Tega benar! Tak habis pikir rasanya, itu yang saya rasakan setelah membaca berita di Tribun Kaltim ini. Kedua orang tua si bayi yang tidak mampu membayar biaya persalinan menyerahkan begitu saja secara lisan pada orang yang bisa menebus biaya persalinan yang hanya kurang dari sejuta rupiah, yang diketahui dan disepakati pihak Rumah Sakit Persalinan di daerah Gunung Malang Balikpapan. Apa-apaan ini? Astagfirullah!
Tentu saja apabila kedua orang tua yang tidak mampu ini menjadi kalut begitu setelah mengetahui biayanya yang tinggi, karena bisa saja posisinya yang terdesak dan pikiran rupeg. Yang terjadi justru, mengapa pihak rumah sakit tidak memberikan alternatif misalnya memberi waktu untuk melunasi, agar si ayah bisa mengumpulkan biaya yang diperlukan, atau menunjukkan orang tua si bayi untuk menggunakan askes, jamkesda, jamsostek atau apalah namanya, anehnya, malahan diberikan orang lain? Adakah ini tanda-tanda trafficking yang dilakukan oknum rumah sakit persalinan di Balikpapan?
[Update] 11/11/2007
Kini ada kabar gembira dari pemkot Balikpapan untuk mengatasi kesulitan biaya persalinan, seperti diberitakan di Tribun Kaltim ini, semoga membantu.
Selasa, Oktober 30, 2007
Sabtu, Oktober 20, 2007
Download Gutsy Gibbon dengan TelkomselFlash

Tepat rilis Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon, 18/10/2007, saya mengunduh .iso yang tersedia menggunakan TelkomselFlash, kartuHalo dan N70-1 sebagai modem plus kabel data. Mencoba FOSS-ID maupun si kambing sangat tanggung, karena waktu itu mungkin banyak yang berebut jalur pipa, setelah coba-coba akhirnya pilih server mirror dari Jepun. Untuk ukuran .iso 700Mb butuh waktu 8 – 10 jam, dengan rerata perpindahan berkas antara 14 kBps – 45 kBps, kurang dari itu harus berhenti agar hemat waktu dan biaya dan dilanjutkan lain waktu (Resume).

Selama proses unduh bisa juga merambah yang lain atau mengunduh program kecil. Karena saya berlangganan 40 jam sebulan dengan biaya Rp 100.000, maka biaya perjamnya adalah Rp 2.500,-. Dengan demikian, untuk 10 jam proses unduh terkena biaya Rp 25.000,- saja dengan syarat masih masa promosi ... :P
Sekarang tinggal “gojekan” bareng Gutsy Gibbon, jangan nakal ya ...
Rabu, Oktober 17, 2007
Kemana Libur Lebaran?
Libur lebaran kali ini saya ada beberapa rencana bersama anak-anak dan istri, tujuan pertama adalah lebaran di Surabaya di rumah nenek, sekaligus silaturohmi ke kerabat dan mutar-muter sekitar Surabaya, diantaranya Masjid Agung al Akbar, Kebun Binatang Wonokromo dan Waterpark Ciputra. Di Surabaya sudah saya persiapkan tempat tinggal sebagian rumah nenek yang belum ditempati, yang saya perbaiki dan bersihkan beberapa minggu sebelumnya. Setelah itu dilanjutkan ke Yogyakarta, dengan beberapa tujuan seperti Malioboro, Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Di Yogyakarta rencananya tinggal di kontrakan saya hingga beberapa minggu lamanya, sekaligus menemani saya agar tidak kesepian ... hehehe ...
Tapi sayang sekali, kali ini rencana tinggal rencana, karena rencana yang saya perkirakan cukup memakan biaya ekstra ini diluar perkiraan. Setelah menimbang berbagai kemungkinan, akhirnya saya putuskan untuk tidak mencari biaya tambahan pasca lebaran yang bisa menjadi beban, mengingat masih banyak kebutuhan seperti untuk keperluan kuliah yang lebih diutamakan. Saya harus mengalah, saya harus pulang ke Balikpapan menjelang lebaran kemarin. Beruntunglah saya tidak kesulitan mendapatkan tiket pesawat dari Yogyakarta ke Balikpapan, dengan harga yang relatif terjangkau untuk peak season lebaran kali ini.
Setelah usai berkunjung ke kerabat dan para sesepuh pada hari raya lebaran kemarin, sebagai gantinya saya berencana mengajak anak-anak ke berbagai tempat wisata di seputar Balikpapan saja, tapi bingung kemana ya? Ada beberapa pilihan seperti Waterpark Balikpapan Regency, pantai Manggar, atau cukup ke kolam renang Wisma Patra yang gratis itu. Lho kok gratis? Iya, biasanya saya masuk begitu saja melewati penjaga dan tidak ditarik tiket, asyik kan hehehe ... Dont try this at home!
Hmmm... jadi acaranya berenang, saya pilih berenang karena anak-anak sukanya bermain air, dan pastinya seru banget. Ya, akhirnya saya pilih Waterpark Balikpapan Regency, sesekali kesana walaupun biayanya relatif mahal, 30 ribu untuk hari biasa, 40 ribu untuk hari sabtu dan minggu. Dari 5 orang yang terdiri atas saya, istri, 2 anak, dan 1 keponakan, saya hanya membayar 90 ribu untuk 3 orang, 2 anak saya ternyata gratis! Asyik!
Senin, Oktober 15, 2007
Selamat Lebaran 1428 H
Ketupat disiram santen.
Sedoyo lepat nyuwun pangapunten... ;-)
Selamat Lebaran 1428 H.
Mohon maaf lahir dan batin.
suburanugerah sekeluarga.
Sedoyo lepat nyuwun pangapunten... ;-)
Selamat Lebaran 1428 H.
Mohon maaf lahir dan batin.
suburanugerah sekeluarga.
Jumat, September 28, 2007
Pengalaman dengan Starone
Bulan lalu, seperti yang telah saya tulis sebelumnya mengenai bermasalahnya deactivate layanan tambahan Paket Internet 150k Starone, yang ternyata memang benar bahwa saya masih ditagih sisa pembayaran yang pihak Indosat sendiri lakukan kesalahan. Akibatnya, nomor Starone pasca bayar saya tidak dapat melakukan panggilan keluar lagi per tanggal 23/09 karena diblokir, duuh ...
Atas dasar itu dan posisi saya yang berada di Yogyakarta, dengan nada geram saya menulis klaim melalui email ke bagian support@mystarone.com. Tak lupa juga saya tambahkan "ancaman" seperti dibawah ini:
Kurang dari 24 jam sudah mendapat balasan, serta verifikasi oleh mbak Fanny dan pembukaan blokir pada hari berikutnya, tanpa perlu repot mendatangi Gedung Kuning Indosat Balikpapan (sambil bawa golok misalnya).
Cukup jadi pengalaman berharga atas ketidaknyamanan suatu layanan.
Atas dasar itu dan posisi saya yang berada di Yogyakarta, dengan nada geram saya menulis klaim melalui email ke bagian support@mystarone.com. Tak lupa juga saya tambahkan "ancaman" seperti dibawah ini:
Karena saya berada di Yogyakarta, saya tidak mau datang ke Indosat Balikpapan hanya sekedar mengurus beginian, cukup merugikan. Apabila dalam tempo 1x24 jam tidak ada tanggapan dari pihak Indosat, saya tidak akan membayar apapun kepada Starone Indosat dan tidak akan bertanggung jawab atas penggunaan nomor +62 542 xxxxxxx saat ini juga
Kurang dari 24 jam sudah mendapat balasan, serta verifikasi oleh mbak Fanny dan pembukaan blokir pada hari berikutnya, tanpa perlu repot mendatangi Gedung Kuning Indosat Balikpapan (sambil bawa golok misalnya).
Cukup jadi pengalaman berharga atas ketidaknyamanan suatu layanan.
Rabu, September 19, 2007
Menutup Paket Internet Starone dan Kesalahan Rekam Billing
Akhir bulan Agustus lalu, tepatnya 27 Agustus 2007, saya mengajukan permohonan ke Indosat Balikpapan untuk menutup paket Internet Starone per 1 September 2007, dengan bukti formulir perubahan layanan. Alasan saya menutup paket ini karena kepindahan saya ke Yogyakarta dalam kurun waktu 2 tahun kedepan. Selama saya menggunakan Internet Starone yang sudah berjalan 1 tahun, saya akui cukup memuaskan untuk digunakan sekedar browsing, chatting, upload file maupun download, Dengan hanya berbekal sebuah ponsel Nokia 2865 plus bluetooth, beberapa pekerjaan ... alhamdulillah dapat terbantu dengan baik. Pada awal beberapa bulan saya berlangganan, satu hal yang saya akui cukup membuat saya puas adalah koneksivitas dan kecepatannya, namun nampaknya akhir-akhir ini mulai melambat dan koneksinya kadang-kadang terputus, sekali lagi kadang-kadang ... atau bisa dikatakan jarang.
Hari selasa lalu selagi mumpung berada di Balikpapan, saya berniat melunasi tagihan bulan Agustus langsung ke gedung kuning Indosat Balikpapan, sekaligus memastikan apakah benar permohonan saya menutup paket Internet sudah tercatat dengan benar ataukah jangan-jangan ada tagihan membumbung tinggi, maklumlah saya gelisah setelah membaca postingan Mas Romi ini. Dan ternyata benar, ketika saya hendak membayar di kasir, saya mendapatkan tagihan yang sangat mengagumkan semenjak mulai berlangganan, bayangkan, jumlah tagihan sebanding dengan tagihan selama 2 bulan. Saat itu saya hanya menyediakan uang sejumlah yang biasa ditagihkan setiap bulannya. Saya masih berpikir positif terhadap billing tagihan dan berniat segera melunasinya dengan menggunakan ATM Bank Muamalat. Aneh, biasanya ATM ini bisa digunakan pada mesin ATM BCA, ok dech, sekalian saya ingin periksa rekening korannya. Setelah Customer Service (CS) mencetaknya, terlihatlah kesalahan fatal itu, perubahan layanan berlaku efektif mulai tanggal 28/08, mestinya sesuai formulir tercatat tanggal 01/09. Ini berarti, apabila saya menggunakan layanan Internet mulai tanggal 28/08 akan terkena charge retail Rp 3,-/Kbyte. Dari sini sudah bisa ditebak, karena saya masih berpikir positif dan terus menggunakan layanan akses data Internet hingga sebelum tanggal 01/09, tentu jumlah tagihan jadi membengkak! Aboh tenan!
Jelas, perlahan suara saya mulai menaik ..., tapi syukurlah, saya membawa bukti formulir perubahan layanan itu. Sehingga CS memeriksa kembali rekening koran tersebut dan sejenak menunggu proses, akhirnya ... saya membayar dengan biaya normal. Tetapi jangan dikira saya lega, karena saya masih risau ... apakah kini saya benar-benar terlepas dari jerat layanan paket Internet yang katanya sudah diubah itu, ataukah masih ditagihkan nanti pada bulan berikutnya?
* Sembari melirik TelkomselFlash ... *
Hari selasa lalu selagi mumpung berada di Balikpapan, saya berniat melunasi tagihan bulan Agustus langsung ke gedung kuning Indosat Balikpapan, sekaligus memastikan apakah benar permohonan saya menutup paket Internet sudah tercatat dengan benar ataukah jangan-jangan ada tagihan membumbung tinggi, maklumlah saya gelisah setelah membaca postingan Mas Romi ini. Dan ternyata benar, ketika saya hendak membayar di kasir, saya mendapatkan tagihan yang sangat mengagumkan semenjak mulai berlangganan, bayangkan, jumlah tagihan sebanding dengan tagihan selama 2 bulan. Saat itu saya hanya menyediakan uang sejumlah yang biasa ditagihkan setiap bulannya. Saya masih berpikir positif terhadap billing tagihan dan berniat segera melunasinya dengan menggunakan ATM Bank Muamalat. Aneh, biasanya ATM ini bisa digunakan pada mesin ATM BCA, ok dech, sekalian saya ingin periksa rekening korannya. Setelah Customer Service (CS) mencetaknya, terlihatlah kesalahan fatal itu, perubahan layanan berlaku efektif mulai tanggal 28/08, mestinya sesuai formulir tercatat tanggal 01/09. Ini berarti, apabila saya menggunakan layanan Internet mulai tanggal 28/08 akan terkena charge retail Rp 3,-/Kbyte. Dari sini sudah bisa ditebak, karena saya masih berpikir positif dan terus menggunakan layanan akses data Internet hingga sebelum tanggal 01/09, tentu jumlah tagihan jadi membengkak! Aboh tenan!
Jelas, perlahan suara saya mulai menaik ..., tapi syukurlah, saya membawa bukti formulir perubahan layanan itu. Sehingga CS memeriksa kembali rekening koran tersebut dan sejenak menunggu proses, akhirnya ... saya membayar dengan biaya normal. Tetapi jangan dikira saya lega, karena saya masih risau ... apakah kini saya benar-benar terlepas dari jerat layanan paket Internet yang katanya sudah diubah itu, ataukah masih ditagihkan nanti pada bulan berikutnya?
* Sembari melirik TelkomselFlash ... *
Rabu, Juli 18, 2007
LCD Projector adalah Infocus
Beberapa waktu yang lalu, saya menulis pengalaman saya menggunakan Ubuntu dan Infokus di blog ini juga dikutip teman saya di blog KPLI Balikpapan. Kemudian muncul komentar dari sana yang mengoreksi redaksional istilah yang benar kata infokus, sebenarnya sengaja saya gunakan ejaan salah pada kata Infokus yang seharusnya adalah Infocus, yang tujuannya menghindari nama yang sama dengan merk dagang dari LCD Projector tersebut, juga penggunaan kata ini sudah biasa diucapkan di kalangan masyarakat luas, hampir sama dengan penyebutan Mie Instan itu Indomie. Kemudian istilah ini muncul di thread milis id-ubuntu yang diposting seseorang. Secara berkelakar, pak Rusmanto menimpali:
Hahaha ...
Canda iseng (tidak ada maksud promosi):
LCD projector adalah Infocus.
Wireless LAN adalah Wavelan.
Pasta gigi adalah Odol.
Motor adalah Honda.
Sepeda gunung adalah Federal.
Mie adalah Indomie.
Telepon kabel adalah Telkom.
Listrik adalah PLN.
Minyak adalah Pertamina (nyaak..nyaak!)
Komputer adalah IBM-PC (dulu), sekarang PC saja.
Laptop adalah Asus (belum pasti, sih).
Program komputer adalah Linux (sekarang), dulunya Windows.
Linux adalah Ubuntu (sekarang), ke depannya BlankOn...hehehe.
Rus
Hahaha ...
Senin, Juli 16, 2007
Kelas Pertama masuk Taman Kanak-kanak
Hari senin ini, 16/07, si bungsu sulung Nasywa masuk sekolah hari pertamanya di TK Manuntung, sebelah gedung Diklat Pertamina Karang Anyar Balikpapan. Berangkat pagi-pagi pukul 7 naik angkot di antar ibunya, maklumlah cukup jauh dari rumah sekitar 2 km, saya sendiri sebenarnya ingin mengantarnya sekalian berangkat kerja, tapi rasanya kok terlalu pagi. Jadi akhirnya, saya kebagian mandiin si kecil, Shaza, yang untungnya nggak begitu rewel dibanding kakaknya ini. Setelah mandi, si kecil biasanya langsung bobok setelah minum susu dotnya, tapi neneknya ngajak main-main, ya sudah, saya tinggalkan dia berangkat kerja dulu.
Hmm... ada beberapa hal yang patut dipersiapkan karena kegiatan di rumah kini mulai bertambah. Yang jelas, bangun lebih pagi selepas adzan subuh, setelah subuh nggak boleh main komputer lama-lama, minimal cek email sudah, apalagi keterusan tidur lagi. Siapin sarapan, bersih-bersih, mandiin si kecil, siapin pakaian yang mau dipakai si kecil, pampers, bikin air hangat, bikin susu, ayun-ayun nina bobok, waah ... makin seru saja nich ... hahaha ...
Hmm... ada beberapa hal yang patut dipersiapkan karena kegiatan di rumah kini mulai bertambah. Yang jelas, bangun lebih pagi selepas adzan subuh, setelah subuh nggak boleh main komputer lama-lama, minimal cek email sudah, apalagi keterusan tidur lagi. Siapin sarapan, bersih-bersih, mandiin si kecil, siapin pakaian yang mau dipakai si kecil, pampers, bikin air hangat, bikin susu, ayun-ayun nina bobok, waah ... makin seru saja nich ... hahaha ...
Susahnya Menilai secara Obyektif
Dua minggu kemarin adalah jadwal ujian akhir semester, dan saya tengah menyediakan waktu khusus untuk menilai ujian akhir matakuliah pemrograman Internet yang harus dipresentasikan. Cukup melelahkan, tapi secara keseluruhan saya sangat puas, karena lebih baik dibanding kelas-kelas sebelumnya yang pernah saya tangani. Hingga deadline sabtu kemarin, yang maju presentasi membludak, saya tidak tahu siapa yang bertugas menjadwal giliran masuk, tapi syukurlah cukup tertib hingga berakhir hampir menjelang sore. Kebanyakan mahasiswa membawa laptop sendiri atau pinjam, jarang ada yang mencoba laptop yang saya sediakan. Bila menggunakan laptop saya, mereka harus instalasi sendiri, sedangkan sistem operasi yang saya sediakan adalah Linux Mint. Mengapa Linux? Biasalah, pindah memindah berkas melalui usb sangat rentan dengan virus macam-macam, saya tidak mau mengambil resiko repot-repot memindai virus yang tentu saja menyita waktu, apalagi bila nantinya virus itu meninggalkan thread atau mengubah registry default, beuh ...
Hasil presentasi materi ujian secara keseluruhan cukup bagus, walaupun ada yang copy-paste dengan kelompok lain, tapi jumlahnya sedikit. Ada program yang setengah jadi, bermasalah alias error, juga ada yang terlalu canggih, misalnya menggunakan banyak javascript atau bahkan xml, maklumlah, mereka asal mencomot dari berbagai sumber di Internet. Untuk materi yang copy-paste dan yang terlalu canggih, tak perlu repot-repot presentasi panjang lebar, saya langsung memberikan soal mudah yang harus dikerjakan dalam waktu 15 menit, hasilnya ada yang bisa, ada yang tidak bisa, dengan demikian saya mudah menilainya. Juga ada yang bukan hasil pekerjaannya sendiri alias dibuatkan, saya tak perlu panjang lebar menanyai macam-macam. Atau ada yang tidak pernah mendapatkan materi soal sebelumnya dari saya, tapi tiba-tiba datang dengan materi soal seenaknya sendiri, saya pun juga tidak ambil pusing an lebih ringkas menilainya. Nah, yang sulit itu adalah menilai mahasiswa yang “dekat” dengan saya, untuk menghidari tidak obyektif, saya mencoba untuk bertanya sesekali, apabila bisa menjawabnya, tentu saya menilai dengan baik, sebaliknya, saya akan menilai apa adanya bila tidak bisa menjawab pertanyaan.
Presentasi ini saya tujukan untuk mencoba melihat kemampuan individual mahasiwa secara obyektif, sehingga memiliki bobot nilai yang sangat bersar dibanding bobot tugas-tugas atau ujian harian lainnya,jadi pengaruhnya sangat besar terhadap kelulusan. Dari sini juga, akhirnya saya menemukan mahasiswa yang benar-benar mahir membuat program sendiri di luar kepala. Walaupun demikian, mungkin ada yang merasa mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan kemampuannya saat itu, nah, itu yang sangat sulit kira-kira dimana letak kesalahannya. Untuk meminimalkan kesalahan, saya memberikan beberapa pertanyaan yang memiliki bobot nilai, misalkan 4 pertanyaan dengan masing-masing pertanyaan memiliki bobot nilai 25. Setidaknya, hasil penilaian ini jauh lebih sportif dibanding dengan ujian tulis yang sering terlihat tidak murni hasil kerja kerasnya sendiri.
Hasil presentasi materi ujian secara keseluruhan cukup bagus, walaupun ada yang copy-paste dengan kelompok lain, tapi jumlahnya sedikit. Ada program yang setengah jadi, bermasalah alias error, juga ada yang terlalu canggih, misalnya menggunakan banyak javascript atau bahkan xml, maklumlah, mereka asal mencomot dari berbagai sumber di Internet. Untuk materi yang copy-paste dan yang terlalu canggih, tak perlu repot-repot presentasi panjang lebar, saya langsung memberikan soal mudah yang harus dikerjakan dalam waktu 15 menit, hasilnya ada yang bisa, ada yang tidak bisa, dengan demikian saya mudah menilainya. Juga ada yang bukan hasil pekerjaannya sendiri alias dibuatkan, saya tak perlu panjang lebar menanyai macam-macam. Atau ada yang tidak pernah mendapatkan materi soal sebelumnya dari saya, tapi tiba-tiba datang dengan materi soal seenaknya sendiri, saya pun juga tidak ambil pusing an lebih ringkas menilainya. Nah, yang sulit itu adalah menilai mahasiswa yang “dekat” dengan saya, untuk menghidari tidak obyektif, saya mencoba untuk bertanya sesekali, apabila bisa menjawabnya, tentu saya menilai dengan baik, sebaliknya, saya akan menilai apa adanya bila tidak bisa menjawab pertanyaan.
Presentasi ini saya tujukan untuk mencoba melihat kemampuan individual mahasiwa secara obyektif, sehingga memiliki bobot nilai yang sangat bersar dibanding bobot tugas-tugas atau ujian harian lainnya,jadi pengaruhnya sangat besar terhadap kelulusan. Dari sini juga, akhirnya saya menemukan mahasiswa yang benar-benar mahir membuat program sendiri di luar kepala. Walaupun demikian, mungkin ada yang merasa mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan kemampuannya saat itu, nah, itu yang sangat sulit kira-kira dimana letak kesalahannya. Untuk meminimalkan kesalahan, saya memberikan beberapa pertanyaan yang memiliki bobot nilai, misalkan 4 pertanyaan dengan masing-masing pertanyaan memiliki bobot nilai 25. Setidaknya, hasil penilaian ini jauh lebih sportif dibanding dengan ujian tulis yang sering terlihat tidak murni hasil kerja kerasnya sendiri.
Senin, Juli 09, 2007
Blognya Pemkot Balikpapan

Secara tidak sengaja, saya barusan membuka komentar seseorang yang membawa taut ke balikpapan.go.id, ya... itulah situs resmi pemerintah kota Balikpapan. Tapi begitu situs terbuka, masya Allah! Benar-benar jadi blog! Wah wah wah, ada apa neeh ... Mungkin inilah satu-satunya weblog milik pemerintah di Indonesia, atau mungkin sudah ada kali ya? Mana coba...
Langganan:
Postingan (Atom)