Rabu, Juli 18, 2007

LCD Projector adalah Infocus

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis pengalaman saya menggunakan Ubuntu dan Infokus di blog ini juga dikutip teman saya di blog KPLI Balikpapan. Kemudian muncul komentar dari sana yang mengoreksi redaksional istilah yang benar kata infokus, sebenarnya sengaja saya gunakan ejaan salah pada kata Infokus yang seharusnya adalah Infocus, yang tujuannya menghindari nama yang sama dengan merk dagang dari LCD Projector tersebut, juga penggunaan kata ini sudah biasa diucapkan di kalangan masyarakat luas, hampir sama dengan penyebutan Mie Instan itu Indomie. Kemudian istilah ini muncul di thread milis id-ubuntu yang diposting seseorang. Secara berkelakar, pak Rusmanto menimpali:

    Canda iseng (tidak ada maksud promosi):

    LCD projector adalah Infocus.
    Wireless LAN adalah Wavelan.
    Pasta gigi adalah Odol.
    Motor adalah Honda.
    Sepeda gunung adalah Federal.
    Mie adalah Indomie.
    Telepon kabel adalah Telkom.
    Listrik adalah PLN.
    Minyak adalah Pertamina (nyaak..nyaak!)
    Komputer adalah IBM-PC (dulu), sekarang PC saja.
    Laptop adalah Asus (belum pasti, sih).
    Program komputer adalah Linux (sekarang), dulunya Windows.
    Linux adalah Ubuntu (sekarang), ke depannya BlankOn...hehehe.

    Rus

Hahaha ...

Senin, Juli 16, 2007

Kelas Pertama masuk Taman Kanak-kanak

Hari senin ini, 16/07, si bungsu sulung Nasywa masuk sekolah hari pertamanya di TK Manuntung, sebelah gedung Diklat Pertamina Karang Anyar Balikpapan. Berangkat pagi-pagi pukul 7 naik angkot di antar ibunya, maklumlah cukup jauh dari rumah sekitar 2 km, saya sendiri sebenarnya ingin mengantarnya sekalian berangkat kerja, tapi rasanya kok terlalu pagi. Jadi akhirnya, saya kebagian mandiin si kecil, Shaza, yang untungnya nggak begitu rewel dibanding kakaknya ini. Setelah mandi, si kecil biasanya langsung bobok setelah minum susu dotnya, tapi neneknya ngajak main-main, ya sudah, saya tinggalkan dia berangkat kerja dulu.

Hmm... ada beberapa hal yang patut dipersiapkan karena kegiatan di rumah kini mulai bertambah. Yang jelas, bangun lebih pagi selepas adzan subuh, setelah subuh nggak boleh main komputer lama-lama, minimal cek email sudah, apalagi keterusan tidur lagi. Siapin sarapan, bersih-bersih, mandiin si kecil, siapin pakaian yang mau dipakai si kecil, pampers, bikin air hangat, bikin susu, ayun-ayun nina bobok, waah ... makin seru saja nich ... hahaha ...

Susahnya Menilai secara Obyektif

Dua minggu kemarin adalah jadwal ujian akhir semester, dan saya tengah menyediakan waktu khusus untuk menilai ujian akhir matakuliah pemrograman Internet yang harus dipresentasikan. Cukup melelahkan, tapi secara keseluruhan saya sangat puas, karena lebih baik dibanding kelas-kelas sebelumnya yang pernah saya tangani. Hingga deadline sabtu kemarin, yang maju presentasi membludak, saya tidak tahu siapa yang bertugas menjadwal giliran masuk, tapi syukurlah cukup tertib hingga berakhir hampir menjelang sore. Kebanyakan mahasiswa membawa laptop sendiri atau pinjam, jarang ada yang mencoba laptop yang saya sediakan. Bila menggunakan laptop saya, mereka harus instalasi sendiri, sedangkan sistem operasi yang saya sediakan adalah Linux Mint. Mengapa Linux? Biasalah, pindah memindah berkas melalui usb sangat rentan dengan virus macam-macam, saya tidak mau mengambil resiko repot-repot memindai virus yang tentu saja menyita waktu, apalagi bila nantinya virus itu meninggalkan thread atau mengubah registry default, beuh ...

Hasil presentasi materi ujian secara keseluruhan cukup bagus, walaupun ada yang copy-paste dengan kelompok lain, tapi jumlahnya sedikit. Ada program yang setengah jadi, bermasalah alias error, juga ada yang terlalu canggih, misalnya menggunakan banyak javascript atau bahkan xml, maklumlah, mereka asal mencomot dari berbagai sumber di Internet. Untuk materi yang copy-paste dan yang terlalu canggih, tak perlu repot-repot presentasi panjang lebar, saya langsung memberikan soal mudah yang harus dikerjakan dalam waktu 15 menit, hasilnya ada yang bisa, ada yang tidak bisa, dengan demikian saya mudah menilainya. Juga ada yang bukan hasil pekerjaannya sendiri alias dibuatkan, saya tak perlu panjang lebar menanyai macam-macam. Atau ada yang tidak pernah mendapatkan materi soal sebelumnya dari saya, tapi tiba-tiba datang dengan materi soal seenaknya sendiri, saya pun juga tidak ambil pusing an lebih ringkas menilainya. Nah, yang sulit itu adalah menilai mahasiswa yang “dekat” dengan saya, untuk menghidari tidak obyektif, saya mencoba untuk bertanya sesekali, apabila bisa menjawabnya, tentu saya menilai dengan baik, sebaliknya, saya akan menilai apa adanya bila tidak bisa menjawab pertanyaan.

Presentasi ini saya tujukan untuk mencoba melihat kemampuan individual mahasiwa secara obyektif, sehingga memiliki bobot nilai yang sangat bersar dibanding bobot tugas-tugas atau ujian harian lainnya,jadi pengaruhnya sangat besar terhadap kelulusan. Dari sini juga, akhirnya saya menemukan mahasiswa yang benar-benar mahir membuat program sendiri di luar kepala. Walaupun demikian, mungkin ada yang merasa mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan kemampuannya saat itu, nah, itu yang sangat sulit kira-kira dimana letak kesalahannya. Untuk meminimalkan kesalahan, saya memberikan beberapa pertanyaan yang memiliki bobot nilai, misalkan 4 pertanyaan dengan masing-masing pertanyaan memiliki bobot nilai 25. Setidaknya, hasil penilaian ini jauh lebih sportif dibanding dengan ujian tulis yang sering terlihat tidak murni hasil kerja kerasnya sendiri.

Senin, Juli 09, 2007

Blognya Pemkot Balikpapan



Secara tidak sengaja, saya barusan membuka komentar seseorang yang membawa taut ke balikpapan.go.id, ya... itulah situs resmi pemerintah kota Balikpapan. Tapi begitu situs terbuka, masya Allah! Benar-benar jadi blog! Wah wah wah, ada apa neeh ... Mungkin inilah satu-satunya weblog milik pemerintah di Indonesia, atau mungkin sudah ada kali ya? Mana coba...

Kamis, Juli 05, 2007

Mencari Format dan [sok] Sibuk

Beberapa minggu ke depan mungkin saya tidak banyak muncul di permukaan, mengingat beberapa tugas baru yang tengah saya kerjakan. Pekerjaan ini hanyalah menggeser posisi rekan saya yang tengah melanjutkan studinya ke Makassar, dari sini setidaknya saya melanjutkan program-program lama yang telah dijalankan dan memperbaikinya bila perlu. Beberapa tambahan program mungkin diperlukan untuk sekedar retouching dengan harapan hasilnya lebih dapat dirasakan. Saya kira, program tambahan tersebut cukup sederhana, jauh dari birokratis, tidak terlalu prosedural, namun cukup dilihat dari alasan dan latar belakang yang digunakan sebagai landasan serta mempelajari kemungkinan-kemungkinan lainnya, sehingga proses itulah pekerjaan yang sebenarnya saat ini, karena yang lebih diutamakan adalah hasilnya.

Soal rencana berikutnya, sementara ini masih fokus pada program lama yang mendesak diselesaikan seperti yang dijelaskan di atas. Setelah itu bila memungkinkan, pelan-pelan perubahan dijalankan secara bertahap. Nah, tahap-tahap inilah yang saya rencanakan dituangkan dalam rencana strategis ke depan, plus dengan target dan harapan.
Bagaimana, bisakah?

Rabu, Juli 04, 2007

Jadwal Nungguin Mahasiswa Presentasi Ujian

Malam ini, baru saja saya menerima presentasi 3 orang mahasiswa dari 125 orang yang akan presentasi tugas kuliah sebagai bagian dari ujian akhir semester, yang sudah hampir 1 bulan lalu saya berikan. Jadwal sudah ditempel di sini, jadi mau tak mau saya harus stand-by nungguin mahasiswa sesuai jadwal tersebut. Semakin malam kok nggak muncul lagi mahasiswa, eh ... ada yang datang, tapi hanya tanya-tanya doang tentang program. Saya pikir, apa terlalu sulit tugas yang saya berikan? Ah ... malah ada yang ketawa "Lha wong tugas kayak gini saja kok nggak bisa, keciiil ...!" Nah loh!

Sudah dech, pulang saja ... hari sudah mau larut malam, yang penting sudah laksanakan pekerjaan, jadi... tinggal lihat hasil akhirnya saja, lulus apa nggak lulus, nungguin terus, cape deeeh...

Listrik, masuk persoalan Bangsa?

Duh... saya membaca beberapa media massa bahwa memang listrik menjadi masalah utama beberapa kota di Indonesia, tak hanya Balikpapan, Samarinda dan kota-kota di Kalimantan Timur saja, basi banget bila saya baru tahu ini. Lihat di Medan seperti berita detikcom ini, masyarakat malah diminta memboikot PLN! Sudah sedemikian parahnya persoalan ini. Menurut berita, PLN melakukan apa yang disebut wanprestasi ini adalah masalah ketidakmampuan biaya produksi, mengingat harga minyak tinggi, sedangkan pemasukan dari masyarakat sering telat. Duh... emang PLN itu perusahan yang baru kemarin sore berdiri apa 5 tahunan siih?