Sabtu, April 09, 2011

Soal Kurikulum TI, SMK vs Perguruan Tinggi, Mana yang Lebih Maju?

Di bulan Maret lalu saya diundang untuk menjadi salah satu juri dalam Lomba Kompetisi Sekolah (LKS) bidang Teknik Komputer dan Jaringan untuk SMK tingkat Kota Balikpapan, yang berlangsung di SMK Negeri 1 Balikpapan. Sedikitnya ada 4 peserta dari 4 sekolah, yang masing-masing sekolah hanya boleh mengirimkan wakil terbaiknya masing-masing 1 orang saja. Lomba berlangsung selama 2 hari atau memiliki waktu sekitar 10 jam. Sedangkan juri, menurut informasi panitia, terdiri atas 3 orang yang berasal dari praktisi, akademisi, dan profesional, dengan pertimbangan memiliki netralitas dalam menilai secara obyektif.

Yang menarik, salah satu pesertanya ada yang wanita dan berasal dari SMK Muhammadiyah, satu-satunya peserta wanita dan dari sekolah swasta yang berani menantang! Mengapa? Karena ini adalah lomba keterampilan yang bersifat teknikal mengenai komputer dan jaringan, mulai dari assembly perangkat keras, crimping, instalasi sistem, setting server dan jaringan seperti webserver, database server, ftp, SSH, DHCP, DNS server, mail server, ntp server, routing, access-point, hingga firewall, dengan teknik konfigurasi dan kecepatan penyelesaian yang cukup tinggi. Hasil akhir yang diharapkan adalah kecepatan waktu, cara konfigurasi yang benar, dan tingkat keberhasilannya. Bila melihat materi yang dilombakan, maka jelas jarang sekali ada wanita yang tertarik dengan lomba yang dominan dikuasai laki-laki ini.

Satu lagi yang menarik, baik server, router, hingga firewall menggunakan perangkat lunak bebas dan Open Source, seperti Debian 5.0 GNU/Linux atau Debian Lenny untuk server dan router, bind untuk dns server, postfix untuk mail server, iptable untuk router, dan squid untuk firewall, semuanya harus dikonfigurasi dalam modus antar muka teks (TUI) dan dilarang menggunakan modus grafis (GUI). Sedangkan client dengan sistem operasi Windows, yang mengakses jaringan melalui access-point. Hasilnya, pemenang pertama dari SMKN 1 berhasil menyelesaikan dengan baik dengan hasil nyaris sempurna dan dalam waktu yang cukup singkat, 3 jam, mengalahkan peserta lainnya yang rata-rata selesai dalam waktu lebih dari 6 jam, itupun masih ada beberapa kesalahan konfigurasi.

Saya teringat pendapat Pak Onno W Purbo, yang menyatakan bahwa kurikulum Teknologi Informasi (TI) di jenjang perguruan tinggi dinilai kurang pas dan tertinggal dua sampai tiga tahun dibanding dengan kurikulum di jenjang pendidikan SMK. Mungkin ada yang beranggapan pendapat tersebut agak berlebihan, mengingat bila di perguruan tinggi mayoritas input-nya BUKAN berasal dari disiplin ilmu atau rumpun yang sama laiknya SMK berbasis TI saja, akan tetapi beragam seperti SMA yang umumnya tidak mendapatkan materi dasar-dasar TI sebelumnya. SMK sendiri memiliki kurikulum yang didesain sedemikian rupa untuk tujuan kejuruannya.

Meski demikian, dengan melihat hasil dari kompetisi LKS tersebut saya berpendapat bahwa materi dasar-dasar teknis TI perlu diasah lebih dulu dijenjang SMA atau sederajat. Dengan begitu, bila lulusan SMA ini masuk ke perguruan tinggi TI, ia sudah siap untuk melanjutkan ke jenjang kurikulum yang lebih tinggi, artinya kurikulum TI di perguruan tinggi bisa lebih “naik” lagi ke atas dibanding yang ada sekarang ini.

Bagaimana menurut Anda?

Jumat, April 01, 2011

Wow, Balas Email bisa dengan Gerakan Tangan!

Malam ini saya hendak membuka Gmail untuk menge-check email masuk, tapi... tiba-tiba perhatian saya tertuju pada taut pesan Gmail Motion. Wah, hebat juga nih... pikirku... dari keterangannya sungguh meyakinkan, dijelaskan bagaimana user bisa buka email, baca, balas, forward, dst cukup dengan gerakan tubuh, wew... kereeen banget. Penasaran pingin coba, saya klik Try Gmail Motion dan... voila! April Fools! Asssyeeemm...! ehehe... idenya menarik!

Ini fungsi-fungsi motion buat Gmail, tirukan gerakannya!

Tuh, membuat proposal bisnis bisa dengan gerak-gerakin tangan berkelompok... wew, gila gak?


Wew, buat flow chart cuman dengan jungkir balik? Susahnyaaa...

Buat grafik pia warna-warni sesuaikan warna baju? Hebat!

Nah loh! Kena tipu! Eh, jangan marah ya... ehe...

Senin, Maret 28, 2011

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan tahun 2009

Tepatnya hari ini, Senin, 28/3/2011, saya baru tahu adanya peraturan menteri (permen) mengenai pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan yang baru, yang diterbitkan bulan Juli tahun 2009 lalu. Permen ini dikeluarkan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dengan nomor 46 tahun 2009, menyempurnakan permen sebelumnya nomor 0543a/U/1987 yang ditandatangani Mendikbud kala itu, Fuad Hasan, bulan September 1987 silam.

Ini berarti selama lebih dari 22 tahun (1987-2009) bahasa Indonesia mengalami perkembangan khazanah bahasa yang cukup besar di masyarakat. Tampaknya perlu dibuat perbandingan dengan peraturan sebelumnya yang mengalami evolusi 15 tahun (1972-1987) mengenai apa saja yang telah disempurnakan.

Saya kira, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu sebab yang mendorong perkembangan bahasa yang semakin kompleks. Semoga makin menambah kedewasaan masyarakat dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. :-)

Semoga bermanfaat.

Sabtu, Februari 05, 2011

Cara Baru Mobile Blog Post

Tulisan ini sekadar mencoba cara baru yang saya baru tahu ketika hari ini mengakses dashboard blogger dan mulai tertarik memencet tombol simbol kecil berbentuk ponsel. Setelah itu memasukkan kode, lalu ada konfirmasi via email, dan mulailah posting blog via email, hm...


* Diposting dengan menggunakan ponsel Nokia 5130 XpressMusic dengan
browser standar OperaMini 4.

_____________________
Update: 9/1/2012

Dari statistik blog ini tampaknya banyak orang tersesat ke artikel ini. Hingga saat ini, cara baru mobile blog post yang paling nyaman saya lakukan untuk Blogger adalah dengan Email. Sedangkan untuk Wordpress.com adalah dengan Email atau Wordpress for Android. Praktik mobile blog saya ada di blog wordpress ini: http://subura.wordpress.com

Sabtu, Januari 29, 2011

Satisfaction, How Every Great Company Listen to The Voice of The Customer

Saya tertarik membaca buku ini yang diterbitkan oleh JD Power, firma yang memiliki kredibilitas tinggi dalam hal pemeringkatan kualitas kepuasan konsumen, terutama di bidang otomotif. Penulis mengatakan bahwa menurut pengalamannya, ada dua kesimpulan yang sangat penting dalam penelitian kepuasan konsumen. Pertama, banyak perusahaan yang tidak memiliki komintmen terhadap kepuasan konsumen walaupun hal itu tertulis dalam kebijakannya. Kedua, kegagalan meningkatkan komitmen kepuasan konsumen bakal merugikan perusahaan itu sendiri.


Lebih lanjut dijelaskan melalui studi kepuasan konsumen periode 1999-2004 yang dilakukannya menunjukkan bahwa kepuasan konsumen yang lebih tinggi (ditunjukkan oleh indeks kepuasan konsumen) akan meningkatkan loyalitas dan pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth). Perusahaan yang meningkatkan kepuasan konsumen akan meningkatkan nilai pemegang saham lebih dari 50%, sedangkan kepuasan konsumen yang rendah akan menurunkan nilainya menjadi sekitar 22%.

Keuntungan kepuasan konsumen disebutkan diantaranya adalah: pembelian yang berulang-ulang, penyebaran dari mulut ke mulut, posisi harga yang lebih premium, pengurangan biaya karena biaya jaminan lebih rendah, serta penutupan transaksi yang lebih tinggi. Kepuasan konsumen akan menjadi pembeda apakah seorang konsumen akan menjadi pembela (advocate) ataukah malah menjadi pembunuh (assasin). Apalagi dengan adanya Internet yang menyediakan dimensi lain dan jauh lebih kuat untuk menjadi sarana pelampiasan kepuasan konsumen.

Peran pekerja sangat penting dalam perusahaan terkait hubungannya dengan kepuasan konsumen. Ada 4 prinsip merekrut pekerja, yaitu: fokus pada kepribadian daripada aspek teknis, berikan upah di atas rata-rata untuk memperoleh talenta terbaik, promosikan dari dalam untuk berkembang, dan ciptakan lingkungan yang layak. Dengan demikian, untuk perusahaan bidang jasa, kepuasan konsumen dilihat pada beberapa titik, yaitu: harga obyektif, pengalaman subyektif, dan proses jasa itu sendiri. Selain itu, konsumen akan merasa lebih puas apabila pernah mengalami masalah namun masalahnya tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien, dibanding dengan konsumen yang tidak pernah mengalami masalah.

Penyebab utama ketidakpuasan konsumen adalah seperti janji yang berlebihan (over-promise) dan kurangnya penyampaian (under-delivery). Pencegahan janji berlebihan adalah kesadaran semua pekerja terhadap implikasi biaya dengan janji tersebut. Sebagai misal, bila perusahaan atau pekerja menjanjikan biaya service gratis, maka semua pekerja harus sadar akan implikasinya. Buku ini juga menjelaskan salah satu cara meningkatkan kepuasan konsumen adalah mempersingkat waktu dan ruang antara keluhan dan solusi. Disinilah pemberdayaan pekerja lebih ditingkatkan.

Perusahaan harus mengumpulkan informasi yang benar, menganalisis informasi tersebut, kemudian menindaklanjutinya. Perusahaan yang memuaskan konsumen memiliki ciri mendengarkan dan memasukkan suara konsumennya ke dalam rencana yang akan dilakukan perusahaan, yang implikasinya harus dapat mendorong pencapaian visi perusahaan dalam memperoleh manfaat dan keuntungan.

* Sebagaimana dikutip dari Majalah Swasembada, 01/11/2006.

7 Tips Menulis Berita di Blog dengan Gaya Jurnalis

Menulis opini itu berbeda dengan menulis berita berdasarkan fakta. Jurnalisme lebih mengedepankan fakta daripada opini, dan salah satu keahlian jurnalis adalah mampu memisahkan opini dan fakta. Di media, opini ditempatkan pada kolom tersendiri dan bukan bagian dari berita, sehingga bila jurnalis menuliskan opini tentang peristiwa politik misalnya, maka ia jelaskan opini tersebut berdasarkan pendapat pribadi dan tidak mewakili institusinya.

Berita itu adalah laporan tentang kejadian baru-baru ini atau informasi yang sebelumnya tidak diketahui dan yang menarik minat luas pembacanya. Jurnalis memutuskan berita apa yang akan diliputnya berdasarkan pada nilai-nilai berita seperti ketepatan waktu, dampak, kedekatan, kontroversi, tokoh penting, topik pembicaraan, serta keganjilan atau hal yang tidak lazim.

Nah, omong-omong soal berita, tulisan berita yang baik itu mustinya ringkas, jelas dan akurat. Setidaknya itu menurut Buku Pegangan Jurnalisme Independen yang diterbitkan Biro Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri AS tahun 2006, http://usinfo.state.gov (link sudah tidak aktif). Dari situ saya catat sebagai tips untuk menulis berita yang baik, ringkas, dan akurat, dengan harapan agar terhindar dari aturan-aturan yang menyulitkan tadi sebagai berikut.
  1. Secara umum, berita berisi kalimat-kalimat dan paragraf yang lebih pendek daripada tulisan lain. Setiap paragraf berisi satu ide pokok. Satu paragraf baru muncul jika ada gagasan, tokoh atau tempat baru yang diperkenalkan.
  2. Gunakan bahasa langsung yang sederhana dan mudah dipahami, lebih banyak kata benda dan kata kerja daripada kata sifat dan keterangan. Buang kata-kata yang tidak perlu, bersayap, kabur, dan mengulang-ulang. Ingat, setiap kata itu bermakna.
  3. Pilih kata yang tepat, selalu pelajari kamus dan buku referensi untuk memastikan kata-kata yang dipilih benar-benar mempunyai arti seperti yang dimaksudkan.
  4. Hindari penggunaan jargon – istilah teknis yang tidak mudah dipahami kebanyakan orang. Jika jargon terpaksa harus digunakan untuk menjaga keakuratan, maka berikan penjelasannya.
  5. Hindari penggunaan eufimisme, yaitu kata-kata atau ungkapan berlebihan yang mungkin akan membingungkan dan menyesatkan pemahaman pembaca.
  6. Tunjukkan pada pembaca apa yang sudah terjadi daripada sekadar berkisah. Misal, alih-alih sekadar memberitahu pembaca bahwa seseorang berbadan sangat tinggi, penulis yang baik akan mengatakan bahwa orang itu terpaksa harus menunduk ketika melewati pintu.
  7. Akurat. Berita yang akurat menggunakan hal-hal dasar dengan benar secara tata bahasa, ejaan, tanda baca, tanggal, alamat, jumlah dan segala rincian yang dipakai dalam berita. Salah menyebut nama dan umur adalah jenis kesalahan yang bisa mengikis kredibilitas penulisnya. Berita akurat juga menceritakan sebuah kisah yang lengkap secara proporsional, bukan dari satu sisi. Itu tidak berarti bahwa setiap berita mencakup apa saja yang harus diucapkan tentang sebuah topik. Tapi ini artinya penulis tidak boleh mengesampingkan informasi kunci sehingga arti berita itu menjadi terpelintir.
Masih banyak hal-hal dasar yang mungkin perlu dipelajari, tapi 7 tips ini saya rasa cukup untuk mulai menulis dan mengenal berita di blog.
Semoga bermanfaat.

Rabu, Januari 05, 2011

Belajar dari Purwakarta tentang Pembuatan KTP yang Cepat dan Gratis

Beberapa waktu lalu di milis yang saya ikuti tersebar berita yang menyoroti berita tentang naiknya biaya paspor. Yang menjadi perhatian saya, di berita tersebut dicantumkan besaran harga pembuatan paspor elektronik yang ditetapkan Rp 670.000 plus biaya sistem teknologi informasi Rp 55.000 dan sidik jari Rp 15.000. Seorang kolega mengkritik seolah-olah Negara/Pemerintah mencari untung dan berdagang dengan masyarakat. Padahal, menurutnya, Pemerintah/Negara tidak boleh berdagang dengan rakyatnya (RSBI adalah contohnya). Pemerintah tidak boleh mencari keuntungan dari rakyatnya. Pemerintah boleh menarik pajak pada berbagai fasilitas yang diberikannya tapi tidak boleh mencari keuntungan dari kebijakan yang dikeluarkannya.

Tentu, saya mengamini dan sangat sepakat dengan pendapat tersebut, apalagi bila disangkutpautkan dengan biaya Paspor atau KTP misalnya. Contoh biaya paspor di atas yang memasukkan biaya sistem teknologi informasi itu lucu. Analoginya mirip begini, taruhlah saya mau beli bakso satu mangkuk, setelah dihitung dikasir saya mendapati struk tertera biaya sistem pencacah pentol -- yang harganya ratusan juta itu -- Rp 30 ribu. Mestinya semangkuk bakso dengan biaya patut 20 ribu, tapi karena ada biaya sistem pencacah pentol itu harga bakso naik menjadi 50 ribu semangkuk.

Dalam bisnis, Kwik Kian Gie, pengusaha, ekonom dan mantan menteri ekonomi ini pernah mengatakan "Kalau mau cari uang, ya cari uang, akan tetapi ada kepatutannya," ujar Kwik. Dengan nilai-nilai kepatutan ini, pengusaha bakso seperti analogi di atas dapat menentukan dan memperkirakan seberapa pantas harga semangkuk bakso produksinya tersebut tanpa diembel-embeli harga yang tidak perlu. Bagaimana dengan Pemerintah/Negara, apakah perlu bisnis dengan rakyatnya?

Sementara itu saya menemukan berita yang selama ini berharap dapat diterapkan di kota dimana saya tinggal. Saya kutip berita itu di sini sebagai catatan pelengkap.
Pembuatan KTP Online di Purwakarta Gratis
Syamsu Nursyam

05/01/2011 17:57
Liputan6.com, Purwakarta: Ketika di sebagian wilayah, pembuatan KTP masih dipersulit dan waktunya lama, Pemkab Purwakarta justru memberlakukan pembuatan KTP online secara gratis, dan tentu saja lebih praktis dan cepat. Tujuannya, untuk memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat. Sistem kartu tanda penduduk (KTP) online mulai diberlakukan di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (4/1).

Bahkan pemkab setempat akan memberikan sanksi dalam bentuk pemecatan terhadap aparat yang melakukan pemungutan biaya kepada masyarakat yang tengah mengurus pembuatan KTP. Masyarakat yang akan membuat KTP online, cukup mendatangi kantor kelurahan, atau kantor desa dan dapat diselesaikan dalam waktu lima menit.

Sistem KTP online tersebut, merupakan rangkaian program pembuatan KTP sekaligus pendataan penduduk, serta memudahkan pemda dalam menggulirkan kebijakan dalam rangka menyejahterakan masyarakat, dengan sistem pencatatan secara elektronik. Pencanangan pembuatan KTP online di Purwakarta, merupakan satu-satunya di Jawa Barat. (IDS/Vin)

Karena akan ada pilkada tahun 2011 ini, saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga walikota Balikpapan yang terpilih nanti bisa belajar dan menerapkan model ala Purwakarta ini, syukur-syukur lebih baik. :-)

Rabu, Desember 29, 2010

Pemicu Sakit Maag

Maag sering kambuh? Ini yang kadang sering saya tidak sadari, keasyikan di depan komputer sampai melupakan lainnya maka efek samping yang ditimbulkan bisa banyak, bila berlebihan, kesehatan bisa jadi taruhannya. Saya ingat status FB seorang pakar soft-computing bahwa untuk dirinya, melekan semalam suntuk itu merusak tubuh. Pekerjaan itu penting, namun kesehatan dan kebugaran tubuh lebih penting agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik. Kuncinya ada di pola hidup.

Selain itu, mengutip dari Sumber *) ada beberapa jenis makanan memicu dan memperberat gejala mag. Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari:
  • Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat. Misalnya, sawi dan kol, nangka dan pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan, dan minuman bersoda.
  • Makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol 5%- 20%, anggur putih, sari buah sitrus, dan susu.
  • Makanan yang sulit dicerna sehingga memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan peregangan lambung, seperti makanan berlemak, kue tar, cokelat, dan keju.
  • Makanan yang merusak dinding lambung, yaitu yang mengandung cuka, merica, bumbu merangsang, dan pedas.
  • Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung naik ke kerongkongan, antara lain alkohol, cokelat, makanan tinggi lemak, dan gorengan.

DOK INDOPACIFIC EDELMAN SUMBER: BUKU TIPS BERPUASA RAMADHAN PADA BERBAGAI PENYAKIT KRONIK

Semoga bermanfaat.


Sumber*): http://mirror.unpad.ac.id/koran/mediaindonesia/2010-08-11/mediaindonesia_2010-08-11_011.pdf

Minggu, Agustus 15, 2010

Survey Online: Facebook Raja Jejaring Sosial Indonesia

Dua kata kesan saya mengadakan survey online ini adalah: tidak mudah. Ya, tidak mudah untuk mencapai target jumlah responden, hasilnya pun terlalu berlebihan bila dijadikan referensi. Dari target 100 responden, survey yang dibuka selama 2 minggu yang dimulai 24 Juli - 6 Agustus 2010 itu hanya memperoleh 49 responden. Dari jumlah tersebut, kurang lebih setengahnya diperoleh dari responden yang mengetahui informasi survey dari 2 (dua) buah mailing list, lalu Facebook, dan Twitter. Berdasarkan konfirmasi, domisili responden lebih banyak berasal dari Balikpapan dan sebagian kecil dari Yogyakarta, Malang, dan kota-kota lainnya. Sisanya, data diperoleh dari satu kelas matrikulasi mahasiswa baru yang saya asuh di Balikpapan. Responden diminta secara sukarela mengisi survey yang membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk 5 buah pertanyaan pilihan ganda maupun tunggal.

Secara teknis, form survey tidak memiliki program validasi yang baik, misalnya tidak memiliki kemampuan memvalidasi satu nomor IP untuk satu responden. Atau validasi lain yang diperlukan untuk mencegah responden memasukkan data lebih dari satu kali. Dengan kekurangannya itu, saya tidak tahu apakah responden mengisi lebih dari satu kali atau tidak. Ini dibuktikan dengan data satu kelas mahasiswa bisa mengisi secara bersamaan melalui sebuah proxy sekolah. Meski demikian, dikhawatirkan terlalu banyak validasi akan membuat sulit responden memasukkan data, dan waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama. Formulir menggunakan layanan standar Google Docs.

Hasilnya, dari 4 jejaring sosial yang paling populer di Indonesia, Facebook menjadi raja jejaring sosial (100% responden adalah pengguna Facebook) dan Facebook paling intensif digunakan (96%), kemudian disusul Twitter (4%). Yang cukup aneh, sedikitnya 6% pengguna Friendster masih aktif sampai saat ini. Perangkat yang digunakan untuk mengakses jejaring sosial didominasi kelompok PC/Laptop/Netbook (61%), kemungkinan berasal dari pengguna rumahan, pekerja kantoran, dan mahasiswa. Disusul kelompok ponsel biasa (29%) dan smartphone (8%). Sebanyak 37% pengguna mengakses jejaring sosial kapan pun dan dimana pun selama terhubung jaringan Internet, bahkan 31% sisanya mengakses jejaring sosial meski sedang melakukan aktivitas kerja/kuliah/sekolah. Lebih mengagetkan, sebanyak 55% pengguna menghabiskan waktu mengakses jejaring sosial lebih dari 1 jam dalam sehari.

Kira-kira apa yang bisa ditarik kesimpulan berdasarkan hasil survey tersebut?

Sabtu, Juli 24, 2010

Survey Singkat Pengguna Jejaring Sosial Indonesia

Setelah beberapa waktu tertunda, kali ini saya mendapat kesempatan membuka survey online bagi para pengguna media sosial Internet di sini. Survey ini dilatarbelakangi oleh perkembangan jejaring sosial Internet yang dari waktu ke waktu semakin banyak jumlah penggunanya. Sebagai misal Facebook, melalui rilis resmi menyebutkan jumlah pengguna hingga bulan Juli 2010 telah mencapai 500 juta lebih. Jumlah pengguna dari Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta lebih, dan akan terus berkembang pesat seiring dengan intensitas pengguna yang terus menerus aktif menggunakan.

Survey pengguna jejaring sosial atau media sosial ini disusun yang ditujukan untuk mengetahui intensitas pengguna dalam memanfaatkan media jejaring sosial Internet untuk berbagai tujuan. Survey ini bersifat sukarela pada responden dan hasilnya bukan untuk keperluan komersial, melainkan sekedar sample data yang akan dipublikasikan kembali. Survey ini sementara berisi 5 buah pertanyaan sederhana, dan masih jauh dari ilmiah dan banyak kekurangan, tetapi ke depan diperlukan sebagai bahan perbaikan agar dapat digunakan sebagai wawasan dalam pemanfaatan teknologi informasi secara positif.

Akhirnya, terima kasih atas kesediaannya mengisi jawaban survey ini.
Salam.

Update:
- Result Survey Online: Facebook Raja Jejaring Sosial Indonesia