Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 26, 2012

Tutorial PHP dan MySQL: Form Update Banyak Data Record

DALAM membuat aplikasi web, bisa dikatakan selalu ada form aplikasi yang digunakan mengubah atau memperbarui data. Contohnya seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, form update tersebut hanya memperbarui 1 buah record data.

Bagaimana dengan banyak data sekaligus?

Pada prinsipnya logikanya sama saja, hanya saja disini menggunakan Array untuk menyimpan variabel sementara. Kemudian Array tersebut ditangkap untuk proses query ke database.

Hasilnya kira-kira begini:

Selanjutnya...

Rabu, Januari 04, 2012

Tips LibreOffice: Beda Penomoran Halaman dalam Sebuah Naskah Buku

Buku biasanya terdiri atas bagian-bagian seperti sampul, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, bab, hingga lampiran yang masing-masing memiliki nomor halaman berbeda-beda. Ada yang tanpa nomor halaman, nomor Romawi, nomor angka, hingga nomor abjad. Beberapa orang ada yang membuat laporan atau buku dengan cara dipecah menjadi beberapa berkas dokumen menurut nomor halaman. Dengan begitu dalam satu direktori/folder ada beberapa berkas seperti cover.doc, daftar-isi.doc, bab1.doc, bab2.doc, sampai lampiran.doc untuk sebuah naskah buku.

Berkas dokumen yang terpecah-pecah tersebut tentu tidak efisien dari sisi penulis, sebab penyuntingan menjadi lama karena butuh ketelitian lebih detil, dan ini mengganggu konsentrasi menulis saat dikejar deadline. Bagaimana bila institusi menghendaki laporan harus dipecah per bab untuk alasan berkas menjadi lebih kecil dan praktis di-donwload misalnya? Oh, itu bisa dilakukan belakangan, yang penting fokus konten lebih dulu.

Nah, berikut tutorial membuat nomor halaman yang berbeda-beda dalam satu berkas dokumen menggunakan LibreOffice/OpenOffice.

1. Diasumsikan sudah ada beberapa halaman dan akan membuat seperti contoh berikut ini.


2. Tekan F11, pilih Page Styles, dan buat style baru dengan nama HalamanRomawi, lalu ikuti langkah seperti gambar berikutnya.



3. Buat style baru HalamanAngka dan ikuti langkah seperti gambar berikutnya.





4. Arahkan pointer pada lembar kerja yang akan dibuat nomor halaman Romawi, lalu pada Styles and Formatting tekan double-click pada HalamanRomawi.

5. Untuk halaman berikutnya, misalnya nomor halaman angka, pilih menu Insert > Manual Break > Page Break > HalamanAngka, lalu sesuaikan nomor halamannya menurut keinginan.




Sampai disini sudah bisa dilanjutkan sendiri step-by-step.
Semoga bermanfaat.

Tips LibreOffice: Penomoran Kiri Kanan Halaman Buku

Buku tebal dengan halaman bolak-balik biasanya memiliki nomor halaman di sebelah kiri dan kanan. Ini bisa dilakukan baik menggunakan OpenOffice atau LibreOffice, software gratis padanan Microsoft Word. Untuk tips ini saya gunakan LibreOffice 3.3.0 pada Ubuntu Lucid Lynx, untuk sistem operasi lain langkahnya sama saja.

Contoh penomoran halaman kiri dan kanan di bagian header seperti contoh berikut ini;

Nah, berikut langkah-langkah membuatnya:
1. Diasumsikan artikel sudah ada beberapa halaman, tinggal penomoran di bagian header.
2. Pilih menu Insert > Header > Default
3. Arahkan dan letakkan pointer ke header tersebut.
4. Pilih menu Insert > Fields > Page Number.
5. Berikutnya tekan F11 atau menu Format > Styles and Formatting, lalu pilih tab Page Styles.
6. Pilih Default, klik kanan mouse dan lakukan Modify. Anda bisa memilih New bila menghendaki membuat style baru.

7. Pada tab Header non-aktifkan “Same content left/right” seperti berikut.

8. Kembali ke halaman kerja, letakkan pointer di header, pilih halaman ganjil sebagai rata kiri (Ctrl+L), dan halaman genap rata kanan (Ctrl+R).

Semoga bermanfaat.

Key words: OpenOffice, LibreOffice, Laporan, Artikel, Ilmiah, Buku

Kamis, September 22, 2011

Tutorial Membuat Tema Wordpress dengan 2 Sidebar

Melanjutkan posting sebelumnya tentang membuat Templat Sederhana dengan CSS dan HTML5, selanjutnya templat bisa digunakan untuk membangun tema CMS Blog. Sesi ini mencoba menerapkan templat tersebut untuk Tema Wordpress, mari dimulai saja jangan banyak cincong! :-)

Desain awal
Desain awal adalah seperti ini, saya tandai kotak merah yang akan disisipkan kode php dari fungsi-fungsi Wordpress.
Desain awal

Dengan demikian terdapat bagian header, 2 buah bilah sisi (sidebar 1 & sidebar 2), dan content.
Berikutnya saya ambil kode index.html dan style.css dari posting sebelumnya untuk dimodifikasi.

Implementasi
  1. Buat berkas header.php, isi kode lihat disini.
  2. Modifikasi index.html tersebut dan simpan sebagai berkas php menjadi index.php.
  3. Buat berkas functions.php, isinya lihat disini.
  4. Modifikasi index.php, sisipkan fungsi header, sidebar, looping content pada bagian "Leftbar", "Rightbar", dan "Content" seperti disini.
  5. Modifikasi style.css, hapus properti height pada selector #content
  6. Kumpulkan berkas-berkas tersebut dalam satu direktori, dan letakkan di direktori themes Wordpress.
  7. Tema siap dipasang. 
  8. Masuk ke Widgets Wordpress dan dapati 2 buah Sidebar yang telah dibuat.

Hasil
Hasil kurang lebih seperti dibawah ini. Jika ingin terlihat cantik, ubah sendiri menurut selera. :-)

Hasil Tema Wordpress sangat light banget :-)

Semoga bermanfaat.

Referensi:
[1] Theme Development, Basic Templates
[2] Designing Headers
[3] Function Reference
[4] Widgetizing Themes
[5] Function Reference/register sidebars

Rabu, Juni 23, 2010

Tutorial: PostgreSQL - Dasar Setup Server dengan psql

Bagi pemula, mengenal lebih dulu psql sebagai klien antarmuka berbasis baris perintah akan mempermudah nantinya penggunaan klien berbasis GUI seperti PgAdmin atau phpPgAdmin. psql menawarkan cara kuat untuk mengelola setiap aspek dari server PostgreSQL. Dibundel dengan distribusi PostgreSQL, psql fungsinya mirip dengan klien mysql pada MySQL maupun tool Oracle SQL * Plus. Dengan psql, pengguna dapat membuat dan menghapus database, tablespace, dan table, melakukan transaksi, mengeksekusi query umum seperti CREATE, SELECT, INSERT, DELETE, dan melakukan banyak perintah lainnya. Pada tutorial ini hanya menyajikan cara belajar dasar-dasar fitur psql secara sederhana pada Ubuntu Linux (beberapa distro mungkin sedikit berbeda cara setup servernya).

Asumsi

Untuk belajar psql ini diasumsikan telah mengenal konsep basis data dan SQL.

Pada tutorial ini ujicoba menggunakan Ubuntu Linux 9.04 dan PostgreSQL 8.3 atau bisa juga versi di atasnya, dan cara instalasi PostgreSQL silakan merujuk cara dari komunitas Ubuntu, untuk beberapa distro selain Ubuntu mungkin sedikit berbeda.

Instalasi

subura@localhost:~$ sudo apt-get install postgresql

User dan Database Baru

Setelah sukses menginstalasi, coba membuat user baru yang memiliki privilege sebagai superuser, perintahnya sebagai berikut.

subura@localhost:~$ sudo -u postgres createuser --superuser $USER
subura@localhost:~$ sudo -u postgres psql

$USER itu biasanya nama username Login Ubuntu, tapi di tutorial ini dibuat user berbeda dengan user login, misal: foo

subura@localhost:~$ sudo -u postgres createuser --superuser foo
subura@localhost:~$ sudo -u postgres psql
[sudo] password for subura:
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.

Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit

postgres=#

Berikan password pada user 'foo'

postgres=# \password foo
Enter new password:
Enter it again:

Sekarang quit dengan perintah \q untuk masuk ke terminal lagi, lalu agar lebih mudah, coba buat database baru dengan nama yang sama dengan user: foo

subura@localhost:~$ createdb foo

Coba masuk login melalui psql menuju database 'foo' dan user 'foo', ketik:

subura@localhost:~$ psql foo
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.

Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit

foo=#

Untuk melihat list semua database, ketik:

foo=# \l
List of databases
Name | Owner | Encoding
-----------+----------+----------
foo | subura | UTF8
postgres | postgres | UTF8
sekolah | subura | UTF8
subura | subura | UTF8
template0 | postgres | UTF8
template1 | postgres | UTF8

(6 rows)

foo=#

OK, sukses!

Alternatif lain membuat user baru yang memiliki hak penuh atas suatu database seperti berikut ini:

subura@localhost:~$ sudo -u postgres createuser -D -A -P myuser
[sudo] password for subura:
Enter password for new role:
Enter it again:
Shall the new role be allowed to create more new roles? (y/n) y

Perintah -D menghendaki myuser tidak memiliki hak membuat database baru, -A tidak memiliki hak menambahkan user baru, dan -P akan memberikan pertanyaan password pada prompt untuk user myuser. Pertanyaan 'Shall the new role be allowed to create more new roles? (y/n)' bila jawaban y (yes), maka myuser bisa membuat role baru.

Buat database baru dengan user myuser:

subura@localhost:~$ sudo -u postgres createdb -O myuser mydb

Bila berhasil, coba masuk via psql

subura@localhost:~$ psql mydb
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.

Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit

mydb=#

Lihat list database, apakah mydb dan user myuser sudah ada dalam list

mydb=#\l
List of databases
Name | Owner | Encoding
-----------+----------+----------
foo | subura | UTF8
mydb | myuser | UTF8
postgres | postgres | UTF8
sekolah | subura | UTF8
subura | subura | UTF8
template0 | postgres | UTF8
template1 | postgres | UTF8
(7 rows)

mydb=#

Ok ternyata ada, sukses lagi, berikan perintah SELECT untuk mengetahui psql mendengarkan perintah ini.

mydb=# select version();

version

----------------------------------------------------------------------------------------------------

PostgreSQL 8.3.10 on i486-pc-linux-gnu, compiled by GCC gcc-4.3.real (Ubuntu 4.3.3-5ubuntu4) 4.3.3

(1 row)


Yup, coba lagi:

mydb=# select current_date;

date

------------

2010-06-23

(1 row)

mydb=# select 10 * 10;

?column?

----------

100

(1 row)


Mantap, sampai di sini dulu. ;-)

Minggu, Juni 20, 2010

Tips and Trick: Mengambil Foto Asli yang Lekat pada Berkas Dokumen MS Word

Suatu ketika saya menerima email dari seorang kolega yang menyebutkan bahwa beliau telah mengirimkan beberapa gambar foto. Setelah membuka email, saya tidak menemukan foto yang dimaksud selain berkas (file) dokumen yang berekstensi doc (berkas dengan format standar MS Word) yang berukuran besar. Segera saya unduh berkas tersebut dan saya buka dengan OpenOffice Writer. Sayang sekali, setelah terbuka foto yang ada di dalamnya terlihat seperti 'penyok', bisa jadi itu disebabkan adanya usaha me-resize foto agar tampak kecil sesuai ukuran halaman dokumen Microsoft Word. Jika foto hanya di-capture (take-screenshot) atau di-copy paste dan di-edit dengan software malah bisa hancur hasilnya, belum lagi mengedit itu butuh waktu. Setelah dipikir-pikir akhirnya saya ingat cara mengambil foto itu persis aslinya, bukan sekedar persis atau mirip, tapi asli, tentu lengkap dengan metadata yang berisi data atau informasi foto tersebut, halah... ;-)

Mau tahu caranya?

Bongkar berkas itu. Caranya, buka berkas doc tersebut dengan OpenOffice Writer, kemudian Save-As dengan format .odt (jenis ekstensi dari format dokumen OpenOffice Writer), lalu simpan. Berikutnya buka Nautilus (seperti Windows Expoler) menuju direktori dimana berkas tersebut disimpan, arahkan pointer pada berkas .odt tersebut, klik kanan mouse pointer, dan pilih Extract. Selanjutnya dalam extract berkas odt itu foto bisa ditemukan di direktori Pictures. Selesai.

Menggunakan OpenSource itu terbukti menguntungkan, kan ya?! ;-)

Semoga bermanfaat.

Kamis, Juni 10, 2010

Konversi MDB ke Format CSV Menggunakan mdbtools di Linux

Bagi sebagian orang atau organisasi, mungkin sudah banyak langkah-langkah atau cara migrasi dari perangkat lunak Proprietary ke Open Source. Salah satu caranya adalah konversi database dari format MDB milik Microsoft Access ke format CSV, untuk kemudian diimpor ke DBMS Open Source seperti SQLite, MySQL atau PostgreSQL. Walaupun cara ini kelihatan 'basi' karena berdasarkan sumber sudah ada sekitar 4 tahunan, tapi lumayan bagus untuk mengingat lagi teknik-teknik pengelolaan data, maklum, kadang sering lupa... :-)

Bagi pengguna Ubuntu Linux (9.04), bersyukur dan berbahagialah, karena di repository standard mdbtools mudah ditemukan dan diinstall, mari bekerja di terminal, ketik:
$ sudo apt-get install mdbtools
Setelah sukses menginstal, masuk ke direktori dimana file .mdb ada untuk diimpor, lihat daftar tabelnya:

$ mdb-tables database.mdb

Lebih lengkap perintah show tables bisa dilihat di manual:

$ man mdb-tables

Export ke format CSV

$ mdb-export nama_file.mdb nama_table > nama_file.csv

Sumber bacaan:
Converting Microsoft Access MDB Into CSV Or MySQL In Linux

Catatan:
- cara ini lebih cocok untuk organisasi kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah).
- hati-hati untuk tabel dengan tipe data OLE Object dari Access yang digunakan untuk menyimpan image/gambar/foto, karena sifat CSV lebih cocok ke data text, sehingga dikhawatirkan data rusak.
- kelebihan mdbtools ini bisa mengambil data walaupun file .mdb diproteksi password dari Access, jadi hati-hatilah.
- penulis tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan/kerusakan/kesalahan penggunaan cara ini, segala resiko ditanggung sendiri.

Senin, September 14, 2009

Simulasi Rukyatul Hilal 1 Syawal 1430 H

Seperti yang banyak diketahui, di Indonesia menjelang 2 hari raya Islam, Idul Fitri dan Idul Adha, pemerintah sibuk menggelar sidang itsbat dengan ahli hisab dan rukyat di Departemen Agama Jakarta, sehingga sebagian orang sering mendengar istilah rukyatul hilal atau mengamati bulan secara langsung. Hal ini karena berdasarkan perintah Rosululloh sebagai berikut: “Apabila kamu sekalian melihat hilal (bulan awal tanggal Ramadhan) maka berpuasalah (pada tanggal 1 Ramadhan), apabila kamu sekalian melihat hilal (bulan awal tanggal Syawal) maka berbukalah, dan apabila kamu sekalian melihat bulan tertutup (tak terlihat/terhalang), maka hitunglah 30 hari!” HR Muslim.

Nah, berikut hasil simulasi saya dengan menggunakan Stellarium pada Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, dengan patokan: akan merukyat 1 Syawal 1430H di Balikpapan, dalam 1 bulan Hijriah ada yang terdiri atas 29 hari atau 30 hari. Awal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009, maka mulai merukyat pada tanggal 29 Ramadhan atau tanggal 19 September 2009 menjelang matahari terbenam. Hasilnya, berdasarkan simulasi ini hilal terlihat saat matahari terbenam, atau awal 1 Syawal jatuh pada tanggal 20 September 2009.



Simulasi ini tidak ada hubungannya dengan keterangan Menteri Agama Dr. KH Muhammad Maftuh Basyuni hari Senin ini, 14/09, tapi ini hanyalah simulasi dan hanya ilmu pengetahuan yang saya coba-coba saja. :-)

Semoga bermanfaat.

Minggu, September 13, 2009

Tips OpenOffice: Bug OpenOffice 3.x Non Stable

Pada tips sebelumnya saya sarankan untuk pekerjaan serius jangan ambil resiko menggunakan versi non stabil, berikut ini pengalaman saya.

Beberapa waktu yang lalu ketika sedang mengejar batas akhir pengumpulan paper, saya sempat iseng menaikkan OpenOffice 2.4 ke versi 3.1 di Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Gara-garanya karena tertarik dengan fitur yang ada di OpenOffice Calc, entahlah sudah lupa, yang jelas fiturnya enggak penting banget buat kebutuhan mendesak saat itu. Tanpa melakukan review dulu, saya langsung hapus versi 2.4, lalu memasukkan repository launchpad untuk mengunduh versi 3.1 dan sukses.

Saat mencoba, masalah muncul ketika lay-out dokumen sedikit berubah, sehingga jumlah halaman bertambah lebih banyak. Setelah melakukan setting sama persis seperti pada versi 2.4, lay-out dokumen masih belum pas, seperti ada selisih sekian mili pada spasi. Saya ingat, font Times New Roman pada versi 2.4 saya ambil dari font asli Microsoft Windows, dan ternyata benar ketika hal yang sama saya terapkan pada versi 3.1, maka lay-out dokumen kembali normal, problem solved. Satu pelajaran: sepertinya ukuran (size: 12) font Times New Roman OpenOffice ada selisih sangat tipis dibanding ukuran font Times New Roman Microsoft Windows.

Masalah berikutnya, ketika melakukan editing dan melihat daftar isi, ada yang aneh dengan nomor sub-bab yang tidak urut. Syukurlah, sejak awal menggunakan Insert Indexes and Tables, maka solusinya tinggal melakukan penyesuaian langsung pada dokumen, dengan begitu daftar isi menyesuaikan secara otomatis. Disinilah bug itu ketahuan, fungsi Outline ternyata tidak tersedia (lihat tangkapan layar) pada kotak dialog Indexes and Tables. Karena deadline paper mendesak, maka saya coba lari ke Windows dan instalasi OpenOffice 3.1. Ding! Ternyata masalah sama, OMG! Tapi syukurlah, CD Jaunty Jackalope dari Shipit selalu digendong kemana-mana, dan disitu sudah ada OpenOffice 3.0, singkat kata: problem solved.

Berikut tangkapan layar Indexes and Tables:
OpenOffice 3.1 launchpad (non-stable) Ubuntu 8.04 Hardy Heron, Outline tidak ada.

OpenOffice 3.1 for Microsoft Windows, Outline tidak ada.

OpenOffice 3.0.1 stabil Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, Outline ada.

Semoga bermanfaat.
________________________________________________
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Kamis, September 10, 2009

Tips OpenOffice: Tutorial Video Youtube Menulis Arab

Keistimewaan perangkat lunak bebas dan Open Source seperti OpenOffice ini memang luar biasa. Banyak sekali tools yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan ataupun dieksplorasi untuk menggali kreativitas maupun sekedar untuk hiburan, salah satunya adalah menulis Arab. Untuk yang satu ini sepertinya sudah banyak yang mengulasnya, bahkan sebelumnya saya juga pernah menulis hal yang sama. Namun kali ini, saya hanya mengulas dengan membuat video cara paling sederhana menulis Arab menggunakan OpenOffice di lingkungan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, tanpa repot-repot mengunduh berbagai macam software yang tidak diketahui keberadaannya atau bahkan beresiko menghadapi masalah keamanan sistem.



Selamat menikmati. :-)
________________________________________________
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Tips OpenOffice: Portrait dan Landscape pada Satu Dokumen

Bagi pekerja kantoran, pekerja independen, siswa atau mahasiswa yang sering bekerja membuat artikel panjang, naskah cerita, proposal, atau paper ilmiah seperti jurnal, skripsi, tesis maupun desertasi, mungkin sudah terbiasa mengoperasikan Windows dan Microsoft Office untuk mendukung pekerjaannya. Sering dijumpai naskah yang sangat panjang yang terdiri atas beberapa halaman, apalagi orientasi halaman yang berbeda-beda, ada yang tegak (Portrait) ataupun membentang (Landscape) dalam satu dokumen yang berurutan nomor halamannya. Apalagi di dalam dokumen sudah termasuk sampul, kata pengantar, daftar isi otomatis, hingga lampiran tebal yang semuanya harus disusun cepat dan rapi, memiliki bookmarking, hyperlink, export ke format pdf sebagai e-book, dan sebagainya sehingga mudah dilakukan pencetakan, dokumentasi, atau didistribusikan untuk dimanfaatkan secara cepat dan ringkas sesuai tujuan dokumen.

Tapi, apakah semua pekerjaan tersebut bisa ditangani perangkat lunak bebas dan Open Source seperti Linux dan OpenOffice?

Itu mudah saja, dan tentu tak bisa dibahas semua di sini. Peningkatan versi OpenOffice saat ini semakin lengkap dan menarik, dengan harga yang Rp 0, fungsi yang diberikan OpenOffice tak kalah dengan fungsi Microsoft Office.


Sebagai misal untuk masalah pertama pada contoh gambar di atas berupa 2 halaman Portrait dan Landscape pada satu dokumen, maka langkahnya sebagai berikut:
  • Jalankan OpenOffice 3 atau versi 2.4 stabil dan dibawahnya, buat dokumen baru. Dalam hal ini saya gunakan OpenOffice 3.0 stabil pada Linux Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Untuk pekerjaan serius, disarankan gunakan versi stabil, jangan ambil resiko menggunakan versi non-stabil.

  • Sebagai percobaan, buat text Portrait dan Landscape.


  • Pilih menu Format > Styles and Formatting (F11), akan muncul kotak dialog kecil, pada menu pilih Page Styles.


  • Tambahkan fungsi baru dalam Page Styles, caranya, arahkan pointer pada area kosong, klik kanan dan pilih New, maka muncul kotak dialog Page Style.


  • Pada tab Organize, isi kolom Name: Portrait, lalu tekan tombol keyboard Tab, maka kolom Next Style akan mengikuti kolom Name. Lalu tekan OK.

  • Lakukan hal yang sama pada langkah 4 dan 5 untuk membuat fungsi Landscape, bedanya, pada Page Style pilih tab Page, lalu cek Orientation: Landscape. Kemudian OK.


  • Berikutnya, arahkan pointer di baris paling akhir sebelum text Landscape, pilih menu Insert > Manual Break, maka muncul kotak dialog. Cek bagian Page Break, pilih dropdown Landscape yang telah dibuat tadi. Tekan OK.


  • Hasil setidaknya seperti gambar pertama di atas tergantung pengaturan. Bila halaman berikutnya ingin kembali ke orientasi Portrait, lakukan Manual Break kembali dan pilih Page Style Portrait.

Mudah sekali, kan? :-)
_________________________________________
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Rabu, Mei 27, 2009

Kapan Waktu yang Tepat Mengucapkan Selamat Pagi, Siang, dan Malam?

Hari itu terlihat lalu lalang orang pergi bekerja melewati jalanan, saat jam dinding menunjukkan pukul 9.10, dan saya pun menelpon sebuah kantor "Selamat Siang...", begitu sapaan dari seberang kantor itu. Saya pun membalas "Selamat Pagi..." Perbedaan sapaan ini saya sengaja, dan ini bukan yang pertama kali. Saya katakan bahwa hari itu masih pagi, masih pukul 9 pagi lebih sedikit, dan itu sebuah kantor! Tapi, apa jawaban di sana, "Oh... not bad, itu karena Bapak bangunnya kesiangan... " Wahaha...

Memang, ada yang menyebutkan batas pagi dan siang, tidak dapat ditentukan secara tegas. Namun demikian saya sepakat dengan artikel pak Gunawan Munsyi, yang menyebutkan kita lazim mengucapkan selamat siang antara pukul 10.00 dan pukul 14.00. Selamat sore lazim diucapkan antara pukul 14.00 dan pukul 18.30. Pada pukul 16.30 sampai pukul 18.30, pada situasi yang formal, lazim diucapkan selamat petang. Selamat malam lazim diucapkan antara pukul 18.30 dan 04.00. Kita tidak lazim mengucapkan selamat subuh atau selamat dini hari. Antara pukul 04.00 dan pukul 10.00 lazim diucapkan selamat pagi.

Semoga bermanfaat.

Kamis, Mei 21, 2009

CD Ubuntu 9.04, Backup dan Sebarkan



Sekitar 2 minggu yang lalu 5 CD paket Ubuntu 9.04 atau Jaunty Jackalope edisi Desktop yang saya pesan dari shipit Canonical sudah saya terima, termasuk paket-paket sebelumnya, untuk itu saya ucapkan terima kasih pada Mark Shutterlworth melalui Canonical atas kirimannya. Jumlah CD sengaja saya tidak mengambil banyak, bahkan versi sebelumnya saya hanya memesan 1 buah saja. Tujuannya untuk membantu hemat Canonical, halah, padahal ongkos kirim mungkin sama dengan jumlah CD yang lebih banyak ya... :-)

Saya sendiri malah hingga saat saya tulis ini belum sempat menjajal Jaunty, bahkan Intrepid Ibex pun juga belum, maklum, masih nyaman dengan Hardy Heron yang -- rasanya -- lebih stabil untuk development.

Bagi yang sudah menerima namun dalam jumlah sedikit, sedangkan jumlah peminat cukup banyak, apalagi bandwidth mahal tak mampu download file iso, tak perlu khawatir untuk berbagi merasakan manisnya Ubuntu bersama orang-orang terdekat, tetangga kiri kanan, atau bahkan mau dijual pun boleh-boleh saja asal ada yang mau beli. Gunakan disk-dump untuk meng-iso-kan CD dengan perintah:
$ sudo dd if=/dev/cdrom of=/home/path/anda/cdimage.iso

Semoga bermanfaat.

Jumat, Maret 27, 2009

Mengelola Email Komunikasi Bisnis

Suatu hari sembari membaca koran ketika menunggu pesanan ayam goreng, ikan bawal dan ikan nila goreng di warung langganan, tiba-tiba perhatian saya tertuju pada iklan bisnis tentang Email Communication Management. Saya jadi teringat beberapa hal tentang email, pesan singkat hingga status Facebook dari beberapa kolega, yang saklek dengan aturan penulisan. Sebagai misal kesalahan ketik, seperti kurang satu atau lebih huruf pada sebuah kata, penggunaan huruf kecil dan besar, susunan kata dan kalimat, paragraf, tanda petik, koma hingga titik. Ia akan sangat terganggu profesionalismenya apabila tulisannya dibiarkan salah ketik. Dan konon, orang yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan melaui tulisan, belum tentu memiliki kemampuan verbal yang tinggi juga. Meskipun ada, tapi para versaitilis, yaitu orang yang memiliki kemampuan komunikasi verbal dan tulis, sedikit jumlahnya.

Baiklah, kembali pada iklan bisnis Email Communication di atas, saya tertarik pada trik dan rahasia, begitu yang disebut di iklan, dari sisi pengelolaannya. Tentu saja, saya tidak mengutip mentah-mentah trik dan rahasia yang disebutkan di iklan, yang menyebutkan penggunaan perangkat lunak berbasis proprietary dan berharga mahal, apalagi ternyata untuk mendapatkan trik dan rahasia tersebut tidaklah murah. Saat ini pun, bila mau mencarinya telah tersedia banyak resource maupun perangkat lunak bebas yang bisa digunakan secara mudah dan gratis untuk keperluan bisnis, baik untuk bisnis skala kecil menengah, hingga menengah ke atas. Nah, tak usah banyak cincong, beberapa point penting dalam trik dan tips pengelolaan Email Communication tersebut antara lain:
  • Maksimalkan fungsi dan setting email client untuk mendukung komunikasi bisnis, sebaiknya dipertimbangkan pula perlu tidaknya menggunakan email client, atau cukup memilih email berbasis web yang lebih fleksibel.

  • Sinkronkan email pribadi dengan email pekerjaan/kantor, baik menggunakan laptop maupun handled device.

  • Memelajari cara menulis dan berbahasa dalam beremail sesuai dengan etika bisnis.

  • Memelajari cara membuat database email mitra kerja, relasi bisnis, hingga orang terdekat.

  • Memelajari cara membuat email merge, yaitu mengambil beberapa data dari database email untuk pengiriman dalam jumlah banyak dalam satu kali klik.

  • Memelajari cara membuat dan mengelola grup internal maupun eksternal untuk mendukung komunikasi searah maupun diskusi dua arah dalam proses bisnis.

Point-point di atas tidak dibahas secara detail di sini, tapi jangan kawatir, Internet menyimpan informasi yang tak kalah luasnya, so sorry banget, tips ini bukan untuk email marketing buat nyepam. :-)

Semoga bermanfaat..

Minggu, Oktober 05, 2008

FSCK is File System ChecK

Sekedar dokumentasi saya saja, pasalnya, tempo hari saya mendapati file fsck0000.rec, fsck0001.rec, dst, di partisi FAT32 yang saya gunakan sebagai data-storage. Tadinya saya kira virus yang menyerang Linux Ubuntu, tapi ternyata file itu adalah hasil auto-renaming oleh fsck saat booting yang ke 25 kalinya, kemudian fsck -- dalam hal ini dosfsck -- menemukan beberapa file yang tidak konsisten atau berada pada blok yang bermasalah akibat crash atau power-loss, dan mengubah file-file yang bermasalah tersebut menjadi file fsck0000.rec di atas sesuai jumlahnya. Pada intinya, file tersebut diselamatkan dari kerusakan dan tetap bisa digunakan, walaupun ekstensinya berbeda (.rec).

Fsck itu sendiri terkenal di lingkungan Unix Command, kalau di Windows yang biasa dikenal adalah Defragmentation, Scandisk, atau Chkdsk -- yang sering menghasilkan file chk0000 dan berukuran besar menyita ruang hardisk. Fsck biasa digunakan untuk file system DOS seperti FAT. Perintah fsck bisa dilihat di manualnya, contohnya:

$ sudo fsck -v -n -t vfat /dev/sda1

Yang terpenting adalah tidak melakukan fsck pada file system ext3 dalam kondisi mounted, karena berpotensi mengakibatkan data corruption/loss, lagipula ext3 tak perlu di-fsck atau didefrag. Setting fsck berada di fstab, sedang untuk mengubah-ubah aturan yang lebih luas bisa dicoba program kecil AutoFSCK.

Selasa, Juni 24, 2008

Produktifitas Menggunakan PLBOS

Perangkat lunak bebas dan Open Source (PLBOS) bisa digunakan untuk produktifitas kerja? Kenapa tidak? Tentu bisa dong. Sepengetahuan saya, saat ini penggunaan Linux sudah semakin banyak, beberapa bulan lalu saya masuk kelas, beberapa teman menggunakan sistem operasi bawaan dari pembelian laptopnya, Windows Vista. Saat itu, mungkin hanya saya saja yang menjadi bahan cibiran sebagai satu-satunya orang yang menggunakan barang gratisan dekstop Linux untuk kegiatan belajar – cieee... sok gaya elo... -- hehehe... iya, saya hanya user biasa yang baru belajar dan tidak mengerti apa-apa. Sebenarnya ada teman yang menggunakan Linux untuk server pribadinya, walaupun dalam keseharian tetap menggunakan Vista. Tapi entahlah, lambat laun saya lihat kini ada beberapa teman yang menggunakan Linux di laptopnya, ada yang menggunakan Linux Mint, Ubuntu, OpenSuse, Fedora, bahkan ternyata banyak yang mahir. Walaupun demikian, satu dua orang ada yang masih menggunakan Vmware untuk sekedar coba-coba. ;-)

Bukan hanya itu, Linux kini sudah hampir selalu digunakan di komputer kantor-kantor, perpustakaan, bagian tata usaha, administrasi keuangan, beberapa divisi dalam perusahaan, yang digunakan untuk operasioal sehari-hari menunjang proses produktifitas perusahaan dan sebagainya. Jadi, bisa dikatakan “ndeso” kalau kini belum tahu Linux. ;-)
Salah satu hal mengapa kini Linux banyak digunakan oleh masyarakat luas adalah kemudahan mengoperasikan dan dukungan pengembangannya yang sangat luas. Hampir segala perangkat keras komputer dapat menjalankannya, dan apabila kesulitan pun hampir selalu ditemukan solusinya di Internet atau teman terdekat. Ya, walaupun tidak tertutup kemungkinan banyak juga yang stress gara-gara gagal sini gagal sana... ;-)

Kalau begitu, kalau memang mudah menggunakan Linux dan OSS, contohnya apa?

Hmm... iya ya, kadang lebih suka omong doang, omdo gitu, nggak cocok dengan kenyataan sebenarnya. Hmm... gimana ya, ya... maafinlah, namanya juga manusia, oiya, berikut saya tuliskan tutorial Mudahnya Membuat Animasi dengan GIMP di Linux, yang saya posting di situsnya KPLI Balikpapan, mudah-mudahan bermanfaat. ;-)

Ditulis disela-sela mengerjakan PR, lagi bete... :P