Entah sudah berapa kali saya setiap bertemu dan ditanya rekan sejawat, kolega, saudara, hingga seseorang yang -- saya tidak mengenalnya secara khusus -- bertanya tentang virus Windows yang menular melalui flashdisk. Secara pribadi saya jarang berurusan dengan virus Windows itu, dan kata kunci yang biasa saya gunakan untuk mengajaknya lari dari masalahnya adalah: "Gunakan Linux, aman, nyaman dan bebas virus, titik!". Meski demikian, saya sendiri masih menggunakan Windows untuk keperluan belajar, testing dan pekerjaan yang saya tekuni saat ini, namun tanpa semacam anti virus, kecuali firewall bawaan Windows itu sendiri dan CCleaner, masih rentan virus bukan? Windows ini pun saya instalasi ke dalam VirtualBox -- bukan dual boot -- dan digunakan sedikit paranoid untuk keperluan sehat saja, sedangkan untuk keseharian cukup menggunakan Linux Ubuntu yang handal ini.
Hal yang sering ditanyakan adalah banyaknya virus yang kini beredar di masyarakat, yang menular akibat pertukaran data melalui USB external disk. Virus yang menular ini pun tidak berhasil dideteksi, dikarantina, atau dihapus oleh anti virus yang ada. Kalaupun bisa, maka virusnya datang kembali, terus berulang dan menular menjadi endemik. Usaha mendapatkan anti virus yang baik pun bukan perkara mudah dan murah. Akhirnya, pengguna ini sering frustasi sendiri, dan membiarkan virus itu hidup dan bersemayam di dalam komputernya berhari-hari, hingga berbulan-bulan mengganggu aktifitasnya, tanpa disadari menyebar dan menulari komputer anak-istrinya, tetangganya, temannya dan semuanya yang memiliki gaya berkomputer sembarangan. Bila dilihat dari latar belakang pendidikan dan keahliannya, para pengguna teknologi informasi ini tak bisa dianggap enteng. Malahan, saya pun kadang meminta bantuan teknis kepada mereka bila saya sedang mengalami kesulitan dalam bidang lain.
Dalam posisi saya kali ini, kadang saya harus "berdakwah" menyadarkan mereka agar kembali ke jalan yang bebas merdeka, sembari memperbaiki komputernya yang penyakitan. Karena saya tidak memiliki perangkat lunak anti virus high-end, maka pertolongan pertama untuk mengobatinya adalah mendiagnosa perangkat lunak komputernya dengan Clamav di Linux. Dari sini, tingkat infeksi bisa sedikit diketahui, ada yang ringan, ada pula yang terlalu akut, sehingga bisa dipastikan sulit untuk disembuhkan seperti sedia kala. Jalan satu-satunya adalah format ulang dan ganti perangkat lunak baru. Lucunya, kadang oleh Clamav, flashdisk saya pun terdeteksi virus Windows juga, ini disebabkan adanya pertukaran data dengan komputer yang terserang virus tersebut, bukan dari Linux. Hikmahnya, hampir bisa dipastikan siapapun di jaman sekarang ini, tidak peduli latar belakang pendidikan dan keahliannya, atau meski mengaku kebal dengan virus, jangan mudah percaya sebelum membuktikannya sendiri. :-)
Tampilkan postingan dengan label Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Experience. Tampilkan semua postingan
Minggu, September 28, 2008
Jumat, September 05, 2008
Keamanan Data: Hati-hati dengan Situs Pertemanan
Entah sudah berapa kali saya mendapat undangan untuk bergabung dalam jaringan situs pertemanan, mulai tagged, friendster, hi5, fupei, multiply, dan sebagainya -- kecuali facebook belum pernah. Tetapi dengan amat sangat, kiranya saya mohon maaf mungkin belum bisa memenuhi ajakan undangan untuk bergabung fren-frenan seperti ini. Tentu, bukannya saya tidak menghargai undangan rekan semua, justru saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan, kolega, maupun kenalan yang telah mengundang saya, tetapi karena banyaknya hal-hal yang menyebabkan saya kurang memperhatikan situs-situs pertemanan inilah yang akhirnya jadi terbengkalai. Sayang kan, sudah keluar waktu, biaya dan susah-susah membuatnya akhirnya jadi teronggok begitu saja. Tak heran, friendster saya jarang sekali saya tengok atau update. Tetapi karena sudah membuat akun friendster, akhirnya sesekali bila ada pesan atau ingin mengajak bertemanan mau tak mau saya meresponnya, tentu dengan senang hati. ;-)
Yang perlu diperhatikan bagi yang gemar mengupdate situs pertemanan adalah soal keamanan data penting. Ambil contoh salah satu situs pertemanan di atas, pada saat mendaftarkan diri untuk bergabung, ada langkah yang harus dilalui yaitu mengisikan alamat email dan password email, sebenarnya bisa diabaikan, tetapi link atau icon untuk mengabaikan ini letaknya -- disengaja -- tidak menyolok. Apabila ceroboh, user awam biasanya tanpa curiga memasukkan email beserta passwordnya karena dianggap sebagai syarat yang musti dilalui. Jangan mudah percaya, ini sangat berbahaya! Biasanya situs ini akan menjaring data pada akun email tanpa diketahui pemiliknya, seperti address book misalnya. Siapa yang bisa menjamin bahwa situs pertemanan ini tempat yang aman dan tidak mengeksploitasi data-data penting email Anda? Perhatikan juga, situs pertemanan biasanya tidak dilengkapi security yang baik -- semisal SSL -- untuk melindungi data mentah yang Anda gunakan ketika men-submit data. Untuk menangkap data Anda di jaringan Internet publik misalnya, itu mudah sekali, hanya berbekal software dari Internet yang tersedia bebas dan gratis data Anda akan mudah dieksploitasi orang yang tidak bertanggung jawab, atau orang yang mengaku bertanggung jawab sekalipun!
Untuk itu, mari lebih bijak dan berhati-hati. Mudah-mudahan bermanfaat.
Yang perlu diperhatikan bagi yang gemar mengupdate situs pertemanan adalah soal keamanan data penting. Ambil contoh salah satu situs pertemanan di atas, pada saat mendaftarkan diri untuk bergabung, ada langkah yang harus dilalui yaitu mengisikan alamat email dan password email, sebenarnya bisa diabaikan, tetapi link atau icon untuk mengabaikan ini letaknya -- disengaja -- tidak menyolok. Apabila ceroboh, user awam biasanya tanpa curiga memasukkan email beserta passwordnya karena dianggap sebagai syarat yang musti dilalui. Jangan mudah percaya, ini sangat berbahaya! Biasanya situs ini akan menjaring data pada akun email tanpa diketahui pemiliknya, seperti address book misalnya. Siapa yang bisa menjamin bahwa situs pertemanan ini tempat yang aman dan tidak mengeksploitasi data-data penting email Anda? Perhatikan juga, situs pertemanan biasanya tidak dilengkapi security yang baik -- semisal SSL -- untuk melindungi data mentah yang Anda gunakan ketika men-submit data. Untuk menangkap data Anda di jaringan Internet publik misalnya, itu mudah sekali, hanya berbekal software dari Internet yang tersedia bebas dan gratis data Anda akan mudah dieksploitasi orang yang tidak bertanggung jawab, atau orang yang mengaku bertanggung jawab sekalipun!
Untuk itu, mari lebih bijak dan berhati-hati. Mudah-mudahan bermanfaat.
Rabu, Mei 28, 2008
Pengalaman Transaksi Online Ticketing

Membaca pengalaman Pak Adriyanto membeli tiket pesawat Mandala Air di mandalaair.com, saya jadi teringat pengalaman yang sama yang sudah saya lakukan hingga kini. Tak beda jauh dengan pengalaman beliau, pembelian tiket secara online saya lakukan sudah berjalan beberapa waktu yang lalu, juga termasuk rekan-rekan lainnya yang 'senasib' dengan saya.
Saya sendiri menjadi member untuk beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan pembelian tiket secara online. Untuk menjadi member pun cukup mudah dan gratis. Dari beberapa maskapai tersebut, yang sering saya gunakan adalah Mandala Air dan Lion Air, sedang Batavia Air agak sulit, karena setahu saya hanya menyediakan pembayaran via kartu kredit Visa atau Mastercard. Pernah ketika mencoba memasukkan data Visa ATM Mandiri ternyata tidak bisa diproses oleh sistem, ya sudah akhirnya batal dan cari yang lebih mudah. Bagaimana dengan Garuda? Belum pernah dicoba, sejak penghapusan rute penerbangan Balikpapan-Jogjakarta, saya tidak tahu lagi kabarnya.
Sekedar menambahkan informasi yang sudah ada, dengan adanya pembelian tiket online ini kadang membuat saya menjadi agak selenge'an. Betapa tidak, tiket pesawat yang saya gunakan cukup berupa print-out ATM saja, kertas faksimili kecil, lusuh, dilipat dan disimpan di dompet, kelihatan remeh temeh dan tidak berguna. Bisa juga berupa print-out pembayaran dari Internet Banking atau cetak kode pemesanan pada ½ halaman folio atau lebih kecil lagi untuk diselipkan ke dompet bercampur dengan karcis-karcis lainnya. Kok begitu? Bagaimana bila melewati petugas penjaga bandara ketika hendak masuk pemeriksaan bagasi atau ketika check-in? Syukurlah, selama ini saya lancar-lancar saja. Tetapi ini bukan saran yang baik bila sewaktu-waktu ada masalah nantinya, jadi jangan hanya bergantung penuh pada print-out pembayaran dari bank saja. Sangat disarankan juga mencetak tiket yang dikeluarkan oleh sistem pembelian tiket maskapai penerbangan tersebut. Sehingga bila ada masalah ketika melewati pemeriksaan diharapkan akan lebih mudah dan membantu.
Selain itu, kemudahan yang saya dapatkan adalah pengiriman berita melalui email, kemudian bisa membandingkan harga tiket antar maskapai penerbangan dan memilih harga tiket yang paling murah, juga memilih waktu keberangkatan (seperti tiket lebaran tahun ini oleh Air Asia) yang jauh hari sudah disediakan dan mulai diserbu masyarakat, dan beberapa kemudahan lainnya.
Sayang sekali, hampir semua sistem pembelian tiket online yang saya gunakan saat ini tidak menyediakan aplikasi pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan untuk umum, hanya disediakan untuk kantor cabang atau agen resmi saja. Sehingga bila melakukan pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan harus melalui kantor cabang terdekat, plus biaya administrasi dan pembatalan yang disesuaikan dengan perubahan harga. Saya tidak tahu bila seandainya ada perubahan jadwal, taruhlah mundur beberapa hari dari jadwal sebelumnya, apakah dengan demikian harga bisa jadi lebih murah? Sepertinya tidak ada penurunan harga, coba lihat kembali fare-rules.
Saya berpendapat bahwa untuk membuat aplikasi pembatalan atau perubahan jadwal tersebut sebenarnya mudah saja dibuat, tetapi ini mungkin berkaitan dengan faktor lainnya yang harus dipertimbangkan, seperti faktor sosial dan keamanan. Bila awareness masyarakat tentang fungsi Internet dan e-commerce terus tumbuh dan membaik, tak pelak agen-agen penjualan tiket suatu saat akan banyak yang tutup. Seperti halnya banyak wartel (warung telekomunikasi) yang saya temui akhir-akhir ini sudah banyak yang tidak beroperasi, mengingat biaya telekomunikasi saat ini juga sudah semakin murah dan mudah.
Lalu, bagaimana dengan harga melalui pembelian tiket online ini? Setahu saya lebih murah bila dibandingkan dengan harga dari agen, selisih beberapa puluh ribu saja, jadi kalau Anda berminat membuka jasa penjualan tiket penerbangan saat ini masih terbuka kesempatan lebar... ;-)
Langganan:
Postingan (Atom)