rambut dan kepala, wah... hebat pokoknya. “Luar biasa, tepuk tangan penonton...” begitu kata Tukul biasanya, hehehe...

Jumat, Juli 18, 2008

Menulis Arab di Linux

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ


Mungkin posting saya ini sudah basi, mengingat hal ini sudah biasa digunakan oleh para pengguna komputer, terutama yang sering menulis tulisan Arab mengutip lafaz Al Quran atau Al Hadist. Bahkan ada orang Indonesia yang sering menggunakan Arab gundul -- tanpa harokat -- untuk menulis keseharian. Lho kok? Iya, saya dulu mempunyai teman yang hanya bisa membaca dan menulis Arab untuk sehari-harinya, bukan tulisan latin atau gedrik -- huruf tegak. Konon ceritanya ia memang SDTT -- sekolah dasar tidak tamat -- tapi pintar mengaji. Kendati demikian, terakhir beberapa tahun lalu bertemu sepertinya ia sudah mahir membaca.

Kembali ke topik, sering saya temui di berbagai milis menanyakan perihal cara menulis Arab di komputer. Kebanyakan jawaban mengarahkan penggunaan sistem operasi Windows Arabic yang sudah dibuat model Arab, atau install software ini itu, jujur saya tidak tahu apa yang diinstall. Dulu, saya pernah menulis Arab menggunakan Symbol pada MS Word, lumayan bagus, tapi Arabnya gundul tanpa harokat, dan keselnya bukan main, karena kilik-kilik satu-satu.

Saya kira, saat ini sudah banyak perangkat lunak untuk menulis karakter huruf yang aneh-aneh ala tulisan Jawa, Bali, Bugis, Rusia, Arab, Tagalog (Filipina), Thailand, Katakana (Jepang), Mandarin (China) dan sebagainya. Hanya yang jadi masalah adalah perbedaan bahasa dan kebanyakan orang belum tahu dan belum terbiasa saja. Nah, coba tanya om Google, banyak sekali informasi yang bisa dicoba.

Kalau saya sendiri lebih suka menggunakan Gucharmap, yaitu aplikasi peta karakter yang memungkinkan untuk menyisipkan karakter spesial tertentu pada sebuah dokumen atau text field. Dengan demikian, saya tak perlu menghapal simbol-simbol Arab pada keyboard atau menempeli simbol huruf Arab pada tiap-tiap tombol keyboard. Cukup bermain dengan mouse dan memilih karakter mana yang hendak disusun. Hebatnya, hurufnya langsung tersambung otomatis seperti demikian:

.اِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَا عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ

Kemudian bila telah tersusun satu atau beberapa kalimat, tinggal di-copy-paste ke OpenOffice Writer, kemudian tambahkan harokatnya di sana. Memang kelemahannya bila menulis dalam jumlah banyak, misalnya 100 kalimat, lebih baik menggunakan keyboard dan diketik langsung pada OpenOffice Writer. Syaratnya hanya aktifkan Arabic style pada Keyboard Preferences. Bila belum ada style Arabic, install lebih dulu SCIM (Smart Common Input Method) juga fonts Arabic. Saya menggunakan Ubuntu, tinggal buka Synaptic Package Manager atau ke terminal, ketik:

$ sudo apt-get install scim

Setelah itu coba lihat di panel atas, biasanya muncul keyboard indicator, tinggal pilih Arabic atau USA. Jangan lupa, instalasi juga paket Arabic untuk OpenOffice, untuk menulisnya pilih font Scheherazade. Ada yang telah menyusun program kecil sehingga memudahkan menulis Arab menyesuaikan style keyboard yang ada, coba kunjungi aksara Arab di wiki.ubuntu-id.org.

Selamat mencoba.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ


Update:
Beberapa browser mungkin tidak bisa membaca dengan baik tulisan Arab di atas. Saya coba Firefox 3, Galeon, Epiphany terlihat masih bisa dibaca. Sedang Opera 9.5 for Linux terlihat putus-putus di antara harokatnya. Sedang di IE7, hanya huruf lam-alif tidak mengikat sempurna.

Minggu, Juli 13, 2008

Dari Kondangan Minum Es Dawet Banjarnegara

Hari minggu lalu, 6 Juli 2008, ada teman yang nikahan di Klaten, kami sekelas -- ada yang bolos -- akhirnya berangkat sama-sama. Jujugan di KPTU, lalu berangkat dengan 5 (6?) mobil, yaa... mirip konvoi, hanya saya dan Azhar naik tigernya. Kenapa nggak sama-sama naik mobil? Yaa... biar bisa lihat-lihat pemandangan, lagian menghindari mabok, si Azhar juga pulang kampung. Lumayan jauh juga sampai di Klaten, lalu acara demi acara berlalu, ya... seperti biasa adat Jawa halus, bahasanya pun sulit saya pahami -- padahal orang Jawa tulen.

Urusan kondangan pernikahannya teman, tahun ini ada banyak yang masuk daftar, pertama si Himawan yang diadain di JEC dan dihadiri para pejabat, ada pak Amien Rais, ada menteri... wah. Orang penting banget. Lalu nikahnya si Dian Gondrong -- sudah jadi bos malah baru nikah -- di Malang. Lalu si Nur di Gresik, yang ini bisanya cuman titip salam doang, si Titik Klaten, disusul bulan Agustus nanti tampaknya juga ada, si Said di Balikpapan, tapi kayaknya enggak bisa datang. Belum termasuk undangan tetangga kampung yang nikah... weleh.




Kembali ke cerita awal, sehabis pulangan kondangan dari Klaten, bareng Azhar saya sempatkan mampir di Bogem -- setelah Prambanan -- pinggir jalan minum es dawet Banjarnegara. Rasanya seger, manis, enak. Lupa sudah berapa kali saya minum es dawet di situ, yang jelas pertama kali saya minum bareng istri dan anak-anak sehabis dari Prambanan tahun lalu. Waktu itu BBM belum naik, sekarang BBM sudah naik pun harga segelas es dawet Banjarnegera masih stabil, Rp 1.000. Padahal, segelas es teh dengan volume yang sama lebih mahal 2x lipatnya.

Senin, Juni 23, 2008

Italia Kalah

Pertandingan perempat final antara Spanyol vs Italia dini hari tadi sebenarnya cukup menarik, apalagi komentator tamu, Pak Din Syamsuddin, ternyata menjagokan Spanyol mengikuti prediksi kebanyakan orang. Waah... penasaran, tapi apa daya... rasa kantuk yang amat sangat membuat mata ini sulit diajak kompromi, bangun-bangun sudah subuh, itupun karena dengar adzan subuh. Tapi lumayan, ada berita pagi, ah... Italia, berakhir di tangan Spanyol lewat adu tendangan pinalti, praktis Group C tak ada wakilnya satupun yang lolos ke semifinal. Sudahlah, kalah menang itu sudah biasa... ;-)

Jadi, jago siapa lagi nich?
Ah... enggak ada, si jago sudah kalah, sulit berpaling ke yang lain... ;-)

Lalu, siapa kira-kira yang menang?
Dilihat saja akhirnya, secara strategi-teknik-fisik itu bisa dilihat tim mana yang kira-kira bakal menang, tetapi dari kemampuan tim yang rata-rata bermain sangat baik serta adanya keberuntungan --kalo orang tua menyebut: wis dadi qodare--, hampir semua prediksi kebanyakan orang tak ada yang benar, ya begitulah, bola itu bundar... ;-)

Rabu, Juni 18, 2008

Italia, Menyebalkan tapi Menang

Ya, itulah laporan pandangan mata saya melihat Italia vs Perancis pada Group C Piala Eropa 2008 ini, entahlah kalau memang demikian adanya. Betapa tidak, pola permainan masih tampak sama dengan permainan sebelumnya ketika melawan Rumania dan Belanda, hampir tak ada perkembangan. Sepanjang pertandingan, biasanya saya tegang, berdebar-debar, teriak dus! Tapi ternyata malam tadi lebih banyak sukanya. Banyak pihak mencibir Italia akan tersisih, tidak salah juga anggapan ini karena pola permainannya yang menyebalkan! Ya begitulah Italia, dari kebiasaan sebelumnya, selalu tertatih-tatih diawal kompetisi, tapi anehnya sering melenggang terus hingga semifinal.

Mari ditunggu saja babak selanjutnya. ;-)

Sabtu, Juni 14, 2008

Italy dan Luar Biasanya Belanda

Menariknya nonton pertandingan itu karena ada yang jadi jagonya, dengan begitu ada pelibatan emosi, ada teriakan keras, ada tarikan napas panjang, detak jantung berpacu kencang membawa aliran darah mengalir deras di seluruh urat nadi, ada gairah yang menggolara mirip pasangan pengantin berpacu di atas ranjang asmara. Ketika sang jago melempem, mandul, dan gagal, maka gairah itu seperti menggantung, menunggu mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk melampiaskannya secara tuntas!

Sebaliknya, sangat beda dan hambar rasanya bila tanpa sang jago, gol sini teriak gol, gol sana teriak gol, tak jelas mendukung siapa, tak ada yang menggelorakan, tak ada yang menarik, semua nampak biasa dan berlalu begitu saja. Nggak tahu kalau memang jadi wasit atau pengamat saja, hehehe...

Bermain seri 1:1 melawan Rumania, Italy memang mendebarkan. Zambrotta... banyak pendukungmu yang berbalik mencemooh, meledek, menyesalkan, tapi itu biarlah sudah terjadi. Luca Toni, mengapa terus diberi kepercayaan mengeksekusi sundulan demi sundulan padahal tak berkutik ditempel Tamas? Roberto “Lionel Luthor” Donadoni... ah capek dech komentar, saya malah berharap dia diganti saja. Beruntung pahlawan hari itu Gianluigi Buffon, jadi masih tersisa peluang tipis maju ke perempat final. Melihat penampilan Belanda yang sangat cemerlang mengalahkan Prancis 4:1, berarti di atas kertas bisa juga kalahkan Rumania, karena dengan begitu, Italy memiliki kesempatan bila juga mampu kalahkan Prancis! Bila tidak, maka angkat saja kopernya Donadoni keluar lapangan, biar dia pulang sendirian!

Selasa, Juni 10, 2008

Tak Tega Nonton Italy Babak Belur Tanpa Balas

Entahlah, malam tadi nggak tega nonton Italy yang kelihatan ringkih banget, permainan nggak berkembang, bobol gol kedua rasanya mata ini nggak tega meneruksan nonton, hiks... sudah begitu nggak ngeh rasanya lihat pelatih Roberto Donadoni, kenapa bukan Mancini? Kalah 3:0 dari Belanda tanpa balas makin bikin rupeg saja. Ah, sudahlah, mau gimana lagi, tapi biarlah Italy berusaha, langkah makin berat, harus bisa kalahin Rumania dan Prancis!

Minggu, Juni 08, 2008

Ngeblog Nyambi Nonton Swiss vs Ceko

Entahlah, hari ini selain nonton bola Euro 2008 sambil baca-baca blog, ternyata ada banyak artikel yang bercerita tentang diri dan keluarganya, terharu dech... Gol! 1 – 0 buat Ceko... kalahin tuan rumah, Swiss! Eh, lah... ini gara-gara nonton bola sambil ngeblog... halah!

Kembali ke cerita, sampai mana tadi, ah... lupa sudah, hmm... iya, ceritanya orang yang cerita di negara sono, yaah... kurang lebih satu lautan dari Yogyakarta, ah... nggak kosentrasi nich... kacau balau, mana yang lebih penting, nonton bola apa ngeblog? Ah... meleset! Tendangan persis depan gawang! Hampir saja Swiss menyamakan kedudukan... huhuhu... sikat! Alaah... meleset jauh, tuh kan pelatih Swiss lompat-lompat terus...

Jadi pilih mana nih, Swiss apa Ceko?
Italy saja dech... :p

Sabtu, Juni 07, 2008

EURO 2008: Forza Azzurri




World Cup 2006 dua tahun lalu dan Euro 2008 ini, sulit sekali untuk tidak mendukung Italy. Seingat saya, saya mengenal Italy sejak World Cup 1982, ketika Paolo Rossi bermain. Dan di liga Italy, jagoku tentu AC Milan.

Berada di group C, ada Belanda, Prancis dan Rumania, weh... cukup berat coy! Tapi gue... eh, saya mantap dech dukung Italy, Forza Azzurri!

Rabu, Mei 14, 2008

Buy Online from Microsoft



Gambar ini saya ambil dari msdn.microsoft.com, setelah login coba masuk Buy or Renew Online. Menurut saya, harga MSDN Premium ini masih wajar saja, sah-sah saja Microsoft jual dengan harga segitu. Tapi buat apa beli? Kalau bahasa Suroboyoan "Lha lapo tuku larang-larang rek, gawe opo... ojok kemlinthi koen... lha wong sing gratisan* ae wis cukup kok!" hihihi...

* baca: PLBOS (Perangkat Lunak Bebas Open Source)

Rabu, Mei 07, 2008

Foto Lawas


Gara-gara melihat banyak iklan tv bercerita tentang rumah tangga dan produk pemutih kulit, saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu ketika belum mendapatkan momongan. Setelah 2 tahun pernikahan barulah nongol si sulung, Nasywa, kemudian 3 tahun berikutnya si bungsu, Shaza. Atas pertimbangan medis, keduanya lahir dengan cara yang sama, bedah cezar, alhamdulillah, semuanya dengan keadaan baik, lancar, sehat dan selamat. Masa 1 tahun setelah pernikahan ketika belum ada anak itulah saya pergunakan untuk 'pacaran' dengan istri saya. Maklumlah, saya menikah tidak didahului dengan masa pacaran seperti anak muda jaman sekarang (wew... emang sekarang sudah tua?), paling hanya lirik-melirik saja hihihi...

Ketika honey moon, bersama dengannya saya jalan-jalan ke Jawa Timur, foto tersebut diambil selepas sholat iedul fitri, 14 Desember 2001, di Darmo Permai, Surabaya. Selama di Surabaya, ia ketagihan dengan lontong balap dan tahu campur khas Surabaya. Satu lagi yang ia suka, naik becak jarak jauh sampai si tukang becak pegel linux hehehe... Perjalanan kemudian dilanjutkan keliling ke desa simbah di Pare dan kota tahu kuning Kediri, hingga masuk blusukan ke pondok pesantren besar dimana saya sempat mencicipi rasanya jadi santri desa. Tampak di foto saya masih kelihatan kurus, padahal sebelumnya jauh lebih kurus. Rasanya saat itu hanya dunia ini serasa milik berdua. ;-)

Jumat, April 18, 2008

Speed Test Results History

Bila tetap tak sabar menunggu, perlu persiapan unduh file iso Hardy Heron, coba speed test Indosat 3G, modem N71, kabel USB, set baud 921600, ping target: Jakarta, Adelaide, Tokyo, dan New York.
Hasilnya?









Berani coba?

Pesan Ubuntu Hardy Heron Sekarang!



Apakah Anda termasuk orang yang gelisah ingin segera menjajal Ubuntu 8.04 LTS a.k.a Hardy Heron? Segera pesan CD-nya di Shipit, sekarang!

Sabtu, April 12, 2008

Terima Kasih Pertamina



Sementara itu ibu dosen yang tinggal di Balikpapan ini sudah seminggu pusing ngurusin kompor. Seandainya, 1 tangki minyak milik Pertamina yang ada di jalan minyak itu khusus untuk warga Balikpapan, niscaya ucapan terima kasih itu bukan dari Pertamina sendiri, percayalah.


Artikel ini ditulis di atas perangkat lunak bebas, 100% free, 100% halal, 100% bukan bajakan, 100% bukan sumbangan Pertamina karena ngeles. :P