Senin, September 25, 2006

Absensi Sidik Jari, Effektifkah?

Hari ini, teman saya selaku administrator absensi sidik jari diminta pimpinan membuat laporan absensi dari seluruh devisi. Mengetahui hal ini saya jadi was-was, bagaimana rekam jejak saya di mesin absensi ini?

Maklumlah, saya termasuk orang yang sering klendrang menyempatkan sidik jari, kadang malah tidak absensi sama sekali hingga menjelang waktu pulang, bahkan nggak absen sama sekali! Nah lho!

Tapi sekali saya absensi, waktu harian bisa nggak normal, kadang kurang dari masa kerja atau bisa jadi melebihi masa kerja yang hanya 8 jam sehari itu.

Bila kacau demikian, akhirnya saya hanya bisa pasrah, efektif atau saya sendiri yang nggak bisa ya ... :)

3 komentar:

  1. ada baiknya Absensi ini dijalankan, bagi mahasiswa dengan melihat absensi dilayar komputer kita tahu dosen sudah datang atau belum.

    bagi saya yang terpenting adalah dosen itu ada atau tidak (KEPASTIAN). kalau tidak hadir bisa diposting alasanya sehingga bagi mahasiswa bisa memutuskan apa yang harus selanjutnyaaya.
    bagi saya pribadi (yang bekerja di siang hari) waktu amat sangat berarti (jika tidak ada dosen saya bisa bercenkrama sama anak dan istri)

    salam,
    TI4E-06.01.054

    BalasHapus
  2. Bener brooo,aku setuju banget klo absen sidik jari di jalankan.jadi semua jelas dan ga ada dosen yg datang dan pergi tanpa sepengetahuan petugas kampus.

    TI3D 05.01.089

    BalasHapus