Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog Open Source. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog Open Source. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 13, 2009

Tips OpenOffice: Bug OpenOffice 3.x Non Stable

Pada tips sebelumnya saya sarankan untuk pekerjaan serius jangan ambil resiko menggunakan versi non stabil, berikut ini pengalaman saya.

Beberapa waktu yang lalu ketika sedang mengejar batas akhir pengumpulan paper, saya sempat iseng menaikkan OpenOffice 2.4 ke versi 3.1 di Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Gara-garanya karena tertarik dengan fitur yang ada di OpenOffice Calc, entahlah sudah lupa, yang jelas fiturnya enggak penting banget buat kebutuhan mendesak saat itu. Tanpa melakukan review dulu, saya langsung hapus versi 2.4, lalu memasukkan repository launchpad untuk mengunduh versi 3.1 dan sukses.

Saat mencoba, masalah muncul ketika lay-out dokumen sedikit berubah, sehingga jumlah halaman bertambah lebih banyak. Setelah melakukan setting sama persis seperti pada versi 2.4, lay-out dokumen masih belum pas, seperti ada selisih sekian mili pada spasi. Saya ingat, font Times New Roman pada versi 2.4 saya ambil dari font asli Microsoft Windows, dan ternyata benar ketika hal yang sama saya terapkan pada versi 3.1, maka lay-out dokumen kembali normal, problem solved. Satu pelajaran: sepertinya ukuran (size: 12) font Times New Roman OpenOffice ada selisih sangat tipis dibanding ukuran font Times New Roman Microsoft Windows.

Masalah berikutnya, ketika melakukan editing dan melihat daftar isi, ada yang aneh dengan nomor sub-bab yang tidak urut. Syukurlah, sejak awal menggunakan Insert Indexes and Tables, maka solusinya tinggal melakukan penyesuaian langsung pada dokumen, dengan begitu daftar isi menyesuaikan secara otomatis. Disinilah bug itu ketahuan, fungsi Outline ternyata tidak tersedia (lihat tangkapan layar) pada kotak dialog Indexes and Tables. Karena deadline paper mendesak, maka saya coba lari ke Windows dan instalasi OpenOffice 3.1. Ding! Ternyata masalah sama, OMG! Tapi syukurlah, CD Jaunty Jackalope dari Shipit selalu digendong kemana-mana, dan disitu sudah ada OpenOffice 3.0, singkat kata: problem solved.

Berikut tangkapan layar Indexes and Tables:
OpenOffice 3.1 launchpad (non-stable) Ubuntu 8.04 Hardy Heron, Outline tidak ada.

OpenOffice 3.1 for Microsoft Windows, Outline tidak ada.

OpenOffice 3.0.1 stabil Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, Outline ada.

Semoga bermanfaat.
________________________________________________
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Kamis, September 10, 2009

Tips OpenOffice: Tutorial Video Youtube Menulis Arab

Keistimewaan perangkat lunak bebas dan Open Source seperti OpenOffice ini memang luar biasa. Banyak sekali tools yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan ataupun dieksplorasi untuk menggali kreativitas maupun sekedar untuk hiburan, salah satunya adalah menulis Arab. Untuk yang satu ini sepertinya sudah banyak yang mengulasnya, bahkan sebelumnya saya juga pernah menulis hal yang sama. Namun kali ini, saya hanya mengulas dengan membuat video cara paling sederhana menulis Arab menggunakan OpenOffice di lingkungan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, tanpa repot-repot mengunduh berbagai macam software yang tidak diketahui keberadaannya atau bahkan beresiko menghadapi masalah keamanan sistem.



Selamat menikmati. :-)
________________________________________________
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Tips OpenOffice: Portrait dan Landscape pada Satu Dokumen

Bagi pekerja kantoran, pekerja independen, siswa atau mahasiswa yang sering bekerja membuat artikel panjang, naskah cerita, proposal, atau paper ilmiah seperti jurnal, skripsi, tesis maupun desertasi, mungkin sudah terbiasa mengoperasikan Windows dan Microsoft Office untuk mendukung pekerjaannya. Sering dijumpai naskah yang sangat panjang yang terdiri atas beberapa halaman, apalagi orientasi halaman yang berbeda-beda, ada yang tegak (Portrait) ataupun membentang (Landscape) dalam satu dokumen yang berurutan nomor halamannya. Apalagi di dalam dokumen sudah termasuk sampul, kata pengantar, daftar isi otomatis, hingga lampiran tebal yang semuanya harus disusun cepat dan rapi, memiliki bookmarking, hyperlink, export ke format pdf sebagai e-book, dan sebagainya sehingga mudah dilakukan pencetakan, dokumentasi, atau didistribusikan untuk dimanfaatkan secara cepat dan ringkas sesuai tujuan dokumen.

Tapi, apakah semua pekerjaan tersebut bisa ditangani perangkat lunak bebas dan Open Source seperti Linux dan OpenOffice?

Itu mudah saja, dan tentu tak bisa dibahas semua di sini. Peningkatan versi OpenOffice saat ini semakin lengkap dan menarik, dengan harga yang Rp 0, fungsi yang diberikan OpenOffice tak kalah dengan fungsi Microsoft Office.


Sebagai misal untuk masalah pertama pada contoh gambar di atas berupa 2 halaman Portrait dan Landscape pada satu dokumen, maka langkahnya sebagai berikut:
  • Jalankan OpenOffice 3 atau versi 2.4 stabil dan dibawahnya, buat dokumen baru. Dalam hal ini saya gunakan OpenOffice 3.0 stabil pada Linux Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Untuk pekerjaan serius, disarankan gunakan versi stabil, jangan ambil resiko menggunakan versi non-stabil.

  • Sebagai percobaan, buat text Portrait dan Landscape.


  • Pilih menu Format > Styles and Formatting (F11), akan muncul kotak dialog kecil, pada menu pilih Page Styles.


  • Tambahkan fungsi baru dalam Page Styles, caranya, arahkan pointer pada area kosong, klik kanan dan pilih New, maka muncul kotak dialog Page Style.


  • Pada tab Organize, isi kolom Name: Portrait, lalu tekan tombol keyboard Tab, maka kolom Next Style akan mengikuti kolom Name. Lalu tekan OK.

  • Lakukan hal yang sama pada langkah 4 dan 5 untuk membuat fungsi Landscape, bedanya, pada Page Style pilih tab Page, lalu cek Orientation: Landscape. Kemudian OK.


  • Berikutnya, arahkan pointer di baris paling akhir sebelum text Landscape, pilih menu Insert > Manual Break, maka muncul kotak dialog. Cek bagian Page Break, pilih dropdown Landscape yang telah dibuat tadi. Tekan OK.


  • Hasil setidaknya seperti gambar pertama di atas tergantung pengaturan. Bila halaman berikutnya ingin kembali ke orientasi Portrait, lakukan Manual Break kembali dan pilih Page Style Portrait.

Mudah sekali, kan? :-)
_________________________________________
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.