Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 11, 2010

10/01, Introspeksi Setahun Bermain Facebook dan Social Media

Tanggal 10 Januari adalah hari bersejarah bagi saya pertama kalinya mulai aktif bermain Facebook dan ikut bersosialisasi melalui media baru tersebut. Sebenarnya tak ingat kapan pastinya tanggal bersejarah itu, tapi melalui email data menjadi mudah ditelusuri kembali. Dengan begitu akan tahu kira-kira kapan dan bagaimana mulai aktif ber-facebook ria. Selama setahun itu cukup merasakan asam, asin, manis, hambar, dan kecutnya Facebook. Sebagaimana bersosialisasi yang sesungguhnya dalam hidup bermasyarakat, saat berkomunikasi verbal bisa menunjukkan tutur kata, intonasi suara, bahasa tubuh, dan ekspresi wajah, namun saat bersosialisasi di social-media sangat terbatas sehingga sering menimbulkan masalah, siapapun pengguna Facebook aktif akan merasa mengalaminya atau tidak.

Pengalaman tersebut menjadi sangat berharga, sehingga ada beberapa pengalaman yang saya catat sebagai pelajaran yang mungkin tidak terlalu istimewa. Pertama, terjalinnya kembali kontak komunikasi dengan teman-teman lama yang terpisah belasan hingga puluhan tahun lamanya, beberapa kasus di media massa menyebutkan hingga bisa menumbuhkan cinta lama bersemi kembali yang menimbulkan masalah hubungan dalam rumah tangga, atau masalah hubungan antar personal lainnya. Kedua, wawasan dalam mengenal berbagai macam karakter manusia secara terbatas, baik secara konteks maupun konten dari status dan aktivitas subyektif pengguna. Mengontrol dan menempatkan diri untuk bijaksana melihat situasi, itu adalah pilihan baik. Ketiga, setiap saat siapapun bisa menjadi apapun, kapanpun mau, dan resiko ditanggung sendiri. Keempat, tak ada junker dan spammer yang menyenangkan. Kelima, antisipasi banyak user mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan dengan rutinitas. Keenam, banyak group yang inkonsisten dan vakum. Ketujuh, kontrol waktu secara proporsional. Kedelapan, banyak undangan yang tak jelas dan asal.

Sampai di sini, lebih banyak mana antara manfaat dan mudharat? Berhenti, kurangi, beralih, atau bersahabat dengan Facebook, itu semua adalah pilihan. Selamat memilih.

Jumat, Mei 01, 2009

Facebook Desktop for AIR: Boros Memori dan Bikin Cepat Panas?


Sudah beberapa kali kejadian laptop tiba-tiba mati shutdown sendiri tanpa ada pemberitahuan, atau minimal notifikasi lebih dulu dari sistem memberitahukan bahwa sistem operasi akan shutdown 5 menit lagi. Dengan begitu saya bisa siap-siap mematikan sendiri secara prosedur, tapi anehnya notifikasi itu tidak ada. Selidik punya selidik, dari informasi sistem saat proses shutdown memberitahukan CPU kepanasan, nah loh!

Memang, dari letak laptop di atas meja, di sudut ruangan yang sirkulasi udaranya kurang tepat, ditambah lapisan meja beralaskan kertas koran menjadi kurang baik untuk pendingin dan sirkulasi udara di bawah laptop, plus hawa udara yang juga panas. Selain itu, proses sistem bekerja ternyata juga mempengaruhi, misalnya, saya coba bandingkan dua aktivitas yang berbeda. Pertama, mengetik saja menggunakan OpenOffice, hasilnya tidak atau jarang menyebabkan laptop tiba-tiba mati. Kedua, berinternet menggunakan Firefox dan Facebook Desktop for AIR. Yang terakhir ini yang paling dominan bikin panas dan shutdown mendadak. Dari System Monitor terlihat, woo... pantas saja... nomor satu penggunaan memori paling tinggi adalah Facebook Desktop for AIR, CPU usage malah 30% lebih dan makin lama makin naik! Herannya, mau di-uninstall kok sayang... hehehe...

Source Donwload: Facebook Desktop for AIR, Adobe AIR

Selasa, April 21, 2009

Studi: Facebook Mempengaruhi Prestasi Belajar dan Kekanak-kanakan

Pertengahan bulan ini, kandidat doktor dari Ohio State University, Aryn Karpinski, bersama co-authornya, Adam Duberstein dari Ohio Dominican University merilis hasil survei barunya yang menunjukkan, bahwa mahasiswa yang sering menggunakan online-social-network memiliki indeks prestasi belajar lebih rendah daripada mahasiswa yang tidak menggunakan online-social-network.

Survei dilakukan pada 219 mahasiswa dan lulusan yang secara signifikan memiliki perbedaan hasil belajarnya, antara pengguna Facebook vs non-pengguna. Meski demikian, 79% pengguna Facebook tidak percaya aktivitasnya mempengaruhi hasil belajarnya yang rendah. Karpinski sendiri mengatakan tidak kaget dengan ketidakpercayaan Facebookers ini, tetapi ia juga memberikan klarifikasi bahwa survei ini tidak menunjukkan secara langsung hubungan Facebook dengan rendahnya prestasi belajar penggunanya. Hanya saja ia mengatakan ada dua faktor yang berhubungan dengan menurunnya prestasi belajar, “Mungkin para pengguna Facebook itu hanya sekedar mencari selingan saja, mungkin juga sekedar menunda-nunda pekerjaan yang menjadi prioritasnya.” Tapi malah keterusan dan lupa waktu, iya kan?

Sementara itu di bulan Februari, studi yang sama juga dilakukan oleh Susan Greenfield, seorang neurosains dari Oxford University, menyebutkan bahwa social-network seperti Facebook dan Bebo mudah membuat penggunanya kekanak-kanakan hingga berperilaku seperti anak kecil. Gary Small, neurosains dari UCLA malah memberikan peringatan tentang menurunnya kemampuan para pengguna social-netkwork dan teknologi modern terhadap perhatiannya pada ekspresi dan isyarat emosional seseorang secara sosial di kehidupan nyata, akibat kurangnya bertatap muka atau bersosialisasi secara langsung, nah loh!

Yogyakarta, 21 April 2009.

Sumber: Time

Selasa, Februari 03, 2009

Facebook: Merampas atau Dirampas?

Facebook, siapa yang belum punya?
Saat saya tulis ini, saya belum genap 1 bulan memiliki akun Facebook, dan mungkin bisa dikatakan saya termasuk pemula dalam dunia Facebook. Sebelumnya, saya memiliki beberapa akun situs pertemanan, tetapi jarang saya gunakan dan lebih aktif sebagai penggembira saja. Sungguh, saya mohon maaf pada Anda yang pernah mengirimkan ajakan untuk bergabung bertemanan di situs pertemanan, baik Facebook atau lainnya. Kendati pun saya tahu, sejak awal Barack Obama menggunakan Facebook sebagai senjata untuk duduk di kursi kepresidenan dan sukses, saya pun tetap tidak terpengaruh ikut-ikutan Obama. ;-)

Menjelang akhir tahun lalu, saya merasa heran dengan beberapa milis yang saya ikuti, mulai melambat dan sepi, sesekali terlihat postingan, namun sepertinya anggota baru dan pemula yang sekedar bertanya, kalaupun ada, topiknya seputar Facebook. Beberapa aggregator dan blog yang saya langgan, pun sepertinya mulai sepi dari posting artikel dan lebih sedikit dari biasanya. Kecurigaan semakin besar, manakala beberapa teman tampak asyik bermain Facebook dibanding sebelumnya yang lebih asyik bermilis dan chatting. Tak heran, bila moderator dari group milis yang saya ikuti, ternyata juga terang-terangan mengajak member milis untuk bergabung dalam group yang sama dalam Facebook. Inilah saatnya berpindah ke Facebook. Mulai saat itulah, saya coba sign-up Facebook, dan merasakan, bahwa Facebook sepertinya telah berhasil merampas perhatian dunia agar hanya memperhatikan saya. ;-)

Satu dua hari saya ikuti pelan-pelan, terkagum-kagum, dan akhirnya secara intens saya mengikuti aktivitas jaringan pertemanan ini nyaris tanpa henti, dari mulai bangun pagi hingga menjelang dini hari. Sesekali mengomentari status seseorang yang menurut saya menarik untuk dikomentari. Bukan hanya itu, saya merasa tidak canggung sekedar 'say hello' atau ikut memberikan komentar iseng untuk menjalin keakraban, bisa dikatakan 'sok akrab' atau 'sok gaul' untuk merebut perhatiannya. Dari itu pula, akhirnya saya menemukan kembali teman-teman lama dan mendapatkan teman-teman baru, sekaligus mengetahui aktivitas-aktivitasnya secara terbatas.

Facebooking -- begitu orang bilang -- ini saya lakukan lebih banyak menggunakan perangkat mini telepon genggam, daripada menggunakan perangkat komputer besar. Dengan begitu, kemudahan mengakses dimana saja berada, kapan saja, dan bagaimanapun juga keadaannya, supaya tetap selalu mengakses Facebook, maka telepon genggam ini selalu melilit digenggaman, sampai tombolnya lecek dan kusut. Senyum sendiri, tertawa sendiri, manyun sendiri, dan lebih banyak menikmati kesendirian, menjadi bagian dari hari-hari Facebooking, dan saya merasakan, bahwa Facebook sepertinya telah berhasil merampas saya agar hanya memperhatikan dunia. ;-)