Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 04, 2010

Piala Dunia 2010: Belajar dari Kanselir Jerman, Angela Merkel


Jerman luar biasa, setelah menekuk Inggris 4:1 saat perdelapan final, di perempat final ini malah 'mengusir' Argentina pulang kampung lebih cepat sebelum lebaran, dengan skor telak 4:0, wohoo! Saat disiarkan televisi secara langsung, strategi tim kesebelasan Jerman terlihat sangat berkelas, tetapi yang menjadi perhatian saya adalah televisi selalu menyorot Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang melonjak gembira saat gol tercipta. Tanpa canggung ia berdiri cepat dari tempat duduknya dan mengepalkan kedua tangan ke atas sambil teriak, padahal disampingnya Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma duduk santai menahan ekspresi, sambil kemudian mendapat ucapan selamat. 'Ulah' pemimpin pemerintahan Jerman ini bukan sekali ini saja, 4 tahun lalu ketika Piala Dunia 2006 di Jerman ia tertangkap kamera tak bisa menyembunyikan ekspresinya, seolah-olah ia lupa bahwa ia adalah orang nomor satu di negaranya dan tokoh yang disegani di dunia, ia tak peduli meski mungkin protokoler kenegaraan 'menyuruhnya' untuk jaim saat itu. ;-)

Apakah itu sudah biasa? Jelas, semangat pemimpin seperti ini membawa pengaruh setidaknya semangat bertanding positif bagi yang berlaga, apalagi seluruh rakyat Jerman, mister Tukul bilang itu luar biasa!

Jumat, Juni 25, 2010

Piala Dunia 2010: Duka untuk Italia

Fabio Cannavaro berduka sesaat pertandingan usai. Foto: fifa.com

Selain kurang beruntung, permainan Italia tidak berkembang dan kalah cepat dibanding Slowakia, ini terlihat di babak pertama Slowakia lebih dominan menyerang dan mampu membobol lebih dulu 0:1. Masuknya Fabio Quagliarella dan Di Natale di posisi penyerang mampu membuat serangan berbahaya, apalagi masuknya play-maker Andrea Pirlo menggantikan Riccardo Montovolani mampu membangun serangan. Terbukti, 4 gol sebenarnya sudah bisa membawa Italia melaju ke 16 besar, tapi ternyata 2 gol yang dihasilkan Fabio Quagliarella belum bisa dimiliki Italia, 1 tembakan dihalau di garis gawang dan 1 tembakan dianulir karena posisi offside, 2 gol yang meragukan hakim garis.

Sementara itu Slowakia tampak bermain lebih cepat dan terus menempel ketat Italia, semua gol yang dihasilkan Slowakia sangat bagus, apalagi gol terakhir yang dibuat Kopunek sangat cepat memanfaatkan kelengahan pertahanan Italia di tengah gawang yang kosong. Skor kemenangan 3:2 untuk Slowakia mengantarnya ke 16 besar.

Sebagai pendukung jelas saya kecewa atas kekalahan Italia kali ini, kritik tajam buat tim Italia tentu tak bisa disembunyikan. Salah satu yang harus diperbaiki Italia adalah soal kecepatan dan ketangkasan, bisa jadi itu disebabkan pemain Italia yang cukup berumur dan perlu pensiun, sangat perlu generasi baru. Kritik itu sudah pernah disampaikan pendukung Italia pada Marcello Lippi sebelumnya.

Lalu, tim mana berikutnya yang saya dukung? Entahlah... asal bukan... ;-)

Senin, Juni 21, 2010

Piala Dunia 2010: Italia Belum Beruntung!

Striker Italia Vincenzo Iaquinta saat membobol gawang Mark Paston melalui pinalti, 20/06.

Saat lawan Selandia Baru, Italia tampaknya masih belum beruntung. Ini terlihat banyak tendangan langsung dan rebutan bola di depan gawang mentah di tangan kiper Mark Paston. Skor 1:1 itupun hasil dari tendangan pinalti, sedikit menghibur kekecewaan para pendukung. Skor tipis dan sering seri ini sepertinya ciri khas Italia yang selalu membuat berdebar-debar jarang memuaskan. Satu kali lagi kesempatan lawan Slowakia yang kalah 0:2 lawan Paraguay. Dengan demikian bila Italia ingin maju ke babak 16 besar harus menang besar lawan Slowakia, di atas kertas Italia lebih unggul, tapi prediksi matematis tak bisa dijadikan potakan, ia selalu berubah seiring usaha keras dan ritme pemain dan tim itu sendiri saat bermain, dan jangan lupa keberuntungan dari yang Maha Kuasa, terbukti sudah beberapa tim unggulan seperti Inggris, Perancis, dan Jerman tumbang dengan lawan yang tak diperhitungkan sebelumnya.

Kesempatan masih ada tapi makin sulit, Italia masih bersaing berebut posisi runner-up Grup F dengan Selandia Baru yang juga harus menang besar lawan Paraguay. Tak banyak komentar, masih bisa berubah minggu ini, tersingkir atau lolos 16 besar, mari ditonton saja. ;-)

Selasa, Juni 15, 2010

Piala Dunia 2010: Foto-foto Humanis Detik-detik Daniele De Rossi Sontek Gol

Tertarik dengan ekspresi para pendukung Italia di negerinya sana, yang sepintas mirip dengan gaya publik Indonesia, berikut saya cuplik foto-foto mereka saat Daniel de Rossi mensontekkan gol tunggal untuk Italia saat lawan Paraguay, walaupun skor imbang 1:1, 14 Juni 2010.
Selamat menikmati.


Daniele de Rossi setelah sontek gol tunggal untuk Italia saat lawan Paraguay


Warga Italia bersorak!

Kalangan tak berpunya gak ketinggalan, cukup semangat juang '45!

Ibu-ibu nggak ketinggalan nonton sinetron, eh, bola... mirip di Indonesia?

Tentara Italia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sama saja ya... :-)


Anak-anak sama sukanya... mirip di Indonesia kan?

Marcello Lippi, sang arsitek bola itu bengong aje...

Sumber foto: id.sports.yahoo.com

Piala Dunia 2010: Italia vs Paraguay, Score 1 : 1

Foto: Daniele de Rossi

Sekedar catatan singkat score Italia vs Paraguay 1 : 1 lewat sontekan Daniele De Rossi, menyambar umpan sepak pojok Pepe, dalam duel penyisihan Grup F Piala Dunia 2010 di Stadion Cape Town Afrika Selatan, Selasa malam, 15 Juni 2010.

* posting garing mode on

Minggu, Juni 13, 2010

Piala Dunia 2010: Maskulinitas Gli Azzuri Italia

Setiap perhelatan Piala Dunia saya selalu menjagokan tim Italia, dan rasanya sulit berpindah ke tim negara lain, kecuali tentu saja Indonesia suatu saat. Entahlah, saya mengenal Italia ketika Paolo Rossi dengan kaos birunya bermain di Piala Dunia 1982, selanjutnya, secara emosional saya selalu condong mendukung tim ini. Kenapa? Alasannya sederhana, karena maskulin dan kostumnya yang biru seperti menguasai lapangan ketika dilihat dari atas stadion. Saya menganggap orang Italia selalu tampak cocok bermain bola khas olah raga laki-laki itu, dengan rata-rata postur tubuh pemain yang tidak terlalu gempal tapi kuat berlari dalam tempo lama sambil mengocek bola, rambut gondrong seperti tak pernah sisiran atau diikat karet seadanya, wajah macho khas Italia yang selalu brewokan, bila berselisih dengan pemain lawan dan berteriak rahang atau otot lehernya tampak jelas menggurat di wajah, apalagi kalau mengunyah permen karet. :-)

Tak heran, Italia selalu kontrovesial dengan maskulinitasnya saat bertanding, banyak yang tidak suka dengan tim ini karena selalu "rusuh" dan dianggap mengundang masalah, tentu masih ingat kasus Materazi yang disundul Zidane di final Piala Dunia 2006 lalu di Jerman. Meski demikian, selain karena kelelakiannya itu, saya suka dengan kebanyakan gaya bermain pemainnya, dan pelatihnya yang biasa menuju ke pinggir lapangan tak sabar mengatur permainan. :-)

Di Piala Dunia 2010 ini, karena Indonesia belum bisa merumput di sana, maka kembali saya mendukung Italia, saya percayakan pada pelatihnya, Marcello Lippi, dan penjaga gawang Gianluigi Buffon dkk.

Selamat bertanding!