Sabtu, Juni 04, 2005

Belajar Java yuk!


Kemaren malam (02/06/05), Jurusan Teknik Informatika ngadain Kuliah Umum yang dibawain Mas Jacky Soeryana dari Total, kalo boleh dibilang 'hacker'nya Java. Tampak Pak Setyo Kajur TI yang lagi bawa mig kasih sambutan, Mas Jacky tengah, dan Mas Wagimin moderatornya.
Materinya J2EE dan segala outline-nya, sayang banget, waktunya mepet padahal belum ada gambaran aplikasi yang lagi 'in', tapi bagus buat nambah pengetahuan and wawasan dunia Java bagi mahasiswa dan pemula.
Tapi, Mas Jacky mau kok ngajari trik dan tipsnya seputar pengalaman mbikin program terbitan Sun Microsystem ini, tunggu aja dech tanggal mainnya.
Asyik lhoo...

Selamat! Pemkot Balikpapan

Mungkin ini agak terlambat, mungkin juga tidak daripada tidak sama sekali .:)
Saat itu (02/06/05), pagi dikampus lagi asyik baca koran bahwa Pemkot Balikpapan Setuju atas Pendidikan Gratis, tapi untuk saat ini dilakukan secara bertahap sambil merumuskan sistem pelaksanaannya dengan melibatkan tim independent.

"Bal, mau demo apalagi?", gitu panggilanku ke Hendra 'Babal' korlap yang nda asing lagi didunia 'cyber' demo he..he.. "Pendidikan Gratis, Pak. ke DPRD sama Pemkot!".
Tanpa buang-buang waktu lagi, saya cabut dan ambil kamera digital bak seorang wartawan amatir sambil bertanya-tanya 'Ada apa lagi sich? Bukankah Pemkot sudah setuju? Apanya ya yang kurang?'

Lama menunggu di sebelah gedung DPRD yang ternyata mas-mas wartawan asli sudah ada duluan disana, barulah demo itu datang. Jepret sana jepret sini "Pak, woi, lagi ngapain, sini!" ada yang panggil, eh, nda tahunya rekan-rekan pelaku pendidikan yang sama ada disana "Ternyata bukan hanya guru saja ya, dosen juga ngikut" gitu kata Pak Rasyidi, Pak Idi temen sejawat seperkuliahan masih aktif juga, juga Mas Rio dkk.
Setelah lama seperti biasa mahasiswa menuntut, gaya-gayanya masih seperti yang dulu walaupun agak canggung, lunak, toleran sedikit emosional, tidak seperti saat-saat reformasi dulu yang bisa dibilang keras maklum sekian lama 'dibelenggu', barulah saya bisa mengerti, ternyata yang dituntut sekarang adalah diskriminasi pendidikan gratis, marginalisasi pendidikan gratis.

Tanpa membahas lebih dalam dan lebih kompleks tentang peraturan yang mengatur apa dan bagaimana 'Pendidikan Gratis' saya pikir telah banyak media massa dan lembaga swadaya masyarakat mengulas masalah pendidikan gratis saat memperingati Hari Pendidikan bulan Mei lalu.

Mungkin, saya termasuk salah satu orang yang memberikan ucapan Selamat kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam memutuskan kebijakan yang mungkin bisa dianggap baru. Saya menghargai sikap yang diambil ini dengan maksud untuk berhati-hati (bukan setengah hati seperti yang diberitakan media massa) menerapkan kebijakan ditengah heterogenitas penduduknya. Sambil belajar banyak dari kota-kabupaten yang telah menerapkan sepenuhnya, Jembrana-Bali, Enrekang-SulSel, biarlah Pemkot merumuskan dengan para perumus-perumusnya...
Agar suasana kota ini tetap kondusif, aman, damai, serta tetap waspada ditengah aksi-aksi yang bisa mengganggu kemurnian demokrasi.

Regards

Sabtu, Mei 28, 2005

Ada apa dengan email??

Beberapa hari ini media cetak maupun elektronik banyak memberitakan ‘aksi’ cewek patah hati yang mbikin geger pihak berwajib gara-gara mangkel terus iseng kirim teror bom ke tempat kerja cowoknya yang di Amrik sana via email. Alamak! Iseng berbuah serius, gimana tidak serius lha wong akibatnya penjara, nda dua atau tiga hari malah tahunan lagi. Banyak kasus teror iseng ini sering terjadi akibat ketidak-mengertian tentang hukum, mungkin ada anggapan ‘yang penting kan dikerjain dulu biar mereka kapok’, eh, nda tahunya malah jadi runyam nyam!

Email, banyak dijadikan media komunikasi alternatif paling efektif, mudah dan murah oleh banyak kalangan komunitas. Sangking efektifnya, tercatat 2 provider telekomunikasi di Indonesia menyediakan layanan teknologi baru push-email untuk korporat dengan harga yang lumayan gede untuk ukuran kita. Ini menandakan bahwa era email sudah sedemikian besar dampak penggunaannya. Banyak manfaat dan kerugian tergantung bagaimana menggunakannya, kalo’ dipakai kirim teror entah itu berupa spam, bom, atau yang jelas-jelas ngerugiin orang lain misalnya kirim virus, nah, jelas rugi banget dong. Mungkin untungnya bagi mereka yang suka kirim spam punya kebanggaan ‘Neh, gue abis ngeludesin emailnya orang sak dunia!’, mungkin hanya itu untungnya? Jelas namanya nda untung dong, untung disini yang dimaksud ya manfaat positif. Linus Torvalds, moyangnya Linux ini dikenal dunia gara-gara kirim email tentang penemuannya yang pertama ke komunitas GNU, nah, manfaat lainnya rasakan sendiri dach!

Eit, sebentar dulu, ada yang ternyata belum tahu loh email itu apa, mungkin mahfum banget kalo yang belum tahu itu anak sekolah dasar atau mbah-mbah yang sudah sepuh nda mikirin ngemil-ngemil lagi karena nda punya gigi (lho? Emang jagung marning?$#!&) aduuhh, gimana neh!
Udah dech, bikin aja email yang gratis aja ngga ketinggalan kok, pilih yang nyediain kapasitas gede, kalo’ perlu 2 giga-an, anti spam, anti virus, syukur-syukur anti bom (lho kok?#$*!). Trus, kalo udah bikin diapain? Ditumbuk hingga lembut, dikepel-kepel, dijemur hingga kering trus digoreng… ki..kii…kii. nda jelas!

Senin, Mei 23, 2005

Daftar Nilai PPN 2 ...

Bagi mahasiswa kelas MI3A-MI3B PPN 2 Blok 1, nilai akhir dapat dilihat dibawah ini,
nilai dihitung berdasarkan presensi (10%), Quis (25%), Tugas (25%), UAS (40%), Apabila ada perbaikan bobotnya 25% saja.
Range NH :
>75 = A
60 - 69 = B
45 - 59 = C
30 - 44 = D
<29 = E
Silahkan priksa...







Iiiih.. sadis banget ya nilai kok ditampilin.
Ah, nda juga, khan tambah asyiikk.. :)

Regards

Tugas Akhir Pemrograman Internet

Dear all,
Kali ini saya bagikan tugas akhir pengikut pemrograman internet kelas saya, sangat mudah dan usahakan tepat waktu, tidak ada susulan, tidak ada perbaikan. Biasanya sich mahasiswa itu kadang melihat tanggalnya, jika dirasa masih jauh dan lama maka dia berpikir "Ah, masih lama... entar malamnya aja dikerjain bareng temen-temen, khan ada yang jago!" atau "Entar nanti ngopi si Delon aja ah..."
Ok dech, supaya nda ketinggalan nanti kerjain aja, apalagi materinya umum banget :)




Tugas Akhir dipresentasikan masing-masing kelompok pada:
Tanggal 18 Juni (Kelompok A, B, C, D)
Tanggal 25 Juni (Kelompok E, F, G, H)
Tanggal 3 Juli (Kelompok I, J, K, L, M)

Pukul 10:00 - selesai

Alat presentasi boleh menggunakan komputer/laptop pribadi atau diinstall di komputer Lab.Kampus B
Presentasi harus telah siap 10 menit sebelum dimulai.

Masing-masing kelompok HARUS berbeda dengan kelompok lain
Materi menyimpang dari yang ditentukan TIDAK DIPERHATIKAN.

Ok, selamat dech..

Jumat, Mei 13, 2005

Sayembara Desain ...


Harian lokal Kaltim kemarin menyebarkan informasi yang cukup menggembirakan bagi para desainer dan inspirator lokal, tapi gambarnya nda jelas isi sayembara ini kaya' apa? Klik Disini ini. Mungkin diantara Anda berminat, sepertinya nggak rugi ikutan.
Ikutan? siapa takut?

Regards,
SA

Senin, Mei 02, 2005

Kuliah dan Praktikum: OK, Tugas - tugas ringan Anda ...

OK, tugas tugas Anda per tanggal 2 Mei 2005 untuk mahasiswa Diploma III dengan matakuliah:

1. Otomasi Perkantoran
Tugas ke 3, download disini atau ke frame biru 'Download Materi Kuliah'

2. Pemrograman Internet
Tugas ke 1, download disini
Materi telah diupload, silahkan download disana...

jangan lupa, jangan terlambat, mudah sekali kok

Regards
SA

Minggu, Mei 01, 2005

Belajar PHP, dengan PHPTriad atau EasyPHP?

Belajar PHP, dengan PHPTriad atau EasyPHP?

Kedua software diatas pada dasarnya adalah installer PHP yang instant diciptakan pembuatnya untuk platform Windows yang terkenal ribet bagi pemula, kalo di Linux? wah malah mudah lagi J.

Sayang, untuk PHPTriad ‘berhenti’ hingga versi 2.1.1, hingga sekarang PHP yang disertakan hanya versi 4.0.5 – MySQL 3.23.32 – Apache 1.3.14 – phpMyAdmin 2.1.0.

Namun jangan kecil hati, beberapa pendukung diatas masih bisa diakali kok, dan percaya dech kemampuannya juga nda kalah dengan PHP versi baru sekalipun (PHP 5 ya saat ini, silahkan dicoba saja), minimal tips ini bagi beginner sudah cukup.

Tapi gimana meng-akalinya?

Ok, lanjutannya silahkan download disini

Regards
SA


Sabtu, April 30, 2005

Kuliah? Mengapa tidak??

Tulisan ini Saya tujukan pada adik-adik mahasiswa yang tengah mengikuti perkuliahan Saya. Beberapa hal yang perlu Saya tegaskan dan berulang-ulang Saya sampaikan bahwa sejak awal tatap muka perkuliahan telah disampaikan aturan main dalam mengikuti perkuliahan. Untuk itu disini Saya tegaskan kembali sesuai dengan matakuliah yang Saya sampaikan menimbang beberapa mahasiswa yang masih belum mengerti sbb:

Program Paket Niaga 2 (Manajemen Informatika D3):
- Presensi kehadiran diperhitungkan.
- Quis-quis dan tugas langsung dikerjakan saat praktikum.
- Ujian akhir semester (Blok I diundur pertengahan Mei), materi Praktikum 5 dan diuji satu persatu di laboratorium Komputer kampus B.
- Referensi
Wajib:
1. Praktikum PPN 2, STIKOM Balikpapan.
2. Microsoft Access 2000 Visual Basic for Applications Fundamentals, Evan Callahan, Elex Media.

Anjuran:
Step by Step Microsoft Access, Catapult, Elex Media.


Pemrograman Internet (Kelas Pagi Gabungan)
- Presensi kehadiran diperhitungkan..
- Quis dan aktfitas Praktikum langsung dinilai.
- Tugas diperhitungkan.
- Ujian Akhir Semester (akhir Mei - awal Juni)
- Referensi
Wajib:
Praktikum Pemrograman Web, STIKOM Balikpapan.

Anjuran:
1. PHP Programming Fundamental dan MySQL Fundamental, Endy Muhardin, www.ilmukomputer.com.
2. Aplikasi program PHP & MySQL untuk membuat website interaktif, Madcoms, Andi Yogya.
3. PHP Manual, Stig Bakken dkk, www.php.net/docs.php
4. MySQL Reference Manual for Version 4.0.13,http://www.mysql.com/documentation/

Otomasi Perkantoran (Manajemen Informatika D3)
- Presensi diperhitungkan.
- Tugas diberikan tiap tatap muka perkuliahan, download tugas di frame set Download Matakuliah.
- Tugas wajib dikumpulkan tepat waktu sesuai ketentuan yang diberikan.
- Ujian Akhir Semester (akhir Mei - awal Juni)
- Referensi
Wajib:
Materi Kuliah Otomasi Perkantoran

Anjuran:
Seri Manajemen no. 51, Manajemen Kantor Modern PPM, Erlangga,Jkt, 1993
GL Simons, Outomating Your Office.
Prof. Drs. Komarudin, Manajemen Kantor (Teori dan Praktek), Trigenda Karya, Bandung, 1993.

Regards,
SA

Senin, April 04, 2005

Bila tidak bisa mengharapkan pemandangan indah dari lingkungan sekitar, maka kita harus menciptakannya sendiri.

Pengin memiliki rumah indah dan nyaman adalah salah satu impian dan idaman pasangan muda yang belum punya rumah sendiri. Sering berandai-andai, berharap nanti kalo’ begini saya pingin rumah itu begitu, begini dan begitu lagi. Terus apapun biasanya diusahakan hingga keinginan itu terwujud nyata.

Namun setelah rumah terwujud, nyatanya masih banyak yang dirasa masih kurang sana, kurang sini, kamar kekecilan, furniture kurang sesuai, ventilasi udara kurang dan sebagainya. Apalagi jika rumah idaman itu dibeli langsung dari pengembang perumahan atau rumah seken, tentu banyak kondisi bangunan yang jauh dari keinginan, dirasa kurang nyaman, bahkan style yang jauh dari standard rumah idaman apalagi impian.

Rumah idaman tentu bukan berarti rumah besar, megah, dengan segala kemewahan didalamnya, rumah seperti demikian malah kurang cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia umumnya yang cenderung pada kesederhanaan namun tetap bersahaja, nyaman, lingkungan yang indah, terlebih didaerah yang aman.

Jika memang rumah yang jauh dari harapan yang didapat, maka mau tidak mau kita harus menciptakannya sendiri. Jika menginginkan suasana alam dengan gemericik air, tentu kita ciptakan kolam air dengan kricik-kricik air mengalir tiada henti ditambah suara ikan loncat-loncat, dinding kolam seperti batu gunung terjal, suara burung berkicau dipagi hari bagai tinggal di villa pegunungan jauh dari keramaian kota.

Yang menarik dari cerita diatas sepertinya bukan rumah dengan kolam indah, bukan pula villa pegunungan, namun apa yang tidak bisa diharapkan dari lingkungan sekitar kita, dijalan, dirumah, sekolah, kampus, kantor bahkan lingkungan terdekat kita, maka merupakan kewajibanlah kita menciptakannya.

Saya pernah setidaknya ngobrol dengan beberapa rekan se-profesi yang menyatakan keluhannya tentang apresiasi yang didapatkannya dari lembaga tempatnya berprofesi masih jauh dari nilai jerih payahnya. Betapa tidak, seorang dosen selain dituntut memiliki kemampuan yang lebih dibidang ilmu tertentu, masih ditambah lagi beban moral yang dia hadapi yang menuntut agar mahasiswa mampu menguasai bidang ilmu yang dibimbingnya, ternyata masih mendapatkan penghargaan yang belum sebanding. Terlebih saya sempat ‘menerima’ kritik tajam seseorang yang menyebutkan dosen dan alumni perguruan tinggi dimana saya berprofesi dengan sebutan ‘no comment’. Apalagi sebelumnya ketika saya pernah menjadi dosen pembimbing lapangan mahasiswa dalam melaksanakan kerja praktek, terpojok sekaligus kaget seperti mendapat hukuman telak ketika pengawas lapangan tempatnya kerja praktik menjelaskan ketidakmampuan si mahasiswa ini dalam melaksanakan pekerjaannya seperti misalnya si mahasiswa diminta membedakan antara mouse serial dengan ps/2. Ini berarti menurutnya dosen-lah yang bertanggung jawab atas pendidikan mahasiswa mereka, tanggung jawab moral yang cukup besar dan tidak mudah, tidak mudah karena itu semua juga tergantung pada kemauan dan potensi si mahasiswa itu sendiri. Guru, dosen, dokter, ataupun hakim adalah sebuah profesi yang mempunyai beban moral dan sering menjadi bulan-bulanan, namun kadang mereka tidak melihatnya sebagai beban melainkan lebih sebagai tanggung jawab. Guru, dosen, dokter, hakim ataupun profesi yang pada dasarnya adalah pengabdian, tidak akan sepadan (istilah Jawa: nggak gathuk) apabila di-rupiah-kan (apalagi hanya segini atau segitu yang malah membuat mengelus dada). Memang agak sulit untuk mengukur tinggi rendahnya apresiasi mereka kecuali mungkin bisa dilihat dari kepuasan mereka sendiri atau tingkat keprofesionalan mereka. Dengan demikian tingkat ke-profesionalan mereka perlu diperhatikan kembali, semakin profesional semakin tinggi pula apresiasi yang mereka peroleh, bahkan selain penghargaan yang tinggi juga tauladan yang diwariskannya..

Menilik profesi dosen, dosen merupakan intelectual property right suatu perguruan tinggi, dimana service perguruan tinggi banyak berpengaruh pada kualitas pendidikan yang dihasilkan disamping beberapa faktor lainnya. Setidaknya beberapa faktor itu antara lain: rasio antara dosen dengan mahasiswa, jumlah buku dengan mahasiswa, jumlah mahasiswa dengan kelas, rasio pendaftar dengan yang diterima, dan jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen. Sepertinya faktor-faktor tersebut sangat muskil bin mustahil apabila tidak dibarengi dengan orientasi perguruan tinggi untuk lebih mengedepankan kemampuan apa yang perlu dimiliki mahasiswanya daripada apa yang perlu diketahui mahasiswanya. Sepertinya lagi faktor-faktor diatas juga masih terasa kurang apabila fasilitas pendidikan tertinggal jauh kebelakang. Sepertinya lagi, ah… terlalu banyak sisi rumah yang perlu diperbaiki, ditambah semen dan pasir laut plus kerang-kerangan agar tampak cantik dan indah supaya ikan-ikan betah tinggal dikolam lebih lama lagi. Sepertinya lagi air kolam tiap 3 hari sekali atau minimal seminggu sekali diganti dan dibersihkan dindingnya dari lumut agar tampak fresh dan nyaman ditinggali.

Sepertinya memang butuh waktu dan pengorbanan untuk harus memperindah dan menciptakannya...

Balikpapan, 3 April 2005