Jumat, Agustus 12, 2005

Resensi Buku


Sebuah buku Seri Pengembangan SDM karya KH Toto Tasmara ini sebenernya bisa dibilang sudah lama, sejak 3 tahun lalu saya memilikinya ketika jalan-jalan di toko buku terkenal di kota ini, sebuah karya Membudayakan Etos Kerja Islami. Menurut saya buku ini netral dan tidak berpihak pada aliran atau sempalan agama tertentu seperti yang akhir-akhir ini sedang hangat-hangatnya diperselisihkan. Buku ini lebih menekankan pesan-pesan moral yang menyengat dengan penggugahan semangat spiritual dengan merujuk pada landasan pokok Islam secara ringan dan mengena. Dengan bumbu puisi atau syair-syair bak pujangga buku ini makin indah untuk dibaca bak hadist Shohih Muslim yang didalamnya juga ada syair-syair puitis Islam penuh makna penggugah semangat. Sekedar untuk berbagi, sepertinya buku ini pantas dan layak banget dibaca yang memang ditujukan pada karyawan atau pegawai perusahaan apa saja. Tengok saja sebuah otokritik untuk para pekerja yang biasa datang terlambat ke kantor, berikut tulisan yang saya kutip:

    Karena itu, mereka yang sengaja datang ke kantor dengan terlambat telah membuat kezaliman yang luar biasa. Pertama, dia telah mendekati tanda-tanda kemunafikan. Bukankah tanda munafik adalah mereka yang telah berjanji, tetapi ingkar. Bukankah karyawan itu telah berjanji untuk datang kekantor tepat jam delapan sebagaimana yag tertuang dalam perjanjian dengan perusahaan yang telah Anda tanda tangani, tetapi dia mengingkarinya. Adakah rasa berdosa atau takut sifat munafik itu ada di hati ketika Anda datang ke kantor dengan terlambat-lambat? Kedua, Anda telah menzalimi teman-teman Anda yang mempunyai status dan gaji yang sama. Mengapa? Karena, Anda telah memberikan beban pekerjaan kepada mereka yang seharusnya Anda selesaikan. Ketiga, Anda telah melakukan perbuatan kriminal, korupsi waktu!

Senin, Agustus 08, 2005

Kebakaran di Kampung Baru, si Kampung ‘Texas’


Sudah tak terhitung lagi musibah kebakaran di Kampung Baru terjadi dan terjadi lagi, seringnya kejadian ini timbul setelah pemadaman aliran listrik pada malam hari. Kebakaran kali ini berada persis didepan Masjid Jami’ Al-Ula Kampung Baru pada minggu tadi malam pukul 22.00 selama lebih kurang 3 jam, namun karena angin berhembus ke arah Timur, api menjalar ke atas tenggara perbukitan dan dengan cepat membakar segala apa yang mudah terbakar, tak heran didaerah ini rumah-rumah yang sepenuhnya menggunakan kayu ulin tentu jika terjadi kebakaran sangat mudah menjalar kekiri-kanannya dengan cepat. Kabarnya lebih kurang 100 rumah terbakar, namun syukurlah tidak ada korban jiwa.

Prihatin atas kejadian yang sering terjadi, lilin sepertinya menjadi faktor utama biang kebakaran. Lupa mematikan karena ketiduran sehingga entah kesenggol sesuatu, menyalakan lilin diruang sepi lalu ditinggal pergi, teledor menaruh lilin diatas bahan-bahan kayu atau yang mudah terbakar menjadi hal yang biasa dalam setiap kebakaran yang terjadi.

Saya dan keluarga, yang hingga kini masih tinggal di 'Texas'nya Balikpapan kadang khawatir serta was-was jika malam hari PLN (lagi-lagi PLN) sedang gangguan, entah karena alasan hemat energi atau lagi ndut-nduten alias naik turun tegangan kadang disusul kepulan kabel berasap dari atas rumah penduduk.
Yang namanya musibah memang tak luput juga dari Kuasa dan KehendakNya, kita manusia sabar, tabah dan pasrah kepadaNya sembari kembali waspada berusaha tetap tegakkan wajah menatap masa depan.
By the way, Kampung Baru sebenarnya bukanlah Kampung 'Texas', Kampung Baru adalah kampung perjuangan dimana Balikpapan muncul dan dikenal...

Oh, Gmail-ku…

Sebenarnya artikel ini udah lama dan sepertinya garing basi banget gara-gara lama nda’ sempat nge-posting, tapi cuek aja lah.


Awalnya, seneng banget Gmail dengan wap.gmailwireles.com yang hanya dapat diakses melalui WAP via GPRS barusan upgrade segala menunya, termasuk tampilannya yang oke banget setelah sebelumnya belum ada variasi dan kesannya monoton namun hanya bisa diakses oleh kartu ponsel tertentu saja. Kini sepertinya agak mudahan dan tak terbatas pake’ kartu ponsel dari provider manapun asal bisa GPRS, hanya berbekal ponsel kelas menengah, Samsung SGH-X100 yang sudah nda dikeluarin lagi, kita dapat mem-pull email seperti check email, membacanya, download attachment untuk yang kompatibel aja, bahkan push email juga bisa.



Sayang setelah sempat bisa dimanfaatin, saat ini gmailwireless lagi ngambeg, setiap login gagal terus dan disuruh login lagi dan gagal lagi, login lagi dan gagal lagi terus begitu.
Apa karena proxy server providernya bermasalah apa memang gmailwireless-nya, curiganya barangkali gmailwireless sudah nda gratis lagi. :)

Gimana neh, ada yang bisa kasi solusi ya?

Jumat, Agustus 05, 2005

What Kind of American English Do You Speak?

Ikut-ikutan katarsis nyoba test bahasa Inggrisnya orang Amerika, eh hasilnya lumayan juga dech he..he..



Your Linguistic Profile:



55% General American English

25% Dixie

10% Upper Midwestern

10% Yankee

0% Midwestern


Kamis, Juli 28, 2005

Alhamdulillah, syukurlah ...

Itulah pesan yang saya sampaikan pada mas moderator milis mahasiswa yang merespon keinginan para anggota milis agar meng-cut, mem-banned para “perusuh” yang mengganggu jalannya kreatifitas dan ideologi mahasiswa. Milis sebelumnya telah dirasuki sindrom buruk sangka tanpa bukti dan menjadi ajang pembenturan antara dosen dengan mahasiswa, milis menjadi semacam kendaraan memuluskan rencana jahat meruntuhkan institusi sepertinya menggunakan fuzzy logic tak beraturan. Sesuai etika milis, rambu-rambu bermilis sebenarnya sudah sering didendangkan namun nampaknya sulit dimengerti, sulit dipahami, dan diperparah sang moderator tampak acuh dengan dalih sibuk bekerja bukan sibuk mengurusi milis. Sepertinya milis terkena busung lapar.

Hanya 2 kali posting saya berisi himbauan menyusul cooling down, selebihnya saya tidak mengomentari segala macam pikiran-pikiran buruk yang bersumber dari rasa dendam, amarah dan kecewa memenuhi kepala narasumber yang tetap bersembunyi dibalik namanya. Apakah narasumber takut? Kenapa takut! Tidak ada mahasiswa mengorbankan dirinya sendiri akibat kesalahannya.

By the way, milis mahasiswa adalah tetap milik mahasiswa, kalopun ada pembina, penasehat dari lingkungan birokrasi hendaklah tetap memberikan ruang kebebasan pada mahasiswa dengan mengacu pada kaidah norma dan etika sebagai anggota intelektual. Milis mahasiswa, wadah mahasiswa dalam berdemokrasi, bukan wadah gontok-gontokan, tuduh-tuduhan, membenturkan dan terbentur…

Rabu, Juli 20, 2005

Surat terbuka untuk para pemimpin, pemimpin siapa saja


Bukannya saya mengadu melangkahi sesama
Bukannya saya ingin menjadi pahlawan
Bukannya saya orang yang populis
Tapi sekedar mencoba untuk respek
Respek yang saya harapkan anugerah hanya dariNya.

Saya memang serba kekurangan
Kurang sregep, kurang rajin, kurang disiplin, kurang ndableg…
Bahkan kurang duit…
Saya memang orang biasa, biasa menulis, biasa melamun, biasa mengomel…
Bahkan biasa mencoba sabar…
Namun sepertinya saya hari ini tidak sabar, bahkan tidak biasa…

Saya berharap para pemimpin sedikit mengerti
Bahkan sempat saya tidak berharap akan hal itu
Tapi hari ini, saya tidak sabar
Tidak sabar membiarkan hal-hal yang kurang wajar dibiarkan

Lama untuk memutuskan apa yang harus dilakukan
Tapi akhirnya kupilih:
Jangan terlena dan bertahanlah wahai diriku…
Tetaplah sabar, tetaplah mendekat kepada-Nya, tetaplah mengadu kepada-Nya
Tiada sebaik-baik tempat berlindung hanyalah Dia yang Agung semata.
Bukalah mata hatiku…
Tunjukkanlah diri dan keluargaku pada jalanMu yang benar,
selalu…

Jumat, Juli 15, 2005

HEMAT ENERGI ≠ HEMAT BIAYA

Hemat energi di negeri ini sepertinya menjadi prioritas pemerintah guna memuluskan kebijakannya. Alam demokrasi, pro kontra hal biasa. Saya sendiri tidak mengomentari terlalu jauh tentang euforia aparat pemerintahan atas kebijakan baru ini seperti naik kuda ke kantor yang menurut saya malah bikin repot parkirnya, meringkik ngagetin orang kantor, jadi tontonan orang kantor, belum lagi kalo’ be’ol. Saya menganggap cara berhemat energi yang dicontohkan “penguasa” otonomi daerah sering tidak tepat.

PLN didaerah saya, adalah salah satu yang sering “hemat energi”. Saking hematnya, terhitung tiap hari benar-benar hemat energi. Entahlah, saya mungkin masih kesel dengan PLN, betapa tidak, usaha keluarga berupa pabrik es batu guna memasok kebutuhan nelayan tidak dapat berjalan dengan baik, sebentar-bentar listrik padam, padahal untuk mbikin sebongkar es dengan kapasitas 350 balok perhari paling tidak mesin harus menyala 24 jam, namun karena tersendatnya pasokan listrik, tentu mudah dibayangkan. Seperti kalo’ ada yang usaha mbikin es krim, es ganepo atau es lilin pake’ lemari es atau freezer misalnya, kalo dinginnya sering terputus, nda jadi-jadi dah! Tentu saja, si pembeli nunggu lama beli, malah bisa jadi nda jadi beli.
Susahnya lagi, pasokan listrik yang setengah “jadi” tadi tetap dihitung, alamak! Alih-alih hemat energi tapi kok malah boros biaya?

Anda mengalaminya? Mengapa iya?

Selasa, Juli 12, 2005

Nilai Akhir Pemrograman Internet dan Otomasi Perkantoran

Nilai akhir Pemrograman Internet kelas sabtu pagi, urut mulai Nama dan Nilainya sebagai berikut:


M. KAMIL. K (B), RIVAL IBNU F(B), AGUS SRI NUGROHO (A), AZWAR NOORSIN (A), DWI SUDARSO (B), LINURIYAH H (A), EKA AGUSTINA (B), HENDRI PRIANATA (B), M SAFARIA (A), M FANDI SIREGAR (C), NURLENA (B), SYAHRIL (C), RUDI (B), ASMUNI (C), I GEDE EKO ASMARA (B), AGUS SLAMET (C), AZWAR AMRIL (B), RIKA WIJI ASTUTI (B), ALFRIDA BUNGA (B), HERLINA (B), YOAB (A), ALFI RAHMAWATI (A), RAHMAWATI (B), SITI JULAIKA (A), DINO MARTIN L (A), YUNI RAMAYANTI (B), NOORSANAH (A), SHANTI ARYATI (A), RINA YUANA (A), RINI MULYASARI (A), UNI KASARI (A), ARI NANDA NURCAHYO (C).


Nilai tersebut didasarkan pertimbangan atas presensi/aktifitas, tugas dan Ujian Akhir yang telah dipresentasikan dengan bobot paling besar.

Sesuai kesepakatan: Tak ada ujian susulan.
Bagi yang namanya tak tercantum, niscaya dia mendapatkan nilai 'E' alias tak lulus, jangan khawatir masih ada semester depan :)

Dengan demikian jadual ujian sesuai Jadual UAS yang telah beredar/diumumkan untuk mata kuliah pemrograman internet tgl 23 Juli 2005 sabtu pagi ditiadakan. Sedangkan tanggal 18 Juli 2005 kelas malam dipegang Pak Alfiansyah, S.Kom.

Otomasi Perkantoran

Nilai Otomasi perkantoran telah dipasang dipapan media kampus B lantai 2, mohon maaf tidak diumumkan disini mengingat jumlah mahasiswa terlampau banyak, lagi males ngetik ulang nich:)
Ok, silahkan dicheck sendiri ya..

Salam.

Sabtu, Juli 09, 2005

No push email? Nge-pull sendiri dach!

Sejak ramainya promosi Blackbery Indosat dan haloVentus Telkomsel yang mengusung layanan push email bagi pelanggan GSM, banyak yang bertanya apa sich untungnya?
Seperti kalo’ mahasiswa mau beli komputer, sebelum ditanya untungnya pake’ komputer ditanya dulu untuk keperluan apa beli komputer? Jawabnya pasti beragam, ada yang untuk ngetik ngerjain tugas akhir, ada yang untuk main game doang, malah ada yang dipake’ untuk nonton film, atau yang lagi trend hari gini untuk nge-blog, nah untungnya Anda sendiri yang ngerasain khan. Kurang lebih sama dengan layanan push email yang disediakan provider tersebut, untungnya layanan ini cocok buat yang bisnisnya kenceng banget atau biasa menggunakaan email untuk bertukar informasi dan bisnis serba cepat dan segera kaya’ angin ribut, wush!

Nah, sebelum tentukan pilihan layanan push email, mungkin ada yang belum tahu atau sudah tahu tapi belum dimanfaatin, bedanya: kalo’ layanan push email itu email dikirim ke ponsel layaknya SMS dalam bentuk email, kalo’ yang satu ini ponsel nge-pull email yaitu ponsel sendirilah yang menarik email, tentu GPRS harus aktif dulu.

Lalu server mailnya dimana?

Yap, bagi yang sudah punya email Yahoo atau Gmail sudah cukup bagus banget, keduanya sudah terbukti yahut untuk penyedia layanan surat elektronik gratis dengan kapasitas besar dan anti spam. Untuk Yahoo, sebagai misal saya gunakan lewat server Inggris di http://uk.wap.yahoo.com , kalo’ Gmail di http://wap.gmailwireless.com tapi harus registrasi dulu lewat http://www.gmailwireless.com , namun sayangnya hanya bisa saya gunakan untuk kartuHalo Telkomsel saja

Apa ponselnya harus yang mahal-mahal?

Hati-hati dech pilih ponsel, kadang mahal tapi nggak cocok dengan layanan ini. Sebagai gambaran ponsel Samsung SGH-X100 sudah cukup, harga nda mahal-mahal banget. Kalo’ Anda gunakan Nokia 6600 itu lebih bagus, bukan promosi kok.

Tagihannya mahal nda?

Mahal nda-nya tergantung Anda sendiri, biasanya diukur dari besarnya halaman yang diakses atau didownload, sekitar 10 rupiah per-kilobyte-nya, kalikan saja. Pengalaman saya tiap bulan dari billing tagihan Matrix biaya akses GPRS nda sampe 50 ribu untuk halaman teks saja. Lebih mahal biaya akses internet diwarnet Balikpapan yang kadang hanya buka email loading page-nya saja sudah memakan uang 2000 rupiah itupun belum tentu emailnya kebaca.

Sekarang, mengapa bingung? Tentu silahkan memilih…

The real paradigm

Dalam seminggu terakhir ini, peran profesi guru menjadi pemberitaan media massa, masyarakat, pejabat bahkan walikota turut memperhatikan. Pasalnya, ujian nasional yang telah berlalu itu masih menyisakan kepiluan bagi siswa-siswa sekolah menengah atas yang belum berhasil walaupun masih ada kesempatan ujian susulan pertengahan Agustus nanti, bahkan lebih mengagetkan lagi, dalam berita Metrotv seorang siswa sekolah menengah negeri di kota ini bunuh diri dengan cara menggantung gara-gara nda lulus ujian nasional. Buntutnya, peran guru yang kurang optimal dalam menjalankan profesinya dituding sebagai hal yang paling menentukan. Sebaliknya, guru pun tak mau dituding begitu saja, banyak faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh studinya, termasuk minimnya gaji guru menjadi salah satu alasan yang mengemuka.

Di lain sisi, dalam milis internal yang anggotanya terdiri dari dosen dan petinggi di lingkungan suatu perguruan tinggi menyebutkan tentang ajakan pada kalangan dosen untuk ‘lebih tegas’ dalam menjalankan profesinya, tidak takut memberi nilai sesuai dengan kemampuan mahasiswanya dan mengharapkan tidak ada ‘markup’ nilai tanpa kompromi apapun.

Dari dua peristiwa berbeda diatas, saya hanya memperhatikan paradigma pengajaran dan pembelajaran yang tampaknya lebih perlu perhatian, walaupun orang melihat ada hal lain yang lebih membutuhkan bukan sekedar perhatian tapi tindakan solusi: minimnya gaji misalnya. Dalam perjalanan pulang bersama Jamal, teman, dari Banjarmasin – Balikpapan usai pelatihan di kopertis tempo hari, dengan logat Suroboyoan saya berujar “Lhee…ala, tiba’e golek ilmu iku larang yo, direwangi budhal adoh soko Balikpapan ninggal anak bojo nyampe kopertis cuma’ diuru’i Total Commander karo carane ngisi data yoo…”. Mendengar saya Jamal ganti tanya “Ilmu itu apa sich, hayoo..”. Saya hanya diam nda tahu supaya Jamal sendirilah yang jawab “Kita kekopertis ini untuk cari ilmu, transfer ilmu Total Commander, nah ilmu itu adalah kalo’ sampean kesulitan mengolah berkas/file terus pake’ Total Commander jadi gampang dan cepat itulah ilmu, iya”. Gitu kuliah singkatnya, ya…ya…ya… saya jadi tahuJ

Nah kalo kita cermati dialog antara saya dan Jamal, setidaknya paradigma pengajaran kurang lebih apa yang saya katakan dengan logat Suroboyoan itu, seperti halnya dosen hanya mengajari cara-cara mengoperasikan software tanpa memberi kesempatan pada mahasiswa bagaimana menangani masalah adanya bug misalnya, guru sekedar mengajari saja tanpa diimbangi dengan upaya agar anak didik belajar bagaimana memecahkan masalah yang timbul, bagaimana mengembangkan potensi dan kreatifitas dirinya. Paradigma pengajaran bukan hanya bergeser ke paradigma pembelajaran, namun keduanya saling mengimbangi dan berjalan serasi dan melibatkan seluruh komponen pendukung lainnya.

Bagaimana menurut Anda?