Dua kata kesan saya mengadakan survey online ini adalah: tidak mudah. Ya, tidak mudah untuk mencapai target jumlah responden, hasilnya pun terlalu berlebihan bila dijadikan referensi. Dari target 100 responden, survey yang dibuka selama 2 minggu yang dimulai 24 Juli - 6 Agustus 2010 itu hanya memperoleh 49 responden. Dari jumlah tersebut, kurang lebih setengahnya diperoleh dari responden yang mengetahui informasi survey dari 2 (dua) buah mailing list, lalu Facebook, dan Twitter. Berdasarkan konfirmasi, domisili responden lebih banyak berasal dari Balikpapan dan sebagian kecil dari Yogyakarta, Malang, dan kota-kota lainnya. Sisanya, data diperoleh dari satu kelas matrikulasi mahasiswa baru yang saya asuh di Balikpapan. Responden diminta secara sukarela mengisi survey yang membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk 5 buah pertanyaan pilihan ganda maupun tunggal.
Secara teknis, form survey tidak memiliki program validasi yang baik, misalnya tidak memiliki kemampuan memvalidasi satu nomor IP untuk satu responden. Atau validasi lain yang diperlukan untuk mencegah responden memasukkan data lebih dari satu kali. Dengan kekurangannya itu, saya tidak tahu apakah responden mengisi lebih dari satu kali atau tidak. Ini dibuktikan dengan data satu kelas mahasiswa bisa mengisi secara bersamaan melalui sebuah proxy sekolah. Meski demikian, dikhawatirkan terlalu banyak validasi akan membuat sulit responden memasukkan data, dan waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama. Formulir menggunakan layanan standar Google Docs.
Hasilnya, dari 4 jejaring sosial yang paling populer di Indonesia, Facebook menjadi raja jejaring sosial (100% responden adalah pengguna Facebook) dan Facebook paling intensif digunakan (96%), kemudian disusul Twitter (4%). Yang cukup aneh, sedikitnya 6% pengguna Friendster masih aktif sampai saat ini. Perangkat yang digunakan untuk mengakses jejaring sosial didominasi kelompok PC/Laptop/Netbook (61%), kemungkinan berasal dari pengguna rumahan, pekerja kantoran, dan mahasiswa. Disusul kelompok ponsel biasa (29%) dan smartphone (8%). Sebanyak 37% pengguna mengakses jejaring sosial kapan pun dan dimana pun selama terhubung jaringan Internet, bahkan 31% sisanya mengakses jejaring sosial meski sedang melakukan aktivitas kerja/kuliah/sekolah. Lebih mengagetkan, sebanyak 55% pengguna menghabiskan waktu mengakses jejaring sosial lebih dari 1 jam dalam sehari.
Kira-kira apa yang bisa ditarik kesimpulan berdasarkan hasil survey tersebut?
Minggu, Agustus 15, 2010
Sabtu, Juli 24, 2010
Survey Singkat Pengguna Jejaring Sosial Indonesia
Setelah beberapa waktu tertunda, kali ini saya mendapat kesempatan membuka survey online bagi para pengguna media sosial Internet di sini. Survey ini dilatarbelakangi oleh perkembangan jejaring sosial Internet yang dari waktu ke waktu semakin banyak jumlah penggunanya. Sebagai misal Facebook, melalui rilis resmi menyebutkan jumlah pengguna hingga bulan Juli 2010 telah mencapai 500 juta lebih. Jumlah pengguna dari Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta lebih, dan akan terus berkembang pesat seiring dengan intensitas pengguna yang terus menerus aktif menggunakan.
Survey pengguna jejaring sosial atau media sosial ini disusun yang ditujukan untuk mengetahui intensitas pengguna dalam memanfaatkan media jejaring sosial Internet untuk berbagai tujuan. Survey ini bersifat sukarela pada responden dan hasilnya bukan untuk keperluan komersial, melainkan sekedar sample data yang akan dipublikasikan kembali. Survey ini sementara berisi 5 buah pertanyaan sederhana, dan masih jauh dari ilmiah dan banyak kekurangan, tetapi ke depan diperlukan sebagai bahan perbaikan agar dapat digunakan sebagai wawasan dalam pemanfaatan teknologi informasi secara positif.
Akhirnya, terima kasih atas kesediaannya mengisi jawaban survey ini.
Salam.
Update:
- Result Survey Online: Facebook Raja Jejaring Sosial Indonesia
Survey pengguna jejaring sosial atau media sosial ini disusun yang ditujukan untuk mengetahui intensitas pengguna dalam memanfaatkan media jejaring sosial Internet untuk berbagai tujuan. Survey ini bersifat sukarela pada responden dan hasilnya bukan untuk keperluan komersial, melainkan sekedar sample data yang akan dipublikasikan kembali. Survey ini sementara berisi 5 buah pertanyaan sederhana, dan masih jauh dari ilmiah dan banyak kekurangan, tetapi ke depan diperlukan sebagai bahan perbaikan agar dapat digunakan sebagai wawasan dalam pemanfaatan teknologi informasi secara positif.
Akhirnya, terima kasih atas kesediaannya mengisi jawaban survey ini.
Salam.
Update:
- Result Survey Online: Facebook Raja Jejaring Sosial Indonesia
Minggu, Juli 04, 2010
Piala Dunia 2010: Belajar dari Kanselir Jerman, Angela Merkel
Foto: id.sports.yahoo.com
Jerman luar biasa, setelah menekuk Inggris 4:1 saat perdelapan final, di perempat final ini malah 'mengusir' Argentina pulang kampung lebih cepat sebelum lebaran, dengan skor telak 4:0, wohoo! Saat disiarkan televisi secara langsung, strategi tim kesebelasan Jerman terlihat sangat berkelas, tetapi yang menjadi perhatian saya adalah televisi selalu menyorot Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang melonjak gembira saat gol tercipta. Tanpa canggung ia berdiri cepat dari tempat duduknya dan mengepalkan kedua tangan ke atas sambil teriak, padahal disampingnya Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma duduk santai menahan ekspresi, sambil kemudian mendapat ucapan selamat. 'Ulah' pemimpin pemerintahan Jerman ini bukan sekali ini saja, 4 tahun lalu ketika Piala Dunia 2006 di Jerman ia tertangkap kamera tak bisa menyembunyikan ekspresinya, seolah-olah ia lupa bahwa ia adalah orang nomor satu di negaranya dan tokoh yang disegani di dunia, ia tak peduli meski mungkin protokoler kenegaraan 'menyuruhnya' untuk jaim saat itu. ;-)
Apakah itu sudah biasa? Jelas, semangat pemimpin seperti ini membawa pengaruh setidaknya semangat bertanding positif bagi yang berlaga, apalagi seluruh rakyat Jerman, mister Tukul bilang itu luar biasa!
Selasa, Juni 29, 2010
Tutorial: PHP dan PostgreSQL
Pada tutorial sebelumnya telah dibuat user dan database 'foo' di PostgreSQL, langkah berikut yaitu membuat tabel 'orang' yang berisi identitas seperti id, nama, tempat lahir dan tanggal lahir.
Login ke database foo:
Buat tabel orang:
Cek deskripsi tabel:
Isikan tabel orang dengan beberapa data:
Nah, terlihat 3 record sudah berhasil ditambahkan, coba lihat isi tabelnya:
Sampai di sini pembuatan database dan satu tabel selesai. Berikutnya adalah membuat kode PHP untuk dihubungkan ke database 'foo' di PostgreSQL dan memanggil tabel 'orang' yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk membuat kode PHP biasanya membutuhkan tools atau perangkat lunak yang khusus dibuat untuk menulis kode-kode PHP, biasanya cukup menggunakan teks editor sepeti notepad di Windows, atau cukup menggunakan nano atau vim di Unix/Linux. Akan tetapi, karena banyaknya kode yang hendak ditulis, programmer membutuhkan tools yang tidak hanya sekedar menulis saja, tetapi tools tersebut bisa menyimpan variabel-variabel yang telah ditulis dan memanggilnya kembali secara mudah, mengoreksi kesalahan penulisan kode program (debug), menggunakan library, framework, hingga mengeksekusinya dengan cepat dan bisa ditampilkan di browser. Untuk itu dibutuhkan IDE atau Integrated Development Environment yang khusus untuk PHP, biasa disebut PHP IDE. Nah, salah dua contoh yang termasuk PHP IDE ini adalah Netbeans dan Eclipse, lebih lengkap tentang PHP IDE bisa dilihat di Wikipedia.
Cara penggunaan IDE tidak dibahas di sini, tapi cukup kode PHP dasarnya saja, mari dimulai. Buka editor teks atau PHP IDE, lalu buat kode PHP berikut:
Simpan dengan nama tbfoo.php, panggil di browser, setidaknya hasilnya seperti ini:

Sampai di sini dulu.
Login ke database foo:
$ psql foo
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.
Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit
foo=#
Buat tabel orang:
foo=# create table orang (
foo(# id varchar(10),
foo(# nama varchar(30),
foo(# tplahir varchar(30),
foo(# tglahir date,
foo(# primary key(id));
NOTICE: CREATE TABLE / PRIMARY KEY will create implicit index "orang_pkey" for table "orang"
CREATE TABLE
foo=#
Cek deskripsi tabel:
foo=# \d orang
Table "public.orang"
Column | Type | Modifiers
---------+-----------------------+-----------
id | character varying(10) | not null
nama | character varying(30) |
tplahir | character varying(30) |
tglahir | date |
Indexes:
"orang_pkey" PRIMARY KEY, btree (id)
foo=#
Isikan tabel orang dengan beberapa data:
foo=# insert into orang values ('1001', 'Sukimo bin Sukijo', 'Bandung', '1990-10-11') , ('1002', 'Budi', 'Lamongan', '1991-02-24'), ('1003', 'Pepi', 'Jakarta', '1992-03-09');
INSERT 0 3
Nah, terlihat 3 record sudah berhasil ditambahkan, coba lihat isi tabelnya:
foo=# select * from orang;
id | nama | tplahir | tglahir
------+-------------------+----------+------------
1001 | Sukimo bin Sukijo | Bandung | 1990-10-11
1002 | Budi | Lamongan | 1991-02-24
1003 | Pepi | Jakarta | 1992-03-09
(3 rows)
Sampai di sini pembuatan database dan satu tabel selesai. Berikutnya adalah membuat kode PHP untuk dihubungkan ke database 'foo' di PostgreSQL dan memanggil tabel 'orang' yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk membuat kode PHP biasanya membutuhkan tools atau perangkat lunak yang khusus dibuat untuk menulis kode-kode PHP, biasanya cukup menggunakan teks editor sepeti notepad di Windows, atau cukup menggunakan nano atau vim di Unix/Linux. Akan tetapi, karena banyaknya kode yang hendak ditulis, programmer membutuhkan tools yang tidak hanya sekedar menulis saja, tetapi tools tersebut bisa menyimpan variabel-variabel yang telah ditulis dan memanggilnya kembali secara mudah, mengoreksi kesalahan penulisan kode program (debug), menggunakan library, framework, hingga mengeksekusinya dengan cepat dan bisa ditampilkan di browser. Untuk itu dibutuhkan IDE atau Integrated Development Environment yang khusus untuk PHP, biasa disebut PHP IDE. Nah, salah dua contoh yang termasuk PHP IDE ini adalah Netbeans dan Eclipse, lebih lengkap tentang PHP IDE bisa dilihat di Wikipedia.
Cara penggunaan IDE tidak dibahas di sini, tapi cukup kode PHP dasarnya saja, mari dimulai. Buka editor teks atau PHP IDE, lalu buat kode PHP berikut:
********************************** >? // koneksi database;
$foo_host = 'localhost';
$foo_user = 'foo';
$foo_pasword = 'rahasia'; // password sesuaikan
$foo_database = 'foo';
// buat variabel koneksi ;
$konek_foo = pg_connect("host=$foo_host dbname=$foo_database user=$foo_user password=$foo_pasword") or die ('Gagal konek foo : ' .pg_errormessage());
// buat SQL
$sql_db = "SELECT * FROM orang";
// eksekusi SQL dengan query;
$query_db = pg_query($sql_db) or die ('Gagal query : ' .pg_errormessage());
// catat record tabel;
$rows = pg_num_rows($query_db);
// buat list berdasarkan jumlah record;
$no = 1;
for ($i=0; $i<$rows; $i++) { $row = pg_fetch_row($query_db, $i); echo $no++ . " - "; echo $row[0]. " - "; echo $row[1]. " - "; echo $row[2]. " - "; echo $row[3]. ".";
}
// tutup koneksi bila sudah tidak digunakan;
pg_close($konek_foo);
?>***********************************
Simpan dengan nama tbfoo.php, panggil di browser, setidaknya hasilnya seperti ini:

Sampai di sini dulu.
Jumat, Juni 25, 2010
Piala Dunia 2010: Duka untuk Italia
Fabio Cannavaro berduka sesaat pertandingan usai. Foto: fifa.com
Selain kurang beruntung, permainan Italia tidak berkembang dan kalah cepat dibanding Slowakia, ini terlihat di babak pertama Slowakia lebih dominan menyerang dan mampu membobol lebih dulu 0:1. Masuknya Fabio Quagliarella dan Di Natale di posisi penyerang mampu membuat serangan berbahaya, apalagi masuknya play-maker Andrea Pirlo menggantikan Riccardo Montovolani mampu membangun serangan. Terbukti, 4 gol sebenarnya sudah bisa membawa Italia melaju ke 16 besar, tapi ternyata 2 gol yang dihasilkan Fabio Quagliarella belum bisa dimiliki Italia, 1 tembakan dihalau di garis gawang dan 1 tembakan dianulir karena posisi offside, 2 gol yang meragukan hakim garis.
Sementara itu Slowakia tampak bermain lebih cepat dan terus menempel ketat Italia, semua gol yang dihasilkan Slowakia sangat bagus, apalagi gol terakhir yang dibuat Kopunek sangat cepat memanfaatkan kelengahan pertahanan Italia di tengah gawang yang kosong. Skor kemenangan 3:2 untuk Slowakia mengantarnya ke 16 besar.
Sebagai pendukung jelas saya kecewa atas kekalahan Italia kali ini, kritik tajam buat tim Italia tentu tak bisa disembunyikan. Salah satu yang harus diperbaiki Italia adalah soal kecepatan dan ketangkasan, bisa jadi itu disebabkan pemain Italia yang cukup berumur dan perlu pensiun, sangat perlu generasi baru. Kritik itu sudah pernah disampaikan pendukung Italia pada Marcello Lippi sebelumnya.
Lalu, tim mana berikutnya yang saya dukung? Entahlah... asal bukan... ;-)
Rabu, Juni 23, 2010
Tutorial: PostgreSQL - Dasar Setup Server dengan psql
Bagi pemula, mengenal lebih dulu psql sebagai klien antarmuka berbasis baris perintah akan mempermudah nantinya penggunaan klien berbasis GUI seperti PgAdmin atau phpPgAdmin. psql menawarkan cara kuat untuk mengelola setiap aspek dari server PostgreSQL. Dibundel dengan distribusi PostgreSQL, psql fungsinya mirip dengan klien mysql pada MySQL maupun tool Oracle SQL * Plus. Dengan psql, pengguna dapat membuat dan menghapus database, tablespace, dan table, melakukan transaksi, mengeksekusi query umum seperti CREATE, SELECT, INSERT, DELETE, dan melakukan banyak perintah lainnya. Pada tutorial ini hanya menyajikan cara belajar dasar-dasar fitur psql secara sederhana pada Ubuntu Linux (beberapa distro mungkin sedikit berbeda cara setup servernya).
Asumsi
Untuk belajar psql ini diasumsikan telah mengenal konsep basis data dan SQL.
Pada tutorial ini ujicoba menggunakan Ubuntu Linux 9.04 dan PostgreSQL 8.3 atau bisa juga versi di atasnya, dan cara instalasi PostgreSQL silakan merujuk cara dari komunitas Ubuntu, untuk beberapa distro selain Ubuntu mungkin sedikit berbeda.
Instalasi
User dan Database Baru
Setelah sukses menginstalasi, coba membuat user baru yang memiliki privilege sebagai superuser, perintahnya sebagai berikut.
$USER itu biasanya nama username Login Ubuntu, tapi di tutorial ini dibuat user berbeda dengan user login, misal: foo
Berikan password pada user 'foo'
Sekarang quit dengan perintah \q untuk masuk ke terminal lagi, lalu agar lebih mudah, coba buat database baru dengan nama yang sama dengan user: foo
Coba masuk login melalui psql menuju database 'foo' dan user 'foo', ketik:
Untuk melihat list semua database, ketik:
OK, sukses!
Alternatif lain membuat user baru yang memiliki hak penuh atas suatu database seperti berikut ini:
Perintah -D menghendaki myuser tidak memiliki hak membuat database baru, -A tidak memiliki hak menambahkan user baru, dan -P akan memberikan pertanyaan password pada prompt untuk user myuser. Pertanyaan 'Shall the new role be allowed to create more new roles? (y/n)' bila jawaban y (yes), maka myuser bisa membuat role baru.
Buat database baru dengan user myuser:
Bila berhasil, coba masuk via psql
Lihat list database, apakah mydb dan user myuser sudah ada dalam list
Ok ternyata ada, sukses lagi, berikan perintah SELECT untuk mengetahui psql mendengarkan perintah ini.
Yup, coba lagi:
Mantap, sampai di sini dulu. ;-)
Asumsi
Untuk belajar psql ini diasumsikan telah mengenal konsep basis data dan SQL.
Pada tutorial ini ujicoba menggunakan Ubuntu Linux 9.04 dan PostgreSQL 8.3 atau bisa juga versi di atasnya, dan cara instalasi PostgreSQL silakan merujuk cara dari komunitas Ubuntu, untuk beberapa distro selain Ubuntu mungkin sedikit berbeda.
Instalasi
subura@localhost:~$ sudo apt-get install postgresql
User dan Database Baru
Setelah sukses menginstalasi, coba membuat user baru yang memiliki privilege sebagai superuser, perintahnya sebagai berikut.
subura@localhost:~$ sudo -u postgres createuser --superuser $USER
subura@localhost:~$ sudo -u postgres psql
$USER itu biasanya nama username Login Ubuntu, tapi di tutorial ini dibuat user berbeda dengan user login, misal: foo
subura@localhost:~$ sudo -u postgres createuser --superuser foo
subura@localhost:~$ sudo -u postgres psql
[sudo] password for subura:
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.
Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit
postgres=#
Berikan password pada user 'foo'
postgres=# \password foo
Enter new password:
Enter it again:
Sekarang quit dengan perintah \q untuk masuk ke terminal lagi, lalu agar lebih mudah, coba buat database baru dengan nama yang sama dengan user: foo
subura@localhost:~$ createdb foo
Coba masuk login melalui psql menuju database 'foo' dan user 'foo', ketik:
subura@localhost:~$ psql foo
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.
Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit
foo=#
Untuk melihat list semua database, ketik:
foo=# \l
List of databases
Name | Owner | Encoding
-----------+----------+----------
foo | subura | UTF8
postgres | postgres | UTF8
sekolah | subura | UTF8
subura | subura | UTF8
template0 | postgres | UTF8
template1 | postgres | UTF8
(6 rows)
foo=#
OK, sukses!
Alternatif lain membuat user baru yang memiliki hak penuh atas suatu database seperti berikut ini:
subura@localhost:~$ sudo -u postgres createuser -D -A -P myuser
[sudo] password for subura:
Enter password for new role:
Enter it again:
Shall the new role be allowed to create more new roles? (y/n) y
Perintah -D menghendaki myuser tidak memiliki hak membuat database baru, -A tidak memiliki hak menambahkan user baru, dan -P akan memberikan pertanyaan password pada prompt untuk user myuser. Pertanyaan 'Shall the new role be allowed to create more new roles? (y/n)' bila jawaban y (yes), maka myuser bisa membuat role baru.
Buat database baru dengan user myuser:
subura@localhost:~$ sudo -u postgres createdb -O myuser mydb
Bila berhasil, coba masuk via psql
subura@localhost:~$ psql mydb
Welcome to psql 8.3.10, the PostgreSQL interactive terminal.
Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit
mydb=#
Lihat list database, apakah mydb dan user myuser sudah ada dalam list
mydb=#\l
List of databases
Name | Owner | Encoding
-----------+----------+----------
foo | subura | UTF8
mydb | myuser | UTF8
postgres | postgres | UTF8
sekolah | subura | UTF8
subura | subura | UTF8
template0 | postgres | UTF8
template1 | postgres | UTF8
(7 rows)
mydb=#
Ok ternyata ada, sukses lagi, berikan perintah SELECT untuk mengetahui psql mendengarkan perintah ini.
mydb=# select version();
version
----------------------------------------------------------------------------------------------------
PostgreSQL 8.3.10 on i486-pc-linux-gnu, compiled by GCC gcc-4.3.real (Ubuntu 4.3.3-5ubuntu4) 4.3.3
(1 row)
Yup, coba lagi:
mydb=# select current_date;
date
------------
2010-06-23
(1 row)
mydb=# select 10 * 10;
?column?
----------
100
(1 row)
Mantap, sampai di sini dulu. ;-)
Senin, Juni 21, 2010
Piala Dunia 2010: Italia Belum Beruntung!
Striker Italia Vincenzo Iaquinta saat membobol gawang Mark Paston melalui pinalti, 20/06.
Saat lawan Selandia Baru, Italia tampaknya masih belum beruntung. Ini terlihat banyak tendangan langsung dan rebutan bola di depan gawang mentah di tangan kiper Mark Paston. Skor 1:1 itupun hasil dari tendangan pinalti, sedikit menghibur kekecewaan para pendukung. Skor tipis dan sering seri ini sepertinya ciri khas Italia yang selalu membuat berdebar-debar jarang memuaskan. Satu kali lagi kesempatan lawan Slowakia yang kalah 0:2 lawan Paraguay. Dengan demikian bila Italia ingin maju ke babak 16 besar harus menang besar lawan Slowakia, di atas kertas Italia lebih unggul, tapi prediksi matematis tak bisa dijadikan potakan, ia selalu berubah seiring usaha keras dan ritme pemain dan tim itu sendiri saat bermain, dan jangan lupa keberuntungan dari yang Maha Kuasa, terbukti sudah beberapa tim unggulan seperti Inggris, Perancis, dan Jerman tumbang dengan lawan yang tak diperhitungkan sebelumnya.
Kesempatan masih ada tapi makin sulit, Italia masih bersaing berebut posisi runner-up Grup F dengan Selandia Baru yang juga harus menang besar lawan Paraguay. Tak banyak komentar, masih bisa berubah minggu ini, tersingkir atau lolos 16 besar, mari ditonton saja. ;-)
Minggu, Juni 20, 2010
Tips and Trick: Mengambil Foto Asli yang Lekat pada Berkas Dokumen MS Word
Suatu ketika saya menerima email dari seorang kolega yang menyebutkan bahwa beliau telah mengirimkan beberapa gambar foto. Setelah membuka email, saya tidak menemukan foto yang dimaksud selain berkas (file) dokumen yang berekstensi doc (berkas dengan format standar MS Word) yang berukuran besar. Segera saya unduh berkas tersebut dan saya buka dengan OpenOffice Writer. Sayang sekali, setelah terbuka foto yang ada di dalamnya terlihat seperti 'penyok', bisa jadi itu disebabkan adanya usaha me-resize foto agar tampak kecil sesuai ukuran halaman dokumen Microsoft Word. Jika foto hanya di-capture (take-screenshot) atau di-copy paste dan di-edit dengan software malah bisa hancur hasilnya, belum lagi mengedit itu butuh waktu. Setelah dipikir-pikir akhirnya saya ingat cara mengambil foto itu persis aslinya, bukan sekedar persis atau mirip, tapi asli, tentu lengkap dengan metadata yang berisi data atau informasi foto tersebut, halah... ;-)
Mau tahu caranya?
Bongkar berkas itu. Caranya, buka berkas doc tersebut dengan OpenOffice Writer, kemudian Save-As dengan format .odt (jenis ekstensi dari format dokumen OpenOffice Writer), lalu simpan. Berikutnya buka Nautilus (seperti Windows Expoler) menuju direktori dimana berkas tersebut disimpan, arahkan pointer pada berkas .odt tersebut, klik kanan mouse pointer, dan pilih Extract. Selanjutnya dalam extract berkas odt itu foto bisa ditemukan di direktori Pictures. Selesai.
Menggunakan OpenSource itu terbukti menguntungkan, kan ya?! ;-)
Semoga bermanfaat.
Mau tahu caranya?
Bongkar berkas itu. Caranya, buka berkas doc tersebut dengan OpenOffice Writer, kemudian Save-As dengan format .odt (jenis ekstensi dari format dokumen OpenOffice Writer), lalu simpan. Berikutnya buka Nautilus (seperti Windows Expoler) menuju direktori dimana berkas tersebut disimpan, arahkan pointer pada berkas .odt tersebut, klik kanan mouse pointer, dan pilih Extract. Selanjutnya dalam extract berkas odt itu foto bisa ditemukan di direktori Pictures. Selesai.
Menggunakan OpenSource itu terbukti menguntungkan, kan ya?! ;-)
Semoga bermanfaat.
Rabu, Juni 16, 2010
Prioritas Pemanfaatan Teknologi Informasi: Green IT (Kurang) Laku di Asia
Akhir tahun 2009 lalu ZDNet Asia melakukan survey pada 438 responden pengambil keputusan TI di perusahaan mereka. Survei dilakukan untuk mengetahui prioritas pemanfaatan teknologi informasi, rencana implementasi teknologi, serta dampak krisis keuangan global terhadap operasional teknologi informasi di organisasi mereka. Kelompok responden berasal dari berbagai ukuran organisasi, baik berupa usaha kecil menengah, perusahaan besar maupun kalangan pemerintahan.
Dari survey tersebut diketahui bahwa alasan utama responden dalam menentukan prioritas pemanfaatan TI adalah untuk mendukung peningkatan produktivitas (90,4%), dan yang kedua untuk penghematan biaya (89,0%). Paling rendah adalah alasan untuk mendukung kelestarian lingkungan atau terkenal dengan sebutan Green IT sebesar 47,9%. Dari jumlah tersebut, yang memprihatinkan adalah sebanyak 13,2% tidak memiliki inisiatif sama sekali dalam upaya pelestarian lingkungan, sepertinya perlu inovasi atau strategi baru bagi para pemasar vendor teknologi informasi yang mengusung tema produknya tentang Green IT agar meraih pasar yang menguntungkan.
Berikut tangkapan layar grafik hasil survei tentang prioritas teknologi informasi di Asia.
Semoga bermanfaat.
Dari survey tersebut diketahui bahwa alasan utama responden dalam menentukan prioritas pemanfaatan TI adalah untuk mendukung peningkatan produktivitas (90,4%), dan yang kedua untuk penghematan biaya (89,0%). Paling rendah adalah alasan untuk mendukung kelestarian lingkungan atau terkenal dengan sebutan Green IT sebesar 47,9%. Dari jumlah tersebut, yang memprihatinkan adalah sebanyak 13,2% tidak memiliki inisiatif sama sekali dalam upaya pelestarian lingkungan, sepertinya perlu inovasi atau strategi baru bagi para pemasar vendor teknologi informasi yang mengusung tema produknya tentang Green IT agar meraih pasar yang menguntungkan.
Berikut tangkapan layar grafik hasil survei tentang prioritas teknologi informasi di Asia.
Semoga bermanfaat.
TI dan Masyarakat: Penghindaran Kesimpangsiuran Informasi atas Video Porno yang Diduga Dilakukan Artis
Geert Hofstede, seorang Profesor dari Universitas Maastricht Belanda mengungkapkan penelitiannya tentang 5 macam dimensi budaya. Penelitian itu ditujukan untuk memberikan wawasan tentang budaya-budaya yang ada di dunia, sehingga, kita, diharapkan dapat lebih efektif dalam berinteraksi dengan orang di negara-negara lain. Jika dipahami dan diterapkan dengan benar, informasi tentang dimensi budaya ini diharapkan dapat mengurangi tingkat frustrasi, kecemasan, dan keprihatinan. Hofstede menjelaskan, kita, cenderung memiliki anggapan bahwa semua orang itu adalah sama. Anggapan ini mendorong kita bila masuk ke daerah atau ke negara lain, dan membuat keputusan berdasarkan pada bagaimana kita bekerja di daerah asal atau negara asal kita, maka kemungkinan kita akan membuat keputusan yang sangat buruk.
Awalnya, Hofstede menganalisis basis data karyawan yang dikumpulkan IBM antara tahun 1967 sampai dengan 1973 yang mencakup data di lebih dari 70 negara. Tahun 2001 nilai tercatat meliputi 74 negara dan daerah, sebagian didasarkan pada basis data dari IBM, namun pada populasi studi internasional yang berbeda. Dari hasil awal, setelah kemudian diperbarui dan dilakukan penambahan, Hofstede merumuskan sebuah model yang mengidentifikasi 4 dimensi budaya. Dimensi budaya ini digunakan untuk membantu dalam membedakan budaya-budaya yang ada dalam masyarakat di dunia, yaitu: Power Distance, Individualism, Masculinity, dan Uncertainty Avoidance. Tiap negara diteliti berdasarkan dimensi budaya itu, dibandingkan nilai dan perilakunya, dan kemudian pada Power Distance dan Uncertainty Avoidance diberikan nilai indeks yang menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat atas dimensi budaya tersebut. Pada penelitian internasional selanjutnya yang dilakukan pada China, Hofstede memberikan penambahan satu buah dimensi berikutnya yaitu Long-Term Orientation.
Berdasarkan penelitian tersebut, Uncertainty Avoidance Index (UAI) dibuat memiliki nilai indeks antara 0 sampai dengan 100. Nilai tersebut menggambarkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap kesimpangsiuran/ketidakpastian informasi pada suatu negara. Semakin rendah nilai indeks maka semakin besar tingkat penerimaan kesimpangsiuran informasi. Sebaliknya, semakin tinggi nilai indeks maka semakin besar tingkat penolakan kesimpangsiuran informasi. Indonesia mendapatkan UAI sebesar 48, lebih rendah dari rata-rata Asia sebesar 58 dan rata-rata dunia sebesar 64. Ini menggambarkan Indonesia berada pada tingkat menengah atas penerimaan kesimpangsiuran informasi. Artinya, masyarakat Indonesia cukup bisa menerima perubahan, gejolak, polemik, kesimpangsiuran, ketidakpastian, namun memiliki toleransi yang cukup terhadap perbedaan pendapat.
Berkait dengan situasi Indonesia selama 2 minggu ini tentang hebohnya penyebaran video porno atas penyalahgunaan perangkat teknologi informasi, tak heran bila polemik tentang siapa sebenarnya yang berperan dalam video porno artis tanah air tersebut masih berkepanjangan. Sebagian masyarakat menilai artis yang diduga sebagai pemeran video tersebut segeramengaku tegas mengklarifikasi benar tidaknya informasi tersebut pada pihak berwajib dan tidak memberikan informasi berbelit-belit, agar kesimpangsiuran informasi yang bergejolak di masyarakat tentang kebenaran informasi tersebut segera menemukan titik terang, sehingga harapannya masyarakat mendapat kepastian dan berhenti mengikuti informasi itu dan kembali menyusun aktivitas produktif lainnya. Namun sebagian masyarakat menilai informasi tersebut tidak perlu dibahas dan artis yang diduga tersebut tak perlu mengaku, tetapi masyarakat menyerahkan kembali pada pelaku itu sendiri atas akibat yang diduga dilakukannya.
Bagaimana menurut Anda?
Update, Selasa, 22 Juni 2010
Download Materi Kuliah TI dan Masyarakat
Awalnya, Hofstede menganalisis basis data karyawan yang dikumpulkan IBM antara tahun 1967 sampai dengan 1973 yang mencakup data di lebih dari 70 negara. Tahun 2001 nilai tercatat meliputi 74 negara dan daerah, sebagian didasarkan pada basis data dari IBM, namun pada populasi studi internasional yang berbeda. Dari hasil awal, setelah kemudian diperbarui dan dilakukan penambahan, Hofstede merumuskan sebuah model yang mengidentifikasi 4 dimensi budaya. Dimensi budaya ini digunakan untuk membantu dalam membedakan budaya-budaya yang ada dalam masyarakat di dunia, yaitu: Power Distance, Individualism, Masculinity, dan Uncertainty Avoidance. Tiap negara diteliti berdasarkan dimensi budaya itu, dibandingkan nilai dan perilakunya, dan kemudian pada Power Distance dan Uncertainty Avoidance diberikan nilai indeks yang menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat atas dimensi budaya tersebut. Pada penelitian internasional selanjutnya yang dilakukan pada China, Hofstede memberikan penambahan satu buah dimensi berikutnya yaitu Long-Term Orientation.
Sumber: http://www.geert-hofstede.com/hofstede_indonesia.shtml
Berdasarkan penelitian tersebut, Uncertainty Avoidance Index (UAI) dibuat memiliki nilai indeks antara 0 sampai dengan 100. Nilai tersebut menggambarkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap kesimpangsiuran/ketidakpastian informasi pada suatu negara. Semakin rendah nilai indeks maka semakin besar tingkat penerimaan kesimpangsiuran informasi. Sebaliknya, semakin tinggi nilai indeks maka semakin besar tingkat penolakan kesimpangsiuran informasi. Indonesia mendapatkan UAI sebesar 48, lebih rendah dari rata-rata Asia sebesar 58 dan rata-rata dunia sebesar 64. Ini menggambarkan Indonesia berada pada tingkat menengah atas penerimaan kesimpangsiuran informasi. Artinya, masyarakat Indonesia cukup bisa menerima perubahan, gejolak, polemik, kesimpangsiuran, ketidakpastian, namun memiliki toleransi yang cukup terhadap perbedaan pendapat.
Berkait dengan situasi Indonesia selama 2 minggu ini tentang hebohnya penyebaran video porno atas penyalahgunaan perangkat teknologi informasi, tak heran bila polemik tentang siapa sebenarnya yang berperan dalam video porno artis tanah air tersebut masih berkepanjangan. Sebagian masyarakat menilai artis yang diduga sebagai pemeran video tersebut segera
Bagaimana menurut Anda?
Update, Selasa, 22 Juni 2010
Download Materi Kuliah TI dan Masyarakat
Langganan:
Postingan (Atom)






