Selasa, September 20, 2005

Demam teknologi baru, Wireless Hotspot

Sebenernya teknologi ini bisa dikatakan sudah lama, tapi ada fenomena baru penggunaan wireless hotspot dipakai sebagai nilai tambah untuk mendongkrak pendapatan. Salah satu sisinya, jumlah pelanggan high profile dan expatriat menjadi sasaran tembaknya. Ya, hotel dan café di kota ini lagi demam hotspot. Saya sendiri heran, saat saya berkunjung atau sekedar lewat café yang ada iklan hotspotnya, kok nggak ada pelanggan yang bawa laptop sambil surfing, padahal disediakan gratis. Ada beberapa kemungkinan:

  • Pengunjung hanya kongkow-kongkow aja, sambil menikmati kopi capucino lihat-lihat suasana dan ngobrol. Nggak tahu mungkin cari gebetan baru juga.
  • Niatnya hanya melepas penat seharian kerja, jadi niatnya memang pingin bebas dari suntuknya pekerjaan, bisa sendirian atau dengan rekan kerja, nggak mau direcoki hal-hal yang berbau kerja sedikitpun termasuk internet.
  • Nggak punya laptop, kalopun punya biasanya juga canggung bawa. Bisa jadi karena merasa sendirian, lagian nggak merasa bebas surfing karena pasti dikerumunin orang-orang dari belakang, biasalah namanya teknologi baru. Ada lagi yang punya laptop tapi nggak ada wifi-nya, ah nasib memang!

Jangankan café atau hotel yang jelas peruntukannya untuk para eksekutif berkantong tebal, di kampus aja bisa dikatakan 0,9% penggunanya, kecil banget! Ah, hotspot makanan apa sich itu, apa mirip hotdog? Lho kok? Malah gitu pertanyaan aneh kadang muncul. Oklah, mungkin saat ini masih baru dan hanya orang-orang terrtentu aja yang biasa pake’, suatu saat bisa jadi tiap RT atau malah tiap rumah punya jaringan hotspot sendiri, waaahhh … keren amat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar