Sabtu, Juli 09, 2005

Selamat bagi Anda yang baru selesaikan Ujian Pemrograman Internet!

Selamat dan semoga tambah expert!
Selesai sudah ujian pemrograman internet semester ini, secara kesuluruhan saya puas dengan hasil yang ehhhmmm... boleh dibilang masih baru, pemula dan perlu banyak belajar lagi. Nda apa, wong namanya belajar ya bisa plintat-plintut, yang penting usaha dan jangan takut salah.
Kali ini hanya pemrograman seputar sisi server dulu, PHP dan MySQL, masih banyak dan perlu dibahas namun sepertinya waktunya terbatas banget. Saya harapkan Anda dapat mengembangkannya, menggabungkannya dengan sisi client, Java Script misalnya.

Karena batas waktu berakhir untuk yang baru ujian tadi, nilainya apa adanya sesuai kemampuan, al:
1. Linuriyah Husna
2. Asmuni
3. Rika Wiji A
4. Alfrida Bunga
5. M Fandi Siregar
6. Ari Nanda

Oke, sampai jumpa semester depan.

Senin, Juli 04, 2005

Ujian Pemrograman Internet, kesempatan sekali lagi...

Tanggal 2 Juli kemarin mestinya sebagai deadline bagi pengikut matakuliah Pemrograman Internet kelas sabtu pagi, tapi sepertinya masih ada yang 'nyangkut' programmnya nda bisa jalan, apalagi yang belum selesai, berikut nama-nama yang berhasil ujian hari itu:
1. Dwi Sudarso
2. Nurlena
3. I Gede Eko Asmara
4. Azwar Amril
5. Agus Slamet
6. Herlina
7. Yuni Ramayanti
8. Noorsanah
9. Shanti Aryati
10. Rina Yuana
11. M Kamil K
12. Rival Ibnu F

Sekali lagi kesempatan saya berikan pada tanggal 9 Juli 2005 pukul 9 pagi di lab teknisi Kampus B bagi yang belum ngikuti Ujian Akhir (presentasi) Pemrograman Internet, untuk lebih amannya, boleh menyiapkan sendiri laptop atau PC (cukup CPU aja, monitor+mouse+keyboard sudah disediakan) dan telah diinstalasi, persiapkan dengan baik.
Ingat, kesempatan sekali saja.

Oleh-oleh dari Koperts XI Kalimantan

Untuk yang kesekian kalinya, Koordinator PerguruanTinggi Swasta Wilayah XI Kalimantan melaksanakan pelatihan bagi operator atau administrator kampus menindaklanjuti sistem pelaporan elektronik. Acara diadakan selama 2 hari mulai tanggal 30 Juni sampai 1 Juli 2005, dipandu oleh Pak Hasan Basri dari kopertis, dengan pembicara utama Pak War (Stefanus Wartono) bersama rekan dari Jakarta. Pelatihan serupa pernah diadakan tahun lalu dengan pembicara yang sama, diikuti perguruan tinggi swasta di seluruh wilayah Kalimantan Selama kurun waktu 3 tahun yang sudah berjalan sepertinya pelatihan akan terus diadakan minimal tiap tahun, mengingat program masih terus dan terus disempurnakan dan disosialisasikan baik melalui pelatihan, website maupun milis. Perguruan tinggi seluruh Indonesia wajib menggunakannya sebagai realisasi Keputusan Dirjen Dikti nomor 34/Dikti/Kep/2002 serta 108/Dikti/Kep/2002.

Untuk perguruan tinggi besar dan telah memiliki sistem pengelolaan akademik terintegrasi serta manajemen yang baik, proses transfer data ke program ini akan lebih cepat, mudah dan tidak menemui masalah berarti. Sebaliknya, perguruan tinggi yang besar atau kecil sekalipun, namun sistem pengelolaan akademiknya manual, ditambah sumber daya yang dimiliki ‘keluar masuk’dan tak ada management knowledge, sepertinya banyak kendala yang dihadapi, jadi lambat dan ketinggalan alias keteter, sebab program yang dibuat untuk semester ini saja sudah tidak digunakan lagi untuk semester berikutnya apalagi semester jauh sebelumnya. Katanya sih kasihan banget pimpinannya nanti, akibatnya perguruan tinggi sulit mengembangkan eksistensinya malah bisa jadi ‘hidup enggan mati tak mau’ membuat kopertis kadang enggan juga untuk memperingati. Selama ini, setahu saya kopertis sebagai kepanjangan Dirjen Dikti hanya sebatas membina perguruan tinggi, informasinya malahan penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan Kopertis XI sangat membutuhkan sentuhan kasih sayang yang lebih dibanding wilayah Jawa yang lebih kompleks.



Tak heran, banyak peserta kali ini yang bermuka baru, sangat berbeda dengan tahun lalu yang sepertinya tampak para petinggi kampus turut hadir disana dan mengikuti pelatihan yang seharusnya dimanfaatkan para staffnya. Sehingga saat pelatihan pun kembali lagi mengulang, start dan pilih program pengolah berkas, Total Commander.
Pesan Pak Hasan: "Ditunggu selambatnya tanggal 15 Juli, sampai jumpa bulan depan..."

PLN, BBM dan pekerjaan

Terasa lama banget nda bisa nge-blog, bisa nge-blog kali ini syukur banget dech, mungkin 2 minggu belakangan ini saya dipusingkan dengan dua macam akronim yang sering dimanfaatkan orang banyak, PLN dan BBM. Bisa jadi basbang alias basi banget kalo saya utarakan kepusingan saya akibat kedua akronim ini. Lho kok? emang ada apa?
Nge-blog, bagi sebagian orang dikerjakan untuk mengisi luang waktu, nge-blog bahkan sudah menjadi bagian dalam pekerjaan dan gaya hidup. Saat ini saya menggunakan akses internet adalah bagian dari pekerjaan, kapan dan dimanapun saya usahakan selalu dalam internet walaupun dalam cakupan yang sangat terbatas melalui mobile phone, WAP.

Lalu apa hubungannya dengan PLN dan BBM?

Kita tahu, PLN adalah penyedia nomor satu pasokan listrik di Republik Indonesia tercinta ini, tak heran orang banyak sangat membutuhkannya, bahkan ada orang yang hidupnya menjadi sangat tergantung dengan pasokan listrik. Satu hari tak ada aliran listrik sepertinya membuat gerah dan sangat kegerahan, keringat bercucuran, hawa panas apalagi nda ada es jeruk atau es teh, usaha perdagangan, pabrik, bahkan pekerjaan sehari-hari yang selalu berjibaku dengan listrik saat itu banyak yang tersendat, bahkan terhenti, itu hanya sehari. Kita ingat negara segede Amrik beberapa tahun lalu mengalami padam sebagian negaranya banyak penduduknya yang ngungsi, tidur di bandara, bahkan ngomel-ngomel macam-macam polah tingkah penduduknya malah mau rusuh segala, hanya satu hari. Efeknya, dampaknya, akibatnya banyak, ada sisi negatif dan positif seperti lisrik itu sendiri, aliran positif dan negatif, dan yang paling berbahaya adalah aliran negatif!

Kita tahu, di kota ini, Balikpapan, PLN menghentikan pasokan listriknya lebih dari satu hari walaupun tidak 24 jam, namun 12 jam adalah cukup berarti bagi napas dan detak jantung kota ini. Sepertinya, makhluk hidup apapun yang ada didunia ini tak akan sanggup menahan napas dan detak jantungnya hingga 12 jam sehari bahkan dalam seminggu 4 kali, kecuali makhluk sakti banget. Sebelum krisis BBM, PLN seperti biasanya menahan pasokannya dengan classic reason: recovery and maintenance. Oke, syukurlah banyak yang mahfum, kita patut bangga dengan culture masyarakat yang sabar, legowo dan mau mengerti kondisi itu, bahkan saya pernah ingat beberapa waktu lalu ada alasan yang sulit diterima akal sehat, listrik padam gara-gara generator pembangkit Tanjung Batu dibelit ular, benar-benar ular sakti kali ini. Saat krisis BBM sekarang ini, tanpa dijelaskan lebih panjang, tentu mahfum banget kalo' BBM adalah 99,9% energy resources PLN kota ini. Bisa dibayangkan? Tentu saja tidak.

Selasa, Juni 28, 2005

SMS dari Presiden RI

Terus terang kaget banget dapat pesan pendek SMS via handphone dari Presiden RI, isinya "Stop, penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang. Mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita, menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju" namun setelah cari nomornya, eh, nomor tersebut ternyata telah terdaftar khusus dari operator seluler.
Antara kaget dan senang karena dapat dari orang nomor satu di Indonesia sulit dibayangkan, saya sendiri jauh hari mencatat nomor ponsel pribadi Presiden pada phonebook ponsel pribadi saya, juga nomor khusus 9949.

Terlepas dari bau-bau politik, mungkin ada yang beranggapan "Ah, kita ini wong cilik". Ya, walaupun kita-kita ini rakyat kecil tapi hal itu sangat berguna, be positive, mungkin sekarang belum membutuhkan namun suatu saat bisa jadi sangat dibutuhkan. Bukankah hal ini masuk dalam Knowledge Management?

Terobosan baru ini sangat bagus agar Presiden lebih dekat dengan rakyatnya langsung, Presiden dipilih langsung oleh rakyat, rakyat juga merasa memiliki Presiden, Presiden mendengar rakyat, rakyat juga merasa diperhatikan.

Ujian Final Otomasi Perkantoran

Melihat banyaknya mahasiswa mengeluh nggak dapat ujian Otomasi Perkantoran, saya sendiri sedih banget, antara kasihan dan mendidik agaknya susah diterapkan bagi mereka-mereka ini. Sulitnya kadang kuliah aja nda nongol tapi mintanya beres dan cepat melulu.
Saya teringat film serial 'Friends' yang dibintangi Jennifer Aniston dan kawan-kawan, pada sesi Matt le Blanc mengeluh sama anak kecil tentang kesulitannya padahal ya nda seberapa sulit, eh, jawaban anak itu malah lebih membuat Matt kaget bukan main "Inilah yang dikhawatikan Ibuku, kadang orang mengeluh itu malah seperti pecundang" gitu ucapnya.
Dari berbagai keringanan aturan yang saya berikan untuk perkuliahan ini sebenarnya lebih ringan dan mudah semudah-mudahnya orang kuliah normal. Namun nampaknya masih kurang ringan seringan kapas yang dihembuskan terbang melayang.
Untuk itu, menimbang masalah ini hanya satu solusi sekali saja bagi yang tidak mendapat tugas, yaitu:
Mengikuti Ujian Akhir Semester tertulis sesuai Jadual Ujian Akhir Semester yang telah diumumkan

Apabila masih saja keteter, alamak, kemampuan memang sampai segitu mestinya disadari sendirilah...

Berani? Siapa takut...

Senin, Juni 27, 2005

Halo, Otomasi Perkantoran..

Bagi pencinta Otomasi Perkantoran alias pengikut matakuliah Otomasi Perkantoran, saya ucapkan selamat atas kerja kerasnya. Tugas akhir yang diberikan sudah banyak yang selesai walaupun banyak yang aneh-aneh, misalnya namanya tercantum anggota kelompok lain, eh, lha kok ngumpulin tugas sendirian, gimana neh !#$%@&
Apalagi ada yang asal comot saja nda lihat topiknya, payah banget#&%$ Malahan tulisan nda ngikuti petunjuk lagi, huh, kesel banget ..?$#@

Tapi terima kasih banyak dech, so maaf banget kalo' nilainya belum ditampilin disini lagi dikalkulasi dulu, sabar aja, entar dikeluarin saatnya.

Thanks

Ujian akhir semester Pemrograman Internet

Ujian akhir semester sebagian sudah dilaksanakan, untuk matakuliah pemrograman internet dengan dosen saya masih ada kesempatan presentasi tanggal 2 Juli 2005 (bukan 3 Juli seperti yang tertulis sebelumnya, khan hari minggu?). Bagi yang masih belum berhasil, segera persiapkan kembali sebaik-baiknya, tidak ada ujian susulan atau perbaikan setelah tanggal 2 Juni 2005.

Untuk yang berhasil pada tanggal 25 Juni 2005, berikut nama-nama mereka:
1. Agus Sri Nugroho
2. Eka Agustina
3. Hendri Prianata
4. M Safaria
5. Syahril
6. Rudi
7. Alfi Rahmawati
8. Rini Mulyasari
9. Uni Kasari

Tips:
- Jangan grogi or nervous, latihan dulu dirumah dech.
- Kalo' biasa suka bunyiin musik sambil belajar ok juga, so kalo' presentasi sambil ada sayup-sayup 'peterpan' khan tambah asik juga, enjoy aja! :)

Selasa, Juni 21, 2005

Akhir semester, tambah sibuk saja nich!

Entahlah, menjelang akhir semester dan akan dibukanya tahun akademik baru kegiatan makin menumpuk, dikejar-kejar deadline selesaikan laporan dan segala macam. Hal biasa yang sering mewarnai dunia kampus dimanapun Anda kuliah. Tengok saja, kampus negeri semisal Unibraw utamanya fakultas teknik saat-saat ini mahasiswanya lagi banyak yang lembur ngerampungin tugasnya, nda mahasiswa nda dosen sama saja, sibuk dan super sibuk.
Lho, emang dosen khan cuma kasih tugas lalu dinilai beres, selesai khan? Oops.. belum tentu, itu mah kerjaan dosen yang kelihatan mahasiswanya. Biasanya yang nda kelihatan yang paling banyak, proyek katanya...:)
Mungkin ini rahasia umum kali ya.

Makin sibuk, itulah intinya.
Kali ini, tugas yang saya berikan pada mahasiswa hanya simple saja, dikerjakan berkelompok dan harus dipresentasikan satu-persatu. Jika gagal, jangan berharap dech, jika buru-buru mending siapin dulu sebaik-baiknya kalo' nda ingin gagal.
Untuk pemrograman internet, yang telah maju dan berhasil sbb:
1. Azwar Noorsin
2. Dino Martin L
3. Siti
4. Rahmawati
5. Yoab
Untuk yang telah maju tapi gagal, perbaiki dan siapkan kembali mumpung masih ada waktu, mudah bukan?

Sedang otomasi perkantoran, silahkan ikuti petunjuk pada soal yang telah diberikan(sudah jelas).

Ok, selamat bersibuk ria

Senin, Juni 06, 2005

Jepret-jepret pengen jadi photographer

Lagi asyik jepret jepret pengen jadi photographer atau mau jadi tukang photo? Mana yang enak, kira-kira keren mana ya? Kalo' beda, apa sich bedanya? Susah banget nge-bedain karena hampir sama aja, mungkin bedanya tipis banget, kalo' tukang photo itu biasanya kalo dulu keliling kota or jadi karyawan studio trus ngelakukan tugasnya, "Ya, ya.. minggir kiri dikit, awas hitung satu ..dua.. tiga! Clek!!" Kalo' photographer sekarang biasanya lebih bebas, ada yang jadi tukang photo, atau sekedar hobbiest atau bahkan profesional. Terserah dach, mau bedain gimana.

Berangkat dari sini, mungkin saya ingin berbagi pada yang lain yang punya hobi photo-photo, lumayan bisa buat koleksi pribadi atau untuk profesionalisme.

Photo ini saya ambil pas jalan-jalan di depan kantor Taman Safari Bogor, waktu itu temen-temen pada sibuk sendiri-sendiri lihat kebun, iseng saya photo sendiri dengan kamera saku digital Nikon Coolpix 2200 2MP. Nda tahunya lho kok kabur? setelah dillihat dikomputer eh, fokus kamera ternyata ke daunnya. Kamera otomatis merespon gambar di tengah dengan mengecilkan diafragma, jadi fhoto daun lah. Tapi, sepertinya bagus juga kok:)

Saya bukan prof juga bukan tukang photo atau jurnalis, walaupun mungkin masih dianggap amatir apa salahnya sich berbagi? Banyak ide-ide menarik berawal dari orang-orang amatir, mungkin ada yang pernah lihat rekaman dahsyatnya Tsunami di Aceh, itu juga berawal dari amatir, atau koleksinya Mas Adimodel juga berawal dari amatir (tapi sekarang jadi profesional khan?).

Syaratnya nda banyak, cukup tenteng aja tustel kesayangan hari-hari gini kemana pergi, entah ke mall, ke warung, kekampus, kejalan raya bahkan ke wc barangkali ada yang menarik untuk diabadikan. Kalo' nda percaya, gambar-gambar ini saya ambil dari belakang rumah saya waktu sore dan agak gelap. Gambar sulit diambil, dari atap kamar saudara njepret belakang kompleks Pertamina Balikpapan waktu maghrib.


Lain lagi gambar dibawah ini, diambil belakang rumah saat mau senja, diatas kapal perahu nelayan lagi sandar, tuh asyik khan?


Terus cobalah jepret sana jepret sini nda perlu malu sama orang yang lihat, cuek aja, ambil sudut yang sulit dan nggak biasa, kalo perlu guling-guling yang penting tetap fokus pada hasil gambar. Nah, hasilnya kumpulin untuk dipelajari lagi, apa ada yang kurang, apa ada yang kurang menarik, sudutnya aneh, apa membosankan dan sebagainya. Cobalah dan terus pelajari sambil membandingkan referensi-referensi para profesional.
Jika dirasa perlu, gunakan kamera SLR.

Regards