Tampilkan postingan dengan label FootBall. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FootBall. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 04, 2010

Piala Dunia 2010: Belajar dari Kanselir Jerman, Angela Merkel


Jerman luar biasa, setelah menekuk Inggris 4:1 saat perdelapan final, di perempat final ini malah 'mengusir' Argentina pulang kampung lebih cepat sebelum lebaran, dengan skor telak 4:0, wohoo! Saat disiarkan televisi secara langsung, strategi tim kesebelasan Jerman terlihat sangat berkelas, tetapi yang menjadi perhatian saya adalah televisi selalu menyorot Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang melonjak gembira saat gol tercipta. Tanpa canggung ia berdiri cepat dari tempat duduknya dan mengepalkan kedua tangan ke atas sambil teriak, padahal disampingnya Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma duduk santai menahan ekspresi, sambil kemudian mendapat ucapan selamat. 'Ulah' pemimpin pemerintahan Jerman ini bukan sekali ini saja, 4 tahun lalu ketika Piala Dunia 2006 di Jerman ia tertangkap kamera tak bisa menyembunyikan ekspresinya, seolah-olah ia lupa bahwa ia adalah orang nomor satu di negaranya dan tokoh yang disegani di dunia, ia tak peduli meski mungkin protokoler kenegaraan 'menyuruhnya' untuk jaim saat itu. ;-)

Apakah itu sudah biasa? Jelas, semangat pemimpin seperti ini membawa pengaruh setidaknya semangat bertanding positif bagi yang berlaga, apalagi seluruh rakyat Jerman, mister Tukul bilang itu luar biasa!

Senin, Juni 21, 2010

Piala Dunia 2010: Italia Belum Beruntung!

Striker Italia Vincenzo Iaquinta saat membobol gawang Mark Paston melalui pinalti, 20/06.

Saat lawan Selandia Baru, Italia tampaknya masih belum beruntung. Ini terlihat banyak tendangan langsung dan rebutan bola di depan gawang mentah di tangan kiper Mark Paston. Skor 1:1 itupun hasil dari tendangan pinalti, sedikit menghibur kekecewaan para pendukung. Skor tipis dan sering seri ini sepertinya ciri khas Italia yang selalu membuat berdebar-debar jarang memuaskan. Satu kali lagi kesempatan lawan Slowakia yang kalah 0:2 lawan Paraguay. Dengan demikian bila Italia ingin maju ke babak 16 besar harus menang besar lawan Slowakia, di atas kertas Italia lebih unggul, tapi prediksi matematis tak bisa dijadikan potakan, ia selalu berubah seiring usaha keras dan ritme pemain dan tim itu sendiri saat bermain, dan jangan lupa keberuntungan dari yang Maha Kuasa, terbukti sudah beberapa tim unggulan seperti Inggris, Perancis, dan Jerman tumbang dengan lawan yang tak diperhitungkan sebelumnya.

Kesempatan masih ada tapi makin sulit, Italia masih bersaing berebut posisi runner-up Grup F dengan Selandia Baru yang juga harus menang besar lawan Paraguay. Tak banyak komentar, masih bisa berubah minggu ini, tersingkir atau lolos 16 besar, mari ditonton saja. ;-)

Selasa, Juni 15, 2010

Piala Dunia 2010: Foto-foto Humanis Detik-detik Daniele De Rossi Sontek Gol

Tertarik dengan ekspresi para pendukung Italia di negerinya sana, yang sepintas mirip dengan gaya publik Indonesia, berikut saya cuplik foto-foto mereka saat Daniel de Rossi mensontekkan gol tunggal untuk Italia saat lawan Paraguay, walaupun skor imbang 1:1, 14 Juni 2010.
Selamat menikmati.


Daniele de Rossi setelah sontek gol tunggal untuk Italia saat lawan Paraguay


Warga Italia bersorak!

Kalangan tak berpunya gak ketinggalan, cukup semangat juang '45!

Ibu-ibu nggak ketinggalan nonton sinetron, eh, bola... mirip di Indonesia?

Tentara Italia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sama saja ya... :-)


Anak-anak sama sukanya... mirip di Indonesia kan?

Marcello Lippi, sang arsitek bola itu bengong aje...

Sumber foto: id.sports.yahoo.com

Piala Dunia 2010: Italia vs Paraguay, Score 1 : 1

Foto: Daniele de Rossi

Sekedar catatan singkat score Italia vs Paraguay 1 : 1 lewat sontekan Daniele De Rossi, menyambar umpan sepak pojok Pepe, dalam duel penyisihan Grup F Piala Dunia 2010 di Stadion Cape Town Afrika Selatan, Selasa malam, 15 Juni 2010.

* posting garing mode on

Minggu, Juni 13, 2010

Piala Dunia 2010: Maskulinitas Gli Azzuri Italia

Setiap perhelatan Piala Dunia saya selalu menjagokan tim Italia, dan rasanya sulit berpindah ke tim negara lain, kecuali tentu saja Indonesia suatu saat. Entahlah, saya mengenal Italia ketika Paolo Rossi dengan kaos birunya bermain di Piala Dunia 1982, selanjutnya, secara emosional saya selalu condong mendukung tim ini. Kenapa? Alasannya sederhana, karena maskulin dan kostumnya yang biru seperti menguasai lapangan ketika dilihat dari atas stadion. Saya menganggap orang Italia selalu tampak cocok bermain bola khas olah raga laki-laki itu, dengan rata-rata postur tubuh pemain yang tidak terlalu gempal tapi kuat berlari dalam tempo lama sambil mengocek bola, rambut gondrong seperti tak pernah sisiran atau diikat karet seadanya, wajah macho khas Italia yang selalu brewokan, bila berselisih dengan pemain lawan dan berteriak rahang atau otot lehernya tampak jelas menggurat di wajah, apalagi kalau mengunyah permen karet. :-)

Tak heran, Italia selalu kontrovesial dengan maskulinitasnya saat bertanding, banyak yang tidak suka dengan tim ini karena selalu "rusuh" dan dianggap mengundang masalah, tentu masih ingat kasus Materazi yang disundul Zidane di final Piala Dunia 2006 lalu di Jerman. Meski demikian, selain karena kelelakiannya itu, saya suka dengan kebanyakan gaya bermain pemainnya, dan pelatihnya yang biasa menuju ke pinggir lapangan tak sabar mengatur permainan. :-)

Di Piala Dunia 2010 ini, karena Indonesia belum bisa merumput di sana, maka kembali saya mendukung Italia, saya percayakan pada pelatihnya, Marcello Lippi, dan penjaga gawang Gianluigi Buffon dkk.

Selamat bertanding!

Senin, Juni 23, 2008

Italia Kalah

Pertandingan perempat final antara Spanyol vs Italia dini hari tadi sebenarnya cukup menarik, apalagi komentator tamu, Pak Din Syamsuddin, ternyata menjagokan Spanyol mengikuti prediksi kebanyakan orang. Waah... penasaran, tapi apa daya... rasa kantuk yang amat sangat membuat mata ini sulit diajak kompromi, bangun-bangun sudah subuh, itupun karena dengar adzan subuh. Tapi lumayan, ada berita pagi, ah... Italia, berakhir di tangan Spanyol lewat adu tendangan pinalti, praktis Group C tak ada wakilnya satupun yang lolos ke semifinal. Sudahlah, kalah menang itu sudah biasa... ;-)

Jadi, jago siapa lagi nich?
Ah... enggak ada, si jago sudah kalah, sulit berpaling ke yang lain... ;-)

Lalu, siapa kira-kira yang menang?
Dilihat saja akhirnya, secara strategi-teknik-fisik itu bisa dilihat tim mana yang kira-kira bakal menang, tetapi dari kemampuan tim yang rata-rata bermain sangat baik serta adanya keberuntungan --kalo orang tua menyebut: wis dadi qodare--, hampir semua prediksi kebanyakan orang tak ada yang benar, ya begitulah, bola itu bundar... ;-)

Rabu, Juni 18, 2008

Italia, Menyebalkan tapi Menang

Ya, itulah laporan pandangan mata saya melihat Italia vs Perancis pada Group C Piala Eropa 2008 ini, entahlah kalau memang demikian adanya. Betapa tidak, pola permainan masih tampak sama dengan permainan sebelumnya ketika melawan Rumania dan Belanda, hampir tak ada perkembangan. Sepanjang pertandingan, biasanya saya tegang, berdebar-debar, teriak dus! Tapi ternyata malam tadi lebih banyak sukanya. Banyak pihak mencibir Italia akan tersisih, tidak salah juga anggapan ini karena pola permainannya yang menyebalkan! Ya begitulah Italia, dari kebiasaan sebelumnya, selalu tertatih-tatih diawal kompetisi, tapi anehnya sering melenggang terus hingga semifinal.

Mari ditunggu saja babak selanjutnya. ;-)

Sabtu, Juni 14, 2008

Italy dan Luar Biasanya Belanda

Menariknya nonton pertandingan itu karena ada yang jadi jagonya, dengan begitu ada pelibatan emosi, ada teriakan keras, ada tarikan napas panjang, detak jantung berpacu kencang membawa aliran darah mengalir deras di seluruh urat nadi, ada gairah yang menggolara mirip pasangan pengantin berpacu di atas ranjang asmara. Ketika sang jago melempem, mandul, dan gagal, maka gairah itu seperti menggantung, menunggu mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk melampiaskannya secara tuntas!

Sebaliknya, sangat beda dan hambar rasanya bila tanpa sang jago, gol sini teriak gol, gol sana teriak gol, tak jelas mendukung siapa, tak ada yang menggelorakan, tak ada yang menarik, semua nampak biasa dan berlalu begitu saja. Nggak tahu kalau memang jadi wasit atau pengamat saja, hehehe...

Bermain seri 1:1 melawan Rumania, Italy memang mendebarkan. Zambrotta... banyak pendukungmu yang berbalik mencemooh, meledek, menyesalkan, tapi itu biarlah sudah terjadi. Luca Toni, mengapa terus diberi kepercayaan mengeksekusi sundulan demi sundulan padahal tak berkutik ditempel Tamas? Roberto “Lionel Luthor” Donadoni... ah capek dech komentar, saya malah berharap dia diganti saja. Beruntung pahlawan hari itu Gianluigi Buffon, jadi masih tersisa peluang tipis maju ke perempat final. Melihat penampilan Belanda yang sangat cemerlang mengalahkan Prancis 4:1, berarti di atas kertas bisa juga kalahkan Rumania, karena dengan begitu, Italy memiliki kesempatan bila juga mampu kalahkan Prancis! Bila tidak, maka angkat saja kopernya Donadoni keluar lapangan, biar dia pulang sendirian!

Selasa, Juni 10, 2008

Tak Tega Nonton Italy Babak Belur Tanpa Balas

Entahlah, malam tadi nggak tega nonton Italy yang kelihatan ringkih banget, permainan nggak berkembang, bobol gol kedua rasanya mata ini nggak tega meneruksan nonton, hiks... sudah begitu nggak ngeh rasanya lihat pelatih Roberto Donadoni, kenapa bukan Mancini? Kalah 3:0 dari Belanda tanpa balas makin bikin rupeg saja. Ah, sudahlah, mau gimana lagi, tapi biarlah Italy berusaha, langkah makin berat, harus bisa kalahin Rumania dan Prancis!

Sabtu, Juni 07, 2008

EURO 2008: Forza Azzurri




World Cup 2006 dua tahun lalu dan Euro 2008 ini, sulit sekali untuk tidak mendukung Italy. Seingat saya, saya mengenal Italy sejak World Cup 1982, ketika Paolo Rossi bermain. Dan di liga Italy, jagoku tentu AC Milan.

Berada di group C, ada Belanda, Prancis dan Rumania, weh... cukup berat coy! Tapi gue... eh, saya mantap dech dukung Italy, Forza Azzurri!