Kamis, Oktober 27, 2005

Mudik! Ayo Mudik! Mudik!


Anak-anak ini tidak peduli dengan berjubelnya pemudik, tak peduli BBM naik, tak peduli tunjangan dewan naik, tak peduli tunjangan pemerintah yang katanya wajar ... ahh peduli amat. Yang penting adalah mudik, ketemu eyang kakung nanti khan dapat tunjangan juga ...
Ya, mudik, sudah menjadi tradisi masyarakat, sepenggal foto jurnalis detikdotcom saya ambil untuk jadi bagian blog ini, sory ya, saya nggak punya foto sekeren ini, abis disini Kalimantan nda ada kereta api

Silaturahim adalah ibadah, namun Lebaran adalah moment yang paling indah untuk dirasakannya ...

Mudik! Ayo Mudik! Mudik!
Selamat Lebaran 1426 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Senin, Oktober 17, 2005

Aksi Gelang Solidaritas Kebersamaan

Sabtu kemaren, tahap pertama penyaluran bantuan tunascendekia kepada 47 anak usia sekolah dasar korban kebakaran di Sepaku Balikpapan yang terjadi bulan lalu. Aksi kali ini ditujukan pada SDN 027 Margasari Balikpapan Barat yang dipandegani Pak Djumiddin yang telah bersusah payah mengumpulkan murid-muridnya ditengah libur sekolah yang panjang ini.

Tak ada kata yang pantas terucap hanya terima kasih yang tulus saya sampaikan pada tunascendekia dan sahabat gelang solidaritas kebersamaan lainnya, Pak Djumiddin dan guru-guru yang membantu, Mas Amin, Hendra, Sudiansyah, Agus, serta spesial kepada istri tercinta dan sikecil Nasywa sayang yang suka usil.

Berita terkait:
  • Realiasi Tahap Pertama Balikpapan

    Salam kebersamaan!
  • Senin, Oktober 10, 2005

    Bangsa tak Berakhlak

    Judul tulisan ini saya kutip dari tulisan Pak Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI di koran Kompas, Sabtu 8 Oktober kemarin di kolom opini. Saya nggak tahu kenapa Pak Sarlito menulis opini demikian, tapi menurut saya Pak Sarlito lagi gemes tur ngedumel melihat kondisi bangsa yang demikian beragamnya ini. Setelah baca saya ingin berterima kasih sama Pak Sarlito, opini itu mampu menghibur saya. Lho kok?

    Ceritanya, pas sore sehari sebelumnya sepulang dari bekerja, saya mendapati paket bantuan dari tunascendekia yang dikirim lewat royalcargocourier yang diterima istri saya. Begitu saya tiba dirumah istri saya langsung ngedumel, gara-garanya istri saya disuruh angkut sendiri paket karena mobil nggak bisa masuk gang, maklum gang dengan lebar 3 meter itu adalah jembatan kayu, akhirnya petugas royalcourier mau angkut tapi pasang tarif angkut dari ujung gang ke rumah yang berjarak 20 meter itu 30 ribu perak, alamak! Tarif apapula ini. Tentu saja istri saya bingung, disaat rumah nggak ada orang yang bisa bantu angkut, akhirnya terpaksa dibayar juga. Merasa saya dirugikan, saat itu juga saya kontak kantor royalcourier di Balikpapan “Kenapa kok saya diminta bayar lagi 30 ribu, hah!” tak ada jawaban memuaskan dari petugas disana, tak ada maaf dari mereka, yang ada hanya alasan yang bikin hati jadi tambah nggak nyaman. Saat itu saya sadar, saya sedang berpuasa, sebentar lagi akan berbuka puasa, saya cukup lelah seharian bekerja. Sudahlah, ini ujian puasaku hari itu, rasanya jelas rugi 2 kali. Mencoba tenang dan tarik napas dalam-dalam saya kabari Mas Yudhis paketnya sudah datang, walaupun agak cacat kotak kardusnya alias robek besar saya sampaikan paket selamat, hanya lain kali nggak mau dech lewat royal lagi, kapok dach! :)

    Nah, sabtu kemaren saya adakan quis pertama sebobot dengan middle atau UTS buat mahasiswa yang ngambil mata kuliah perangkat lunak aplikasi. Awalnya berjalan lancar, sebab materi quis tinggal ngulang materi yang sudah ada. Tapi namanya mahasiswa, ada saja yang bandel nggak mau belajar, parahnya, kerjaan orang lain diganti namanya menggunakan nama dirinya. Aduh … apalagi neh! Rasanya darah ini penuh dikepala, sudahlah sabar, sabar … puasa.
    Pulang dari kampus sempetin beli koran lokal Tribun Kaltim dan Kompas untuk baca berita hari itu, ya … akhirnya ketemu omelan Pak Sarlito ini, sama-sama ngomel dech :)

    e-Learning, alon-alon asal kelakon

    Banyak sudah penelitian atau paper bertema e-learning, namun dalam penerapannya hanya pt-pt yang gede dan infrastrukturnya siap saja yang bisa, selain itu pesimis banget, apalagi di pulau segede Kalimantan ini, nyaris tak terdengar.

    Itulah mengapa saya tekankan mahasiswa disini pertama kali harus dikenalkan dengan internet. Mulai dari modul kuliah, tugas, referensi hingga hasil ujian bisa diakses melalui internet, paling enggak melalui weblog sudah dirasa cukup (sisi positif sebuah weblog), jika dimungkinkan, sistem yang lebih kompleks akan lebih baik.
    Memang, membangun e-learning tidak semudah membalik tangan, dibutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih dari seluruh civitas akademika terkait. Banyak sekali keluhan yang datang dari mahasiswa saya, rata-rata mereka adalah mahasiswa baru, segalanya serba baru bagi mereka, asing, bingung nggak tahu harus bagaimana. Namun percayalah, belajar adalah usaha yang baik untuk berkembang, dengan belajar akan bertambah wawasan, kesulitan adalah wacana yang lumrah. Bangku sekolah, bangku kuliah belumlah cukup, masih banyak bangku-bangku kosong yang siap diduduki untuk digunakan belajar, kalo’ perlu lesehan ...

    e-Learning, alon-alon asal kelakon, pelan-pelan yang penting terlaksana.

    Senin, Oktober 03, 2005

    Marhaban Ya Ramadhan …

    Selamat datang ramadhan yang suci
    Ramadhan yang penuh barokah, rahmat dan pengampunanNya
    Adalah bulan yang paling mulia disisiNya.
    Pagi-pagian, malam-malamnya adalah penuh keutamaan
    Diserukannya dirimu menahan hawa nafsu hanya karena iman kepadaNya dan mengharap akan rahmatNya, maka dihapuskannya seluruh dosa-dosamu yang telah lalu, laksana dirimu terlahir suci kembali …
    Diserukannya dirimu bersujud kepadaNya hanya karena iman kepadaNya dan mengharap akan rahmatNya dan dimuliakanNya
    Nafas-nafasmu menjadilah tasbih, tahmid dan istighfar penuh linangan disudut dimana banyak mata terlelap dan suara jarum berkerling berbentur lantai
    Amal-sholihmu, sedekahmu adalah diperhitungkan dan dilipatgandakan, doa-doamu didengar dan diijabah, hingga tidurmu adalah juga diperhitungkan.

    Ramadhan …
    Pintu-pintu surga dibuka, dan mintalah kepadaNya agar selalu membuka untukmu
    Pintu-pintu neraka ditutup, dan mintalah kepadaNya agar selalu tertutup bagimu
    Setan-setan terbelenggu, dan mintalah kepadaNya agar ia tak lagi menguasaimu …

    Marhaban ya ramadhan …

    Kampanye lokal Balikpapan tentang Musibah Kebakaran di tunascendekia.org

    Sebenernya sejak 3 hari yang lalu atau jumat kemaren Mas Yudhis selaku pengelola situs Tunascendekia memberitahu kalo’ ada link khusus kampanye lokal Balikpapan seputar bantuan musibah kebakaran seminggu yang lalu, tapi agaknya saya baru kali ini ada sempat nge-posting blog ini.

    Lagi-lagi saya tidak bisa berkomentar banyak, hanya ucapan terima kasih dan rasa gembira atas postingannya sebagai wujud solidaritas kebersamaan.
    Salam kebersamaan!